Friday, January 13, 2017

Cimory on the Valley





Beberapa waktu lalu saya sempat melihat produk Cimory di salah satu supermarket di kota saya. Agak takjub juga karena pemasaran produknya sampai juga di kota saya. Meski tidak lengkap tapi brand Cimory cukup dikenal. Lalu sempat terpikir, kalau datang ke tempatnya…mau dong!

Well, di akhir tahun lalu, saya bisa mengajak anak-anak mengunjungi Cimory on the Valley di Ungaran. Terletak di Jl. Sukarno-Hatta km 30, Bergas, Jatijajar, Semarang. Kalau dari Semarang (kota) lumayan jauh.  Namun, tempatnya gampang ditemukan. Karena terletak di jalan besar dan strategis yang menghubungkan Salatiga dan Solo. Mudah saja buat yang baru kali ini lewat jalan ini. 

Untuk mencapai lokasi ini (saya dari luar kota), lewat tol Tembalang-Ungaran-Bawen. dari pintu tol berbelok ke kanan. Jangan khawatir tersesat, nanti akan ada papan nama yang cukup besar di samping jalan. 



Menempati lahan seluas 2 ha, Cimory menawarkan paket wisata yang menyenangkan untuk keluarga maupun rombongan pelajar. Ada peternakan dan perkebunan yang bisa jelajahi dengan mudah. Bisa dekat sekali dengan binatang-binatang yang jarang kami lihat secara nyata.

Wisata Edukasi

Awalnya saya berpikir di tempat ini bisa melihat proses pembuatan sesuatu, minimal produksi susu. Seperti di tempat wisata edukasi lainnya, ada guide yang menerangkan langkah-langkah produksi makanan atau minuman. Memang ada pabrik pengolahan susu disamping shop. Saya tidak tahu apakah ini juga dikunjungi untuk umum ataukah rombongan saja.

Tiba disini menjelang pukul 08.00. Ah kami terlalu pagi. pintu gerbangnya baru dibuka sama satpamnya. Beberapa mobil langsung masuk dan parkir tanpa mengambil nomor parkir. Jam segitu pak satpam belum siap di posnya. 

Mungkin sama seperti saya, berangkat pagi sambil menunggu Cimory buka. Untungnya pak satpam yang beberapa saat kemudian tiba di posnya, tetap mempersilakan kami untuk masuk ke dalam Cimory. Semuanya sudah ready. Jadi tunggu apalagi. Masuk dan jelajahi Cimory on the valley saja.

Karena saya termasuk pengunjung biasa bukan rombongan sekolah, jadi cuma keliling saja. Tidak lama karena kami ingin memaksimalkan waktu selama di Ungaran. Ditambah anak-anak lari kesana kemari padahal saya dan suami masih hunting foto.

Playground

Membawa keluarga kesini cukup menyenangkan. Anak-anak bisa nyaman karena banyak arena bermain. Mulai dari masuk tadi anak saya sudah melirik ke tempat bermain anak-anak. Di dekat pintu keluar juga ada lagi. Cimory memang di desain agar anak-anak betah menjelajah setiap jengkalnya.

Feeding Time


Untuk memberi makan binatang ternak kita harus membeli makanannya dulu, ya. Sebungkus wortel harganya Rp 10.000. Wortel ini sudah diiris, tipis sehingga mudah untuk dimakan hewan ternak.

Jam buka mulai pukul 10,00. Pengunjung diperbolehkan masuk ke kandang kelinci dan memberi makan.



Note:


  • Hanya boleh memberi makan dengan wortel dari cimory.
  • Boleh mengelus kelinci
  • Tidak boleh mengangkat kelinci.


Untuk masuk ke area ini dibatasi. Gelombang pertama, saya beserta tiga anak berburu kelinci untuk dikasih makan. Kami adalah pengunjung pertama yang memberi makan kelinci. Awalnya binatang lucu ini berlari, bersembunyi ke kolong rumahnya.

