Tuesday, December 1, 2015

Lukisan Awan

No comments :


“Ibu lihatlah! Ada lukisan awan,” teriak Irfan, anak keduaku.

“Iya,” jawabku sambil lalu. Aku mengantuk sekali. Padahal perjalanan dari Tuban ke Surabaya baru dimulai beberapa menit yang lalu. Si sulung dan si bungsu sudah tertidur di bangku belakang mobil. Aku dan Irfan duduk di bangku tengah.
“Lihatlah! Itu,” katanya sambil menunjuk deretan awan yang berarak seolah sedang mengikuti kami.
“Ada gambar sepatu,” lanjutnya.
Irfan memaksaku. Aku menoleh ke samping. Dari balik jendela mobil kulihat hanya segerombolan awan putih. Hari ini langit sangat cerah. Warna biru dengan lukisan awan putih. Perpaduan yang sempurna dari Pemilik Alam.
Gerombolan awan itu membentuk sebuah sepatu dengan bentuk meruncing di bagian ujung depannya. Mirip sekali dengan sepatunya Aladin.
“Ada kucing!” teriaknya lagi. Wajahnya gembira setelah berhasil menemukan lukisan awan.
“Mana, dik?”
“Itu!” irfan menunjuk deretan awan lagi.
Aku mencoba mengolah imajinasi kanak-kanakku. Menyelami kehidupan anak-anak yang penuh warna. Benar saja. Kumpulan awan itu membentuk suatu gambar. Kucing. Mirip sekali.
“Dan itu gajah!” serunya. “Ada belalainya. Lihatlah, bu!”
Maka aku menghubungkan kumpulan awan-awan hingga membentuk seekor gajah dengan belalai yang menjuntai dan telinga lebarnya.
Anak-anak selalu mempunyai imajinasi melebihi orang tuanya. Sesuatu yang sederhana ini menjadi pelajaran berharga untukku.
Selamat menikmati perjalanan ini, Nak. Lukislah imajinasimu dengan indah. 

***

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!