Thursday, August 4, 2011

Terlambat Satu Jam

No comments :
Suatu pagi saya ditelfon ibu, beliau mengabarkan bahwa akan mengirimi sarapan spesial. Ya, karena menunya tidak biasa, dan jarang-jarang ibu memasaknya, kecuali kalau sedang ada tamu. Jadi waktu itu saya pikir lebih baik saya dan keluarga saja yang datang mengunjungi nya. Lagipula, kata suami kita sudah lama nggak main kesana. Begitulah, saya janji akan datang pukul 7 pagi hari.



Ternyata pukul 7 pagi hari itu berlangsung cepat sekali. Bahkan kecepatannya bisa melebihi semua gerakan tubuhku. Saya dan suami menyiapkan ketiga anak saya. Anak-anak yang kecil sepertii biasa selalu rewel. Apalagi kita sedang terburu-buru. Menunggu mbak datang, lalu menyiapkan semua rencana untuk hari itu. Tiba-tiba jarum jam beralih hampir ke angka delapan. Suami segera memacu motor, melaju dengan kencang.

Dengan terengah-engah, kita akhirnya tiba juga. Tapi wajah ibu tampak sangat murung, tidak menyambut kedatangan cucu-cucunya. Di dalam rumah, bapakku menegur kelalaianku untuk datang jam 7.00.

Berbagai alasan telah kuajukan namun tetap saja situasi tak kunjung membaik. Ya, namanya juga anak-anak, pagi hari adalah saat tersibuk. Ada yang tidak mau mandi, ada yang mandi tidak mau keluar, padahal kamar mandi cuma satu. Seiring dengan bergesernya jarum jam, wajah ibu mulai sumringah.

Pagi itu, ibu sangat merindukan cucu-cucunya terutama si kecil, yang baru bisa berjalan. Beliau sangat ingin menggendongnya sesaat, namun saya tak kunjung datang.
Semoga dikemudian hari tak terulang lagi. Memang segala sesuatu harus terencana dengan baik, termasuk menepati janji, menepati waktu. Walaupun memang alasannya adalah anak-anak.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!