Tuesday, July 25, 2017

Siapa yang Mencoret, Dialah yang Membersihkan





Cerita parenting kali ini seputar perilaku teman-temannya anak saya. Masih relevan ya membahas teman-temannya. Karena sedikit atau banyak hubungan pertemanan itu saling mempengaruhi.

Ceritanya begini, pagi hari saya menemukan coretan di pagar rumah. Memang tidak banyak, tapi saya penasaran dengan pelakunya. Saya mulai berpikir, anak-anak saya memiliki alat tulis untuk mencoret seperti itu atau tidak ya. Si bungsu bilang kalau yang mencoret adalah teman-teman kakaknya.

Kok bisa? Temannya mencoret pagar rumah orang. Kenapa tidak pagar rumah sendiri. Kenapa mesti rumah saya?

Saya tahu pagar rumah saya sudah jelek. Cat juga sudah mengelupas. Tapi bukan berarti bahwa coretan itu tidak bermasalah.

Andaikan pelakunya adalah anak balita, mungkin ya saya berusaha memakluminya. Tapi ini anak-anak kelas VI, yang usianya sudah 12 tahunan. Wajar bukan kalau saya tidak terima?

Akhirnya saya diskusi dengan anak kedua saya. Dia membenarkan kalau itu adalah ulah teman-temannya. Lha, kamu ngapain sampai mau-maunya rumah kita dicoret-coret! Aneh bin ajaib!



“Aku sudah bilang, nanti dimarahi ibuku! Tapi tetap saja dicoret!”

Saya tidak mau ngomel panjang lebar. Saya cukup memberikan dua pilihan: kamu mau menyelesaikan masalah ini atau ibu yang turun tangan.

Langsung saja dijawab. “Iya...iya ,nanti habis dhuhur!”

Benar saja. Teman-temannya diajak ke rumah. Seperti biasa, mereka main-main di teras. Setelah agak lama, saya mengintip tidak ada kegiatan membersihkan coretan itu. Maka, si anak saya panggil, “Sudah dibersihkan belum?”

Anak saya senyum-senyum. Lalu bergegas menemui teman-temannya dan memerintahkan untuk membersihkan coretan di pagar.

Saya masih di dalam kamar. Saya tidak perlu mengawasi mereka seperti seorang mandor. Saya biarkan saja semua berjalan natural. Dari kamar saya bisa mendengar anak-anak bercanda sambil ngobrol. Sambil mainan air kran. Biasa saja.

Ketika teman-teman anak saya sudah pulang, saya lihat pagar saya sudah terbebas dari coretan.

Note:


  • Saya dengan tegas meminta anak saya menyelesaikan masalah ini karena saya yakin anak-anak seumur itu sudah mengerti tanggung jawab. Sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Sudah paham benar salah.
  • Setiap perbuatan mengandung resiko. Termasuk ketika mengganggu rumah orang. Mereka pasti tahu kalau perbuatan tersebut tidak baik. Makanya mereka bersedia bertanggung jawab. Ringan kok. Cuma membersihkan saja.
  • Dengan kejadian ini saya berharap anak-anak mengerti. Mana tempat umum dan tidak. Mana yang boleh dan tidak. Semua tempat ada aturannya.  
  • Tidak sembarangan menyalurkan bakatnya. Kalau suka menggambar lebih baik disalurkan secara positif. Ada media untuk menampung kreatifitas anak.


Anak-anak sekarang sangat berbeda dengan jaman saya dahulu. Takut kalau bertemu dengan orang tua. Kalau ditanya saja menjawab seperlunya. Nah, kalau sekarang. Ketemu saja biasa saja, tidak merasa mengganggu atau bagaimana. Melakukan vandalisme juga tidak takut. Padahal jelas-jelas anak saya menakuti mereka dengan mengatakan, “Nanti dimarahi ibuku loh!” Anak-anak sekarang rasanya tidak takut dengan ancaman. Masih senyum-senyum seperti biasa. Bertemu saya ya biasa saja.

Semoga ini menjadi pelajaran bahwa setiap tamu, meskipun anak-anak tetap menjaga perilakunya. Dimanapun!

^_^
Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Wah...solusi mantap Kak Nur, Mama tak perlu marah-marah ke anak orang. Anak belajar menyelesaikan masalah secara mandiri. Keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena marah tidak menyelesaikan masalah.

      Delete
  2. betul mba sebaiknya anak diberi kesempatan terlebih dahulununtuk selesaikan masalahnya mantap mba 👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba, biar dia juga berani menghadapi teman-temannya.

      Delete
  3. Pembelajaran yg keren, diterapkan sejak dini. . Kunbal y

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES