Friday, March 24, 2017

Suatu Pagi di Pantai Kelapa, Tuban





Ceritanya kami mau berburu sunrise di Pantai Kelapa. Mau berangkat pagi ternyata anak-anak belum siap. Yang ini itu hingga waktunya molor dari rencana. Lalu bapak yang masih mengajak ngobrol suami. Ah...kapan berangkatnya?



Tiba di pantai kelapa sekitar pukul 05.30, masih sepi. Ada sih beberapa penduduk lokal yang momong anak-anaknya kesini. Bermain ayunan dan pasir di bibir pantai. Atau sekedar duduk-duduk di bangku.

Karena ini adalah hari Minggu, seperti biasa, lokasi wisata selalu ramai. Bahkan penduduk lokalpun ikut menikmati pagi yang cerah di pantai. Lupakan sejenak masalah rumah, sambil momong anak-anak, bermain dengan gembira di pasir pantai.



Saya selalu memilih datang di pagi hari karena udara yang masih sejuk dan angin bertiup pelan. Tidak ada sengatan matahari yang membuat kita takut kulit berubah warna. Tidak pula takut karena sinar matahari yang menyilaukan mata.

Matahari sudah terbit. Dari pantai ini tidak terlihat. Matahari tertutup deretan pohon kelapa di pinggir pantai. Kalau mau melihat mataharinya, harus maju hingga masuk ke pantainya.



Sepagi ini sudah ada penduduk lokal yang mencari kerang untuk dijual. Biasanya sampai siang. Saya melihat kerang-kerang ini menempel kuat seolah membentuk batu karang. Awalnya saya kira seperti itu. Tetapi setelah mendekat ada banyak cangkang kerang berwarna putih.



Namanya pantai kelapa, pastinya banyak pohon kelapa. Disinilah letak keunikan pantai kelapa. Tidak hanya pohon yang berdiri tegak dan melambai-lambai ketika ditiup angin, namun ada juga pohon kelapa yang sedikit bengkok dan roboh. Tapi masih bisa hidup. Pemandangan yang asyik untuk sekaligus menghirup udara segar di pagi hari.

Saya tidak tahu apakah pohon kelapa disini sengaja ditanam sehingga tumbuh berderet, ataukah tidak. Yang pasti di pantai ini kita bakal menjumpai banyak pohon kelapa yang tinggi menjulang dan teduh.

Oh ya, saat ini pantai kelapa sedang berbenah. Maksudnya masih dalam proses pembangunan. Kalau dulu tidak ada fasilitas apapun, sekarang sudah ada toilet. Warung-warung makan sudah banyak. Ada flying fox dan ayunan.



Masalahnya kami datang ketika pantai ini tidak ada petugasnya. Kepagiaan! Padahal di pantai-pantai lainnya di Tuban, pagipun sudah ada petugasnya. Mereka benar-benar mengetahui keinginan para pengunjung. Berburu sunset, memancing, jogging atau sekedar duduk-duduk cantik sambil menggelar tikar.

Seperti di pantai Sowan, Remen dan Boom, pagi seperti ini sudah ada petugasnya. Karena salah satu daya tarik pantai adalah mataharinya. Iya, melihat matahari terbit dan terbenam itu suatu kenikmatan alam yang diberikan Tuhan secara gratis. Secara perlahan kita melihat gerakan matahari yang muncul dari balik awan lalu bola panas raksasa itu memperlihatkan wujudnya. Terang! Semburat awan seperti pensil warna-warni yang menghias langit. Indah!



Si bungsu sudah sejak turun dari mobil langsung berlarian ke pasir. Bermain pasir lalu maju ke pantainya. Bukan pasir lagi. Tapi menyerupai lumpur, kental, lengket.

Anak saya sih enjoy saja, ambil lumpur, pasir lalu membuat sesuatu. Berlarian kesana kemari tanpa sedikitpun merasa risih dengan semua yang sudah menempel di tangan dan kakinya.

Setelah itu barulah kami mengajaknya ke kamar mandi. Dan apa yang terjadi? Hwa... semua kamar mandi dalam keadaan terkunci rapat. Pantas saja ibu-ibu yang duduk cantik cuma melongo melihat anak saya dekil seperti ini.

Salah satu jalan untuk membersihkannya adalah mencelupkan kaki dan tangan anak ke air pantai. Sayangnya rencana ini batal karena tidak mungkin dilakukan. Kami pasti melewati lumpur tadi dan kotor lagi. Bukan hanya anaknya yang kotor, melainkan ayahnya yang ikut menggendong.

