Wednesday, November 9, 2016

Tiga Karakter Utama




Alfi

Usia 7 tahun

Ciri fisik: kurus, hidung mancung, rambut ikal. Setiap keluar rumah selalu memakai kerudung. Memperhatikan penampilan secara sederhana. Baginya baju harus sesuai/cocok dengan kerudung.


Kerudung favoritnya adalah putih. Karena warna putih itu selalu cocok dengan baju apapun. Tidak perlu terlalu lama berdiri di depan lemari baju. Cukup dengan menaruh kerudung putih di tempat yang gampang diambil. Untungnya Alfi mempunyai tiga kerudung putih, satu untuk seragam, satu lagi untuk di rumah dan yang baru dari nenek.

Hobby: bersepeda. Dia sudah bisa naik sepeda sejak usia 4 tahun. Gara-gara naik sepeda, Alfi sering jatuh ke selokan. Tapi dia tidak pernah kapok. Dengan bersepeda dia bisa bermain ke rumah teman-temannya. Juga membantu bunda belanja di toko terdekat. Selalu meminta ijin bunda sebelum bersepeda. Tidak pernah pergi jauh. Takut diculik orang tak dikenal.

Sifat: Alfi ini anaknya cerdas dan sebenarnya mudah akrab, tapi hanya dengan teman-teman yang sudah dikenalnya saja. Dia akan bercanda dan bercerita apa saja. Tapi jangan pernah membicarakan kak Amel. Apapun tentang kak Amel adalah  terlarang.


Amel

Usia 10 tahun

Ciri fisik: lebih tinggi dari Alfi, hidung mancung, rambut hitam, panjang dan keriting. Sehari-hari lebih suka memakai celana panjang. Doyan makan. Sayangnya bunda melarang Amel makan sembarangan. Lebih tepatnya menghindari pengawet, pewarna dan perasa makanan. Sayangnya makanan inilah yang disukainya. Nenek sering membelikan di warung tetangga.

Hobby: Penderita down syndrome ini gemar mewarnai dan menggambar. Dia bisa menghabiskan tiga buku gambar dalam satu hari. Isinya hanya coretan crayon dan pensil warna. Coretan di dinding rumah adalah hasil karyanya yang tak boleh dihapus. Ya, iyalah, kalau mau menghapus pasti susah. Harus diperbarui dengan cat dinding. Semua itu butuh uang yang tak sedikit. Bunda menganggapnya sebagai hiasan dinding.

Sifat: pemarah. Tidak bisa mengendalikan emosi. Jika permintaannya tidak segera dituruti, dia pasti marah. Tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya. Baginya, dia adalah nomor satu. Bunda sangat mengerti ini. Untuk menenangkan, bunda harus ekstra sabar. Kadang dengan memeluk dan menyayanginya. Lalu mengajaknya bicara pelan-pelan.

Suka menaruh barang-barang dengan sembrono. Tahu-tahu ada yang pecah. Padahal dia naruh gelas di pinggir meja. Pas lagi jalan kesenggol. 
 
Suka meminta perhatian tamu yang berkunjung ke rumah, dengan cara berteriak-teriak sambil menunjuk sesuatu. Mengambil buku gambarnya dan mengajak tamu ikut mewarnai.

Orang-orang sering khawatir jika dekat dengan Amel. Ada juga yang merasa aneh dengan wajahnya yang mirip dengan ras Mongoloid.  Dia tak peduli. Dia selalu senang dengan dunianya. Cepat atau lambat mereka itulah yang menyingkir darinya. Dan seperti biasa, Amel bebas bermain, berteriak dan berlarian.

Amel ini sangat menyayangi adiknya. Dia selalu ingin bermain bersama Alfi. Kalau dia memiliki kue, pasti dibagi dengan adiknya. Sayangnya kalau lagi marah, tetap saja diluar kendali. Parahnya lagi, diam-diam Amel suka memaksa adiknya untuk mewarnai. Kalau tidak mau, Amel akan marah. 

Diusianya yang kesepuluh ini Amel sudah bisa mengucapkan kata sederhana seperti Ayah, bunda, Aii (Alfi), perintah sederhana. Bunda selalu bersyukur dengan semua pencapaian ini. 



Ustadzah Fida (Mufida Rahmah)

Usia 22 tahun, single. Lulus sarjana  6 bulan yang lalu. Namun sudah mulai mengajar sejak masih mahasiswi. Baginya semakin cepat lulus semakin cepat bekerja. Bukan bekerja sampingan lagi. Itulah cita-citanya: menjadi guru, mencerdaskan anak bangsa.

Ciri fisik: kulitnya bersih, tinggi dan berat badan ideal. Suka tersenyum ketika menyapa. Ada lesung pipi yang membuatnya terlihat semakin cantik.

Sifat: ramah, kalem dan penyayang anak. Wajahnya selalu tampak ceria. Bahkan kepada kak Amel, yang sering dianggap aneh oleh tetangga-tetangganya. Dia selalu tampak menyenangkan.

Bersedia menjadi tempat curhat dan belajar buat Alfi. Kadang-kadang Alfi menganggap sebagai tempat yang tepat untuk melarikan diri dari kak Amel. Rumah mereka berdekatan. Hanya selisih enam rumah. Tak butuh waktu lama Ustadzah Fida akrab dengan keluarga Alfi.

Pekerjaan: guru bahasa Inggris dan bahasa Arab di SDIT Mulia tempat Alfi bersekolah. Mengajarnya memang masih merangkap karena disekolahnya kekurangan guru. Tidak mengajar di kelas Alfi. Padahal Alfi ingin sekali diajar ustadzah Fida. Setiap berangkat ke sekolah selalu bersama, naik motor. Pulangnya saja, Alfi dijemput bunda.

Hobby: leterring dan membaca. Bacaan favoritnya adalah novel. Sambil berharap segera mendapatkan calon suami yang romantis, beriman, pokoknya yang baik-baik saja seperti dalam tokoh cerita yang dibacanya.  Padahal dia pemalu kalau ketemu lawan jenis. Suka grogi pula.

Ustadzah Fida ini orang rumahan, tidak suka kegiatan diluar. Kecuali kegiatan sekolah. Hari libur dihabiskan untuk menikmati hobi.

Note: ternyata mencari gambar lebih sulit daripada menulis karakter. Dianggap mirip-mirip saja, deh.

Semua foto berasal dari internet. 

^_^

Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Hehhee, karakter setiap orang memang berbeda-beda. Amel, hampir mirip dengan sifatku, kalau mau sesuatu harus dituruti, hihihi, kalua enggak ya ngambek :D

    ReplyDelete
  2. tugas penulis adalah menghidupkan karakter yang dibuatnya. berat memang.

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES