Wednesday, March 11, 2009

Mogok Sekolah

No comments :
Selama dua hari berturut-turut, anak saya Irfan, 4,5 tahun menolak ketika saya ajak berangkat sekolah. Saya heran. Tidak biasanya dia bersikap seperti itu. syukurlah, saya berhasil membujuknya. Dia berangkat ke sekolah juga meski terlambat.

Alasan Irfan sih rasanya tidak masuk akal. “Bosen! Adik nggak mau sekolah. Adik sama ibu aja. Pokoknya nggak mau sekolah!” begitulah teriak Irfan.
Saya pikir, apanya yang membosankan. Bukankah selama ini dia selalu bersemangat. Di sana dia akan bertemu teman-temannya, ustadzah (guru) dan bermain. Bukankah itu sudah cukup menyenangkan!

Setelah saya mengusutnya, ternyata Irfan punya masalah dengan temannya. Hari sebelumnya ia sempat bertengakar dengan temannya, sampai menangis, begitu kata ustadzah. Saya yakin kalau Irfan berada di pihak yang kalah.

Dasar anak-anak, setelah berantem, mereka bisa langsung baikan kembali. mereka tak memiliki rasa dendam, bukan? Kita patut mengacungkan jempol buat mereka.

Tapi sebagai pihak yang terkalahkan, pasti ada sedikit ganjalan. Tentu tidak mudah untuk menyulut api semangat yang telah padam. Dibutuhkan keberanian ekstra dan tentu saja dukungan baik dari guru dan orang tua.

Saya bisa memahami kondisi tersebut, setelah berbicara panjang lebar dengan ustadzah. Syukur pula ustadzah berhasil meyakinkan Irfan that tomorrow will be ok. Akhirnya Irfan berjanji akan berangkat ke sekolah keesokan harinya. Subhanallah.

Saya aagak kecewa karena ustadzah tidak segera memberitahukan hal ini pada saya. Padahal setiap hari saya sendiri yang mengantar dan menjemputnya. Atau bisa juga kan menulis di buku penghubung.

Anyway, thanks a lot.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!