Pelan-pelan kami dekati kelinci. Sambil menyodorkan irisan wortel. Anak saya agak geli juga, begitu saya suruh mengelus bulunya. Maklum tidak biasa bermain sama kelinci. Tapi setelah kita care, kelincinya mau mendekat dan makan wortel. Untuk menghabiskan satu iris wortel ternyata lama juga ya. Anak-anak tidak sabar. Satu kelinci lari, dan dikejar. Di luar pagar sudah berderet pengunjung yang hendak memberi makan kelinci. Yuk, gantian!

Tidak sampai habis wortel yang kita beli. Kami masih ingin berkeliling ke tempat lainnya. Sisa wortel masih dibawa anak-anak. Lalu, buat apa coba?




Selanjutnya kami berleliling kebun yang menyejukkan mata. Tidak terlalu luas. Sebaiknya datang pagi, biar tidak panas. Ada wortel dan cabe, dsb. Semuanya tertata dengan rapi. 



Tiket

Tiket masuk Rp 10,000. Kita akan mendapatkan voucher untuk ditukar dengan susu setelah selesai berkeliling. Saya berharap mendapatkan olahan susu sapi dari Cimory, tapi faktanya susu kedelai. Tidak ada yang lain. Untuk lima susu kedelai ini sepertinya yang harus menghabiskan adalah saya dan suami. 


Harga tiket untuk rombongan berbeda. Seperti dalam brosur, setiap orang membayar Rp 65.000. Dengan biaya sebesar itu dapat apa saja ya? Intip brosurnya:

Program list:


  • Duration 3,5 hours (Monday-Friday)
  • Welcome drink
  • Cimory Farm life presentation
  • Feeding time
  • Lunch
  • Enterpreneur workshop (fun sushi making, soya fun course, fun chocolate making)
  • Goody bag


Restaurant



Restaurant ini begitu menggoda. Dengan konsep ruang terbuka memungkinkan para pengunjung untuk menikmati menu makanan dan minuman sambil melihat pemandangan ala ranch. Jangan heran dengan banyaknya ikon sapi ala Cimory yang ada di berbagai sudut. Nuansa hitam putih sebagai ikon sapi ini bisa dilihat di lampu gantung, juga ornament yang unik.

Menu masakan disini sebagian besar merupakan olahan susu dan daging.  Mulai dari menu ala Barat, Oriental hingga Indonesia. Untuk minuman, menggunakan bahan utama susu sapi, diantara susu murni, yoghurt, milkshake, ice cream. Mulai harga Rp 10.000. Pelayan yang sigap begitu kami memesan makanan.



Sebenarnya restaurant ini adalah tempat yang kita tuju pertama kali. Dan kami adalah pengunjung pertama yang memesan makanan. Huh, perut mesti kenyang sebelum keliling Cimory. Lumayan loh, sekaligus buat menggerakkan kaki dan naik turun tangga.

Ada untungnya juga ketika kami datang pagi-pagi. Saat seperti ini (musim liburan), tempat-tempat wisata pasti ramai. Dengan datang pagi, pengunjung belum banyak, bisa lebih leluasa.

Faktanya, itu tidak berlangsung lama. Setengah jam kemudian arus pengunjung seolah tak berhenti. Aduh, efek liburan, dimana-mana (tempat wisata) biasa ramai.



Saya pesan nasi berkat. Menurut saya ini adalah nasi pecel dengan lauk telur mata sapi dan  tahu tempe bacem. Minumnya, langsung saja saya pesan milkshake, susu rasa strawberi dan pisang.



Puas berkeliling Cimory, pengunjung bisa belanja cokelat dan produk olahan susu disini. Cokelatnya asli lembut. Ada macam-macam cokelat, mulai dari cokelat batangan, wafer cokelat hingga ice cream. Sayangnya tidak ada permen cokelat. Untuk rasa juga bermacam-macam.  Hmm...

