Friday, August 5, 2011

"Ini buat Ibu"

No comments :
“Tak…tak…tak..” suara langkah kaki anak-anak yang sedang berlari sepulang sholat maghrib. Sudah seringkali saya mengingatkan untuk berjalan pelan saja, tetap saja berlarian, berkejaran dengan saudaranya.Orang tua kadang terlalu mengkhawatirkan anak.



Kadang-kadang bahkan sambil berteriak, atau mungkin saja saling menjahili saudaranya. Lalu tertawa-tawa, mungkin untuk mengungkapkan kegembiraannya bahwa dia lebih dulu tiba di rumah.

Saya menghampiri mereka, dan, “Ini buat Ibu,” kata Irfan kepada saya. Dia menyerahkan satu kue.
Saat itu saya sedikit GR. Kok ya sempat ingat saya ya. Kok ya sempat-sempatnya mengambil  kue takjil di musholla buat saya. Beberapa hari yang lalu, anak-anak cuma mengambil untuk diri sendiri. Dimakan di mushola lalu bercerita pada saya.

Lalu hari ini, tiba-tiba saja mereka membawakan beberapa kue takjil. Saya tak pernah menyuruhnya. Bukankah di rumah juga ada. Dan kue-keu dari mushola itu adalah dari warga sekitar, termasuk saya. Dibagi secara bergilir.

“Makasih, sayang,” jawab saya sumringah.

Saya menoleh pada si kecil. Dia juga dibagi kue, meskipun cuma beberapa gigitan. Hari ini anak-anak telah belajar berbagi. Bahwa berbagi itu indah dan tentu saja mudah. Selalu ada cinta...

Iseng-iseng saya tanya, “Kok tumben ibu dibawakan kue?”

Tak ada jawaban. Mungkin saja kosa kata mereka tak menjangkau pertanyaan saya. Atau mungkin anak-anak lagi puasa ngomong? Pertanyaan diulangi lagi. Daripada tetap tak ada jawaban, maka saya harus lebih kreatif. Menyediakan jawaban buat menjawab pertanyaan saja. Nanti tinggal bilang setuju saja.

Namun belum sempat saya membuat jawaban, si Ihsan sudah membuat jawabannya sendiri, “Lha tadi makanannya banyak. Kalau kemaren kan sedikit. Jadi ya ngambil sedikit.”
Jamaah mushola memang sedikit. Biasanya orang tua dan anak-anak yang rutin menjadi jamaah. Ada marbot musholla. Kami memanggilnya "ustadz" karena selain mengajar mengaji anak-anak juga sering mengisi pengajian di lingkungan sekitar.

Jadi kue-kue itu kalau masih banyak juga dibagi tetangga-tetangga mushola, atau siapa saja yang mau. 

Jadi...



“Ooow..”

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!