Sunday, December 6, 2015

Agar ART Betah Dengan Kita

No comments :



Punya ART (Asisten Rumah Tangga) ? Sering gonta-ganti? Sering tidak cocok? Selalu saja ada masalah yang menyeruak ketika kita mempekerjakan si ART alias si mbak alias pembantu rumah tangga. Saya lebih suka memakai istilah “mbak”, karena saya terbiasa memanggilnya demikian.
Sayapun mengalami banyak masalah dengan si mbak.  Saya dan mbak masih belajar untuk saling memberikan manfaat. Tapi agar masalahnya tidak melebar, disini saya hanya membahas tips untuk menjaga kehangatan hubungan dengan mbak.
Alhamdulillah mbak sudah lima tahun lebih bekerja pada saya. Sudah paham apa yang saya inginkan dan demikian juga sebaliknya. Saya bersyukur sekali, karena seiring berjalannya waktu kami berhasil melewati banyak hal, suka dan duka.
Berikut tips agar mbak betah dengan kita:
o   Adaptasi. Di awal bekerja mbak masih bingung dengan tugas-tugasnya. Satu atau dua bulan kemudian mbak mulai paham. Kita harus memaklumi kesalahan yang dilakukannya asal tidak fatal sekali.
o   Jangan membebani dengan pekerjaan diluar kemampuannya. Misalnya dia tidak bisa membuat kue ya jangan disuruh membuat kue.
o   Biasakan anak-anak berkata dan bertingkah laku sopan kepada mbak. Menghargai pekerjaan mbak dan menganggapnya seperti keluarga sendiri. Andai kata ada anak kita yang melakukan kesalahan pada mbak, orang tua harus mau mengakui dan meminta maaf.
o   Menghargai hasil kerjanya. Saya biasa memberikan gaji lebih. Alasannya karena saya puas dengan hasil kerjanya. Karena kerjanya lebih banyak daripada biasanya. Karena hari itu anak-anak rewel. Dan banyak alasan lainnya.
o   Tidak mencela hasil kerjanya. Kalau mbak kurang bersih mengepel lantai ya tak perlulah dimarahi. Saya juga biasa ikut membantunya ikut mengepel lantai. Karena anak-anak seringkali menumpahkan makanan dan minuman baik sengaja maupun tidak, berkali-kali dalam sehari.
o   Komunikasi yang hangat. Kalau kita kurang puas dengan hasil kerjanya bisa dibicarakan baik-baik tanpa membuatnya merasa bersalah. Kita bisa mengajarinya pelan-pelan.
o   Membantu menyelesaikan masalah mbak dan keluarganya. Bagi saya, kalau mbak mempunyai masalah akan berdampak pada saya. Mbak bisa tidak masuk kerja. Membantu mbak termasuk membantu keuangannya bila memungkinkan. Sst..harus ikhlas ya!
o   Mengunjungi rumah mbak. Jika masih bisa dijangkau, satu kota dan mempunyai kesempatan, luangkan sedikit waktu untuk mengetahui kehidupan mbak. Mengunjunginya merupakan sesuatu yang luar biasa. Jangan lupa membawa buah tangan. Pada libur hari raya saya dan keluarga biasa mampir ke rumah mbak. Melihat pemandangan dan suasana pedesaan. Melihat kegiatan mbak dan keluarganya sehari-hari. 
Semoga kita yang mempunyai mbak selalu bisa menjalin kehangatan hubungan. Demikian juga anggota keluarga yang lain. Anak-anak, misalnya, saya ajak belajar menghargai jasa-jasa mbak. Kehadiran mbak sangat-sangat membantu meringankan dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!