Wednesday, June 8, 2016

Masjid dan CCTV

No comments :



Saya tergelitik ketika seorang kepala sekolah berkisah tentang CCTV (Closed Circuit Television). Saat ini alat tersebut banyak terpasang di tempat-tempat umum, dari mall, hingga mini market dan toko-toko kecil, dari kantor hingga masjid, dsb.


Pernah mendengar ada kasus pencurian di masjid? Bukan hanya pernah, tapi sering. Di musholla dekat rumah saya saja, kotak amal dicongkel. Uangnya dibawa kabur. Tak ada CCTV. Tak ada yang tahu siapa pelakunya.

Selain kasus diatas, seringkali terjadi pencurian sandal. Biasanya sandal yang masih kinyis-kinyis alias masih baru keluar dari toko. Ini suami saya yang pernah mengalaminya. Atau kasus pencurian tas. Baru naruh tas, ditinggal wudhu atau sholat, lalu hilang.

Sebagai wanita yang sering bepergian, saya selalu berusaha untuk dekat dengan tas. Kalau sholat saya taruh di dekat saya. Kekhawatiran itu justru berakibat buruk. Sholat jadi nggak khusuk (ngaku aja deh!).

Masjid adalah tempat yang sakral untuk beribadah. Tak bisa lepas dari tindak kriminal. Namanya juga pencuri, tak peduli tempat. Ada peluang, ada hasrat untuk mengambil yang bukan haknya. Semua rasa takut itu sudah diabaikan. Yang ada adalah nafsu duniawi. Dengan dalih kebutuhan yang mendesak dan rasa malas untuk mencari pekerjaan yang halal, masjid menjadi ladang mencari barang dan uang.

Demi keamanan para jamaah masjid, maka dipasanglah CCTV. Semua gerak-gerik orang yang berada di area CCTV akan tampak. Tak peduli apakah kita sedang beribadah atau sekedar duduk, leyeh, bahkan tidur.

Orang mungkin lebih was-was dengan pengawasan CCTV daripada Allah. Alat itu lebih nyata, tampak kasat mata, daripada Dzat Yang Maha Esa. Bukankah Allah yang menciptakan manusia. Bagaimana mungkin Dia tidak mengetahui apa kita perbuat.

Andai orang sadar akan pengawasan dari Allah, ada rasa takut, malu, dan sejumlah perasaan tak nyaman untuk berbuat buruk. Jika benar hatinya bening, maka tak layak untuk meniadakan Allah dalam segala perbuatan.

***
Ilustrated by Ihsan

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!