Monday, April 19, 2010

Kasih Sayang

No comments :
Seberapa besar kasih sayang kita, ayah bunda pada anak-anak. Jika anak kita satu, dua, tiga, empat, dst. Adakah kita berbeda dalam mengungkapkannya? Adakah kita membaginya secara proposional, sesuai dengan yang dibutuhkan mereka?
Si sulung sempat mempertanyakan ini. Saya katakan bahwa saya sama-sama menyayanginya, sama seperti saya menyayangi dua adiknya. Eits tunggu dulu,…ada tapinya… Saya tak mau memperlakukan sama seperti kedua adiknya.
“Lalu bagaimana ibu menyayangiku?” cercanya.
Rupanya si sulung butuh penegasan bahwa saya benar-benar menyanyanginya. Baiklah! Saya lanjutkan, “Ibu menyanyangimu sama seperti dua adikmu, bedanya adalah cara ibu mnegungkapkannya, memperlakukanmu. Tentu tidak sama.”
“Contohnya apa?”
“Ibu tidak mungkin menggendongmu seperi adik bayi, ibu juga tidak mungkin mengajakmu berceloteh seperti adik bayi. Dan ibu juga tidak mungkin merayumu seperti adik Irfan yang susah makan lalu mengejarnya. Tidak sama. Tapi ibu tetap memberikan rasa sayang lewat sentuhan dan cium pipi, merawatmu dengan tulus, mengajakmu berdiskusi, bercerita tentang apa saja yang membuatmu penasaran, sampai-sampai ibu kehabisan bahan cerita, lalu kita berburu bacaan. Saat itu saya bercerita banyak. Si sulung tersenyum, lalu tertawa kecil.
Mungkin anak-anak mengganggap saya lebih menyayangi adik bayinya, karena waktu bersama si bayi lebih lama, bahkan seringkali menjadi kecemburuan. Tapi saya tegaskan berkali-kali, bahwa adik bayi belum bisa mengurus diri sendiri, adik bayi membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga dan kasih sayang, sampai suatu saat nanti dia bisa belajar mandiri.
“Kamu dulu juga seperti itu. Bahkan sebelum adik-adikmu lahir, kamu mendapatkan limpahan kasih sayang, tak tertandingi. “Nah, sekarang saatnya membantu ibu mengurus adik-adik….”

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!