Thanks Cimory
 
Saat di pintu keluar itu saya sadar barang bawaan kami ada yang tertinggal. Saya baru saja masuk ke shop, ketika suami menghampiri. Maksud hati mau belanja produk olahan susu, tapi kemudian keluar lagi. 

Tas kamera beserta isinya! Selama ini memang ribet sih kalau membawa kamera dan printilannya. Jadi kami biasa bagi-bagi tugas membawa barang bersama anak-anak. Tapi hari ini benar-benar kacau! Saya sempat panik, aduh, kalau sampai hilang bagaimana? Terutama file-file foto itu. Suami dan si sulung masuk lagi ke Cimory, blusukan ke tempat-tempat yang baru saja saya singgahi. Sementara saya masih berdiri di pintu keluar/masuk, bingung. Sambil memikirkan sebenarnya  tugas siapa yang membawa tas. Kok ya terlupa begitu saja. Terlalu asyik jepret-jepret dan kejar-kejaran sama anak-anak sampai lupa sama tasnya. Tak perlu lama untuk galau, saya lapor saja kepada pihak Cimory.

Saya sangat berterima kasih kepada pihak Cimory yang langsung merespon keluhan ini. Tas kamera akhirnya dikembalikan kepada saya lengkap dengan isinya setelah saya menandatangani surat pernyataan. Lega.

“Selama yang menemukan karyawan kami, insyaAllah tas ibu aman,” kata karyawan Cimory.

Alhamdulillah. Happy travelling!
^_^
Comments
18 Comments

18 comments:

  1. wah ini di Semaran kukira di Bandung loh? Nggak nyangka di Semarang juga ada cimory pengen banget kesana, semoga terlaksana tahun ini

    ReplyDelete
  2. Lucu tempatnya mirip banget sama yang di Puncak. Kemaren ke Semarang ngga tau ada ini jadi ngga mampir eeuy :D

    ReplyDelete
  3. Hallo mba. Aku belum pernah ke Cimory on valley, mba. Teryata bisa belajar edukasi juga ya. Smoga suatu hari bisa mengajak anak :)

    ReplyDelete
  4. Kalo ke tempat wisata memang paling enak pas pagi ya mba, jd belum terlalu ramai.. Aku baru taunya Cimory di puncak, ternyata di Semarang ada juga ya. Bagus tempatnya, restonya jg cakep. Anak2 pasti seneng kalo diajak ke tempat kayak gini.. Bisa ngasih makan kelinci lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ya. Yang disukai anak-anak, kasih makan kelinci.

      Delete
  5. jadi pingin ke sana. saya pun baru tau klo lokasinya itu semarang. kirain di Bandung

    ReplyDelete
  6. Pengalaman ilang barang berharga ditempat umum juga pernah aku alami. Duh, untungnya karyawannya pada jujur yak. Senengnya bisa balik lagi. Yang penting kan fotonya ya Mbak. Masalah kamera atau Hp ibaratnya bisa dibeli lagi, tapi moment ga pernah bisa dibeli yak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khawatirnya foto-foto kita disalahgunakan. Ngeri kan! Tapi alhamdulillah balik lagi.

      Delete
  7. Wah Cimory ada di Semarang juga ya. Feeding rabbit jadi kegiatan yang menyenangkan ya buat anak2, apalagi yang di rumahnya nggak punya hewan piaraan :D Mengajarkan empati juga ke anak2. Aduh untuk tasnya ketemu ya, mba. Masih rejeki...

    ReplyDelete
  8. aku lgs ga fokus ama foto tomat nya mbaa ^o^.. suka banget tomat soalnya ;p. aku pertama kali ke cimory itu, yg resto pertamanya di daerah puncak. ga merhatiin sih apa ada wisata kebun dan ternaknya ga yaa... yg pasti aku singgah di sana hanya utk makan krn pulang dr bandung tuh... kita sengaja lwt jalan memutar, jd ga lwt tol... paling suka menu sosis spiralnyaa ^o^..

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES