Wednesday, March 11, 2009

Komunikasi Jarak Jauh

No comments :
Suatu ketika teman saya tahu kalau saya sedang asyik ketika suami menelpon dari luar kota. Katanya, “Aku tambah bingung mau cerita apa ketika suamiku keluar kota.” Teman yang lain berkata, “Aneh saja, ketika suami nelpon. Kayaknya nggak ada yang penting untuk dibicarakan.” Ada lagi yang berkomenetar, “Aku sih malah berantem di hp.”

Olala… saya menikmati setiap kata yang saya tulis dalam sms, saya juga menikmati setiap kata yang meluncur dari bibir. Entah itu ungkapan perasaan, keluhan, perbedaan pendapat.
Ketika komunikasi tidak bisa dilakukan secara face to face, peranan alat-alat komunikasi saat ini makin canggih saja. Jarak bukanlah halangan untuk sekedar say hello. Nah, banyak pengalaman pribadi saya yang ternyata membuat saya mesti menekankan pada pentingnya komunikasi.

Ketidakhadiran figur seorang suami, seorang ayah masih bisa terwakili dengan alat-alat komunikasi tersebut. Ketika suami saya sedang ke luar kota, saya, suami dan anak-anak selalu berkomunikasi. Apapun yang kita bicarakan menjadi sangat penting, karena disitulah kita membangun kedekatan antar anggota keluarga. Bagaimana kita selalu saling merindukan satu sama lain. Komunikasi itu juga bisa meningkatkan kepercayaan kita. Karena dari situ kita bisa melaporkan kegiatan sehari-hari juga mengungkapkan perasaan, dan keinginan.

Resah jadi hilang, seakan-akan beberapa kg beban berat yang ada di pundak saya terasa ringan. Saya bisa melangkah dengan damai walau suami tidak menyertai.

The show must go on.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!