Thursday, April 21, 2016

Definisi Sayang Menurut Anak

12 comments :


Love


Apa yang ada di benak anak-anak ketika saya mengucapkan kata “sayang atau cinta”. Hampir mirip. Saya yakin setiap orang tua pasti memiliki cara untuk mengungkapkan. Memiliki bahasa sederhana untuk menyatakannya. Cara saya mungkin berbeda dengan orang lain. Tapi satu hal yang pasti adalah setiap anak membutuhkan kata sakti ini.

“Kalau ibu sayang aku, ayo mandiin,” rengek si bungsu.

Lalu kakaknya, “Kenapa adik disiapin makan. Disuapin juga. Aku tidak,” protes si tengah.


Kadang mereka juga mengartikan sayang itu dengan kemampuan orang tua untuk membelikan barang-barang yang diinginkan. Anak-anak belum bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Sementara si sulung senyum-senyum saja melihat tingkah kedua adiknya. Sebagai kakak tertua, dia dianggap panutan buat adik-adiknya. Seperti begini, sebelum tidur, anak-anak harus gosok gigi ya. Kakak sering tidur dulu, membuat adik-adiknya iri. “Lha kakak nggak!” siapa bilang kakak bebas. Maka, kakak tetap harus gosok gigi.

Bagi saya, cara mengekspresikan kata sayang kepada ketiga anak itu berbeda. untuk anak kecil, lebih banyak sentuhan dan bahasa yang sangat sederhana, yang mudah dipahami di usianya. Beda dengan kedua kakaknya. Kemandirian. Saya ingin mereka lebih mandiri. Butuh sesuatu tidak perlu teriak-teriak. Mampu mengurus diri sendiri. Tidak mengandalkan orang lain di sekitarnya.

Saya membuat peraturan yang saya yakin anak-anak sanggup melakukannya. Dibutuhkan komitmen kuat dan disiplin saja. Atau bisa dikatakan “tega nggak tega”. Tergantung situasi dan kondisi pula.

Misalnya, jendela kamar harus dibuka sebelum berangkat sekolah, lampu dimatikan, handuk dikembalikan ditempatnya. Siapa yang menumpahkan makanan dan minuman (baik sengaja ataupun tidak) harus bersedia membersihkan. Saya tidak mengijinkan mereka berangkat sekolah sebelum beres urusannya. Dan biasanya selain saya ada kakaknya yang ikut obrak-obrak (memperingatkan).

Sebenarnya ini adalah pekerjaan ringan. Saya sering curhat bersama mama-mama di sekolah tentang masalah seperti ini. Apa kata mereka, saya orangnya galak, ha..ha..ha..

Kalau tidak sekarang saya mengajari mereka lalu kapan? Nunggu mereka dewasa. Kelamaan. Bisa jadi mereka akan malas melakukan kebiasaan-kebiasaan seperti ini. Sudah terlanjur diopeni ( diurus) orang tua. Bisa jadi mereka tidak peka terhadap saudaranya, keluarga, dsb.

Saya sayang anak-anak. Karena itu saya ingin mereka belajar mandiri sesuai dengan usia dan kemampuannya. Tidak selamanya mereka bersama saya. Atau katakanlah ketika saya sedang sakit, siapa yang akan mengurus mereka?

Pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah ini akan membantu mereka disiplin waktu, mandiri, bekerja sama dengan saudara-saudaranya. Selanjutnya,  saya yakin mereka akan terbiasa dengan sendirinya. Terserah kalau orang lain mengatakan saya begini dan begitu.

Setiap jalan yang kita pilih pasti sudah mempertimbangkan kemampuan anak. Juga manfaat jangka panjang. Ya, pastilah ada yang protes, menghindar,  berbohong, dsb. Ini adalah proses yang panjang. Saya yakin anak-anak bisa melewatinya. Saya menghargai usaha mereka, memuji dan mendoakan kebaikan-kebaikan ini di depan mereka.

Tapi yang namanya anak, bagaimanapun saya menjelaskan kepada mereka, tetap saja diprotesnya. Semoga saja sejalan dengan bertambahnya usia bertambah pula pemahamannya.

I love my sons.

Bagaimana dengan Anda?

12 comments :

  1. setuju sekali mbak. galak itu bukan berarti ga sayang sama anak.
    namun, dengan memberikan banyak arahan dan disiplin dalam mngerjkan apapun apalagi sejak kecil diarahkan, bisa membuat anak lebih mandiri ketika ia beranjak dewasa ^_^
    nice share

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persepsi orang berbeda2. Demikian juga dengan caranya. Sayang anak bukan berarti menuruti semua kemauannya.

      Delete
  2. Hmm waktu dulu saya masih kecil gak begitu bun jangankan di mandiin, ahi hi hi dan pokoknya jauh berbeda deh dengan anak bunda, hmm jadi sedih juga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu salah satu cara untuk menyenangkan dan menyayangi anak.

      Delete
  3. Aih jadi inget masa kecil.. sering mikir mama lebih sayang sm adek hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kayak gitu anakku yang nomor dua mba.

      Delete
  4. anak saya 3 laki semua...meskipun jarak umurnya berjauhan, rasa jeles itu msh sering muncul terutama yg nomor 2 ke yg bungsu....
    saat itulah peran mama hrs bisa memposisikan diri spy tdk meninggalkan kecewa di hati mreka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bearti sama mba, 3 laki semua.
      Benar mba Avy.

      Delete
  5. belum punya anak mbak, semoga segera tapi saya suka tulisan ini bikin saya belajar juga

    ReplyDelete
  6. memang, setiap anak itu unik walaupun sesama saudara kandung. Jadi perlakukan sayang orang tua ke anak bisa berbeda-beda. Begitu juga definisi sayang bagi anak suka berbeda dengan yang orang tua maksud. Kadang saya juga diprotes anak, tapi yang penting dijelaskan aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus sabar ya menjelaskan pada anak2. Semoga mengerti.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!