Friday, July 22, 2016

Agar Anak Bahagia Sepulang Sekolah

14 comments :




Pulang sekolah adalah saat yang rawan. Mengapa? Yang jelas, anak-anak capek dong setelah mengikuti pelajaran di sekolahnya. Tapi kadang bukan karena itu. Bisa saja dia capek karena bermain bersama teman-temannya.  


Ada juga yang pulang sekolah diiringi dengan kemarahan. Sebagai orang tua kadang bingung juga. “Si anak kenapa ya?” Ditanya saja marah. Dibiarkan juga marah. Jadi serba salah bukan! Ujung-ujungnya dia ngambek. Tidak mau melakukan seperti kemauan kita. Bahkan sebaliknya, bikin masalah semakin runyam.

Daripada bingung si anak kenapa, lebih baik membuatnya bahagia sepulang sekolah. Yang perlu dilakukan orang tua adalah:

1.   Menjemput anak tepat waktu. Andai tidak bisa, sebaiknya dikomunikasikan kepada anak sebelumnya. Atau kalau mendadak ada suatu urusan serius, lebih baik bicara kepada gurunya. Setidaknya anak mengerti alasan keterlambatan kita. 

2.   Menyambut kedatangan anak.
Melihat wajah ceria kita, orang tuanya InsyaAllah si anak akan senang. Coba deh, kalau kita lihat orang lain sedih atau murung, perasaan ikut sedih juga. 

3.   Jangan ditanya macam-macam.
Seringkali orang tua penasaran dengan kegiatan anak selama di sekolah. Apalagi kalau murid baru. Banyak hal baru yang mesti dipelajari. Masih belajar beradaptasi dengan teman, guru dan lingkungan sekolah.
“Tadi di sekolah gimana? Pelajarannya sulit nggak?  Ulangannya dapat nilai berapa? Jajan apa di sekolah? Uangnya cukup nggak?” Aduh pertanyaan seperti ini banyak sekali dan tidak akan ada habisnya. Seperti seorang yang sedang diinterogasi dengan segudang kesalahannya. Tidak deh! Lebih baik simpan dulu pertanyaan kita. 

4.   Berikan pujian.
Setiap anak pasti senang mendapatkan pujian dari orang tuanya. Pujian adalah salah satu bentuk dukungan dan efek positif untuk menghargai tindakannya. Selanjutnya anak akan terbiasa berbuat baik. Meski sering diulang-ulang, anak tetap suka. Sebagai contoh, “Adik pasti sholih di sekolah.”  

5.   Jangan lupa untuk tersenyum.
Senyum kita membuat si anak senang. Biasanya sih, si anak akan dengan sukarela bercerita panjang atau pendek tentang kejadian menarik di sekolahnya.

6.   Dengarkan keluh kesahnya.
Biasanya kalau anak sedang rewel itu sedang ada masalah dengan teman atau gurunya. Atau bahkan dengan kita, orang tuannya. Entah alat tulisnya dipinjam dan tidak kembali. Atau mungkin lupa membawa sesuatu. Dapat nilai yang tak sesuai harapan. Dimarahi dan diganggu teman. Ternyata masalah anak banyak juga ya. Sebisa mungkin kita mendengarkan dahulu. Tunjukkan bahwa kita adalah pendengar yang baik. Tunggu sampai dia selesai bicara. Bahkan ketika dia marah, entah dengan siapa. Tapi akhirnya kita yang jadi sasaran kemarahannya. Ya, sudah, diterima saja. Bisa jadi dia tidak puas dengan teman, atau siapa saja di sekolah. Sementara dia merasa nyaman bersama kita, nyaman untuk bersandar dan berkeluh.

7.   Beri nasihat seperlunya.
Kadang-kadang si anak hanya perlu didengarkan kok. Jadi kalau dia sedang tidak mau mendengarkan dan melaksanakan nasihat kita, ya mungkin waktunya yang tidak tepat. Dia masih capek. Keadaan seperti ini membuatnya tidak nyaman. Akibatnya menjadi mudah marah.
Setelah keadaannya membaik, bolehlah kita dekati dan bicara baik-baik. Sisipkan nasihat untuk mengatasi masalahnya. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak.

8.   Biarkan dia melakukan aktifitas yang disukai.
Misalnya baru datang, eh dia mau bermain. Jawab saja, “Boleh, asalkan adik sudah ganti baju.”
Nah, yang diperlukan adalah kata “boleh”. Kata-kata positif akan membuat si anak senang. Sehingga dia mau patuh dengan aturan yang kita berikan.  

Setelah urusan menyambut kedatangan anak beres, boleh banget kalau dia mau beristirahat. Tidur sangat baik untuk tumbuh kembang anak-anak. Pastikan sesuai dengan kebutuhannya. 

Mau melakukan kegiatan yang lain? Ayolah Nak!

14 comments :

  1. Makasih tips nya, Mba.
    Pas nih buat diaplikasikan di rumah sama Kakak yg masih kelas 2 SD.

    Hihiiii... Seringnya sih aku ajak ngobrol dulu.Kadang macem2 bawa cerita pas udah sampe rumah.

    ReplyDelete
  2. Tipsnya bagus neh mba, supaya anak-anak semakin bahagia ya

    ReplyDelete
  3. Iya, mba. Biar seneng sepulang sekolah. Masalah di sekolah beres, dirumah tinggal main-main, belajar, dst.

    ReplyDelete
  4. Betul-betul Mba, apalagi kalau sekolahnya sampai sore tentu mereka lelah. Kita harus pandai-pandai bersikap agar mood mereka terjaga.

    ReplyDelete
  5. Jaga mood anak betul2 butuh kreatif..kaya disenggol dikit klo lagi ngga bagus moodnya,bisa bahaya yaa mbaa. Anakku belum sekolah sih mba, bisa dijadiin notes utk aku, makasih yah mba, salam kenal

    ReplyDelete
  6. Bener banget, saat pulang sekolah itu memang saat anak diperhatikan. Anak saya, terutama anak kedua, selalu minta diperhatikan. Kebetulan dia sensitif banget. Alhamdulillah, tips2 di atas sering juga saya lakukan ke dia. Kalo anak pertama sih, dia mah cuek. Didiemin gitu aja juga gak kenapa2.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena tiap anak punya karakter sendiri. Nggak bs disamakan.

      Delete
  7. Kalau anak2ku langsung gubrak tidooor hahahaaa... Baru sorenya spt yang diatas itu. :))

    ReplyDelete
  8. huhuhu... saya biasanya melakukan yang nomer 3 itu... salah ya ternyata :(

    ~ pipitta dotcom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditunggu sampai mood si anak membaik mbak, barulah tanya2.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!