Saya ingat ada masjid di dekat sini. Keluar dari pantai kelapa menuju arah barat, ada masjid yang belum selesai dibangun. Disitu si bungsu membersihkan tangan dan kakinya.  Sekaligus ganti baju.

Note:


  • Selalu membawa baju ganti jika mengajak anak bermain di pantai.
  • Jangan berangkat pagi. Kecuali jika hanya sekedar ingin melihat pantai lalu pulang.
  • Jika ingin foto-foto cantik, carilah tempat yang bersih.


Masalah sampah ini memang selalu menjadi momok di pantai. Termasuk dipantai kelapa. Sampah bisa berasal dari pengunjung yang tidak mau menjaga kebersihan seperti sampah pembungkus snack. Atau bisa pula karena kiriman dari laut. Kalau sudah seperti itu, saya rasa sangat penting untuk menggugah kesadaran masyarakat sebagai pengunjung maupun warga setempat.

Jalan menuju pantai kelapa ini cukup mudah. Kalau dari alun-alun lurus saja ke barat hingga pertigaan Jl. Manunggal. Terus saja ke barat. Nah, nanti ada gapura yang bertuliskan Gang Pantai Kelapa. Jalannya cukup sempit, hanya bisa dilalui satu mobil. Kalau membawa kendaraan roda dua cukup mudah untuk parkir. Bisa di pasirnya dan sangat dekat  dengan pantai.

Terletak di desa Panyuran, kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, pantai kelapa ini cukup gampang ditemukan. Dari jalan raya masuk lagi sekitar 200 meter. Hanya saja gangnya hampir sama dengan gang lainnya. Untuk mengenalinya ya mesti jalan pelan-pelan agar tidak kebablasan.

Meski saya bisa berkunjung dengan gratis, tapi seorang penduduk setempat mengatakan bahwa setiap pengunjung harus membayar tiket masuk. Nah, ini berlaku jika ada petugasnya. Selama tidak ada seorangpun yang bertugas, maka berpuas-puaslah bermain di pantai. Lanjutnya nanti akan ada wahana yang dibangun untuk memanjakan para pengunjung pantai. Semoga ya.



Di pantai ini kita bisa melihat perahu-perahu nelayan yang berwarna warni yang ditambatkan di bibir pantai. Ada bendera merah putih yang dipasang di sebuah tiang perahu. Sebagai identitas nelayan ketika pergi beralayar.  Cukup mengesankan ketika mendapati perahu-perahu nelayan disini.

Nah, jika ingin berfoto dengan latar perahu, atau bahkan di perahunya, ada kok yang diletakkan di pasir, jadi kita tidak perlu turun ke laut. Ayo dipilih!

Happy traveling!

^_^
Comments
18 Comments

18 comments:

  1. Aaah... rasanya segar ya mba, pagi2 menghirup udara pantai yang bersih :)

    ReplyDelete
  2. Kebayang duduk di bawah pohon sambil menikmati pemandangan indah dan ditemani bunyi deburan ombak. Hmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww...settingnya cocok buat nulis romance deh.

      Delete
  3. Cantik ya pantainya, kalau untuk lihat sunset bagus kah ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kakak. Lalu aku pengen berburu sunset...

      Delete
  4. Klo kelapanya sudah berbuah asyik mbak... Kali aja berikutnya ada wisata sambil petik kelapa muda☺

    ReplyDelete
  5. Wah pasti tenang berada di sana. . .nyaman lihat kelapa yg hijau

    ReplyDelete
  6. Saya belum pernah ke tuban. Liat kelapa rimbun gt kok rasanya adem bener ya

    ReplyDelete
  7. Wah.. Pantainya masih sepi ya Mba.. Semoga pembangunannya bisa segera selesai. Kan lumayan buat pemasukan daerah. :)

    Ah..jadi pengen mantai juga. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih kepagian mba. Tapi ya sudah ada beberapa pengunjung. Bahkan petugasnyapun nggak ada.

      Delete
  8. di jakarta pantainya cuma ancoll.. itupun ga menarik didatangin krn kotor :( .. kalo mau ke pantai, biasanya aku planning ke daerah2 pantai pas liburan mba... aku nya sih ga suka pantai sbenernya krn panas ;p, tapi anak2 suka banget... kmrn aja mereka beli peralatan sekop mainan dan lain2nya itu supaya nanti kalo liburan ke pantai bisa sambil main2 begitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik loh kalau main ke pantai. Yang penting tempatnya bersih.

      Delete
  9. saya 3x ke tuban .... sumpah belum pernah ke sini :-( .. hanya ke goa , pantai boom, sama makam sunan ... nyicipin iwak P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Tuban yang dikenal ziarah makam sunan Bonang ya.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES