Wednesday, July 22, 2015

Ke Bengkel, Yuk!

No comments :


            Awalnya aku merasa aneh pergi ke bengkel seorang diri. Malu, gak pede, aduh gimana ya...pokoknya nggak nyaman. Salah satu penyebabnya adalah di bengkel banyak laki-laki. Lha iyalah, lha mereka itu para karyawannya. Karena kepepet, akhirnya saya berangkat juga. Sepeda motor yang kerap mogok memaksaku segera ke bengkel.

 
            Mengantri dalam waktu  yang cukup lama cukup membosankan. Seringkali cuma aku yang wanita. Duduk berjejer dengan para laki-laki yang sedang mengantri. Huff! Terpaksa oh terpaksa.
            Suara radio membunuh sepi. Benarkah? Seorang wanita yang menjadi host acara musik dan para penyanyi itu lumayan menghalau jenuh. Juga desing suara kendaraan di jalan besar seperti tak ada habis-habisnya. Benarkah cukup menghilangkan bosan? Maklum bengkel langgananku terletak di pinggir jalan raya.
            Beberapa laki-laki yang mengantri menatap sepeda motor yang sedang diperbaiki, kadang mengalihkan pandangan ke jalan raya. Jenuh. Setengah jam, satu jam, dst bukanlah waktu yang singkat untuk dibiarkan begitu saja.
            Setelah sering mengunjungi bengkel, si bapak dan mas-mas tukangnya hafal denganku, “Kenapa mbak, motornya?”
            Jawabannya juga itu-itu saja. “Service, ganti oli, lampunya....”
            Untuk menyiasati agar tidak mengantri lama, aku berangkat pagi, ketika bengkel mereka baru buka. Agar motor saya segera ditangani. Memilih tempat duduk di pojok dekat jalan. Membawa buku atau kertas untuk menulis, browsing. Agar waktu tak terbuang percuma.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!