Tuesday, October 25, 2016

Abon Ikan Tuna




Resep ini berasal dari blognya mba Diah Didi. Bisa googling sama sang mastahnya. Barokallah ilmunya! Kalau saya sih masih dalam kadar mencontek resep, uji coba berkali-kali. Dan beberapa resep yang sukses saya kumpulkan di blog.

Meski resepnya dari mba Diah Didi, namun saya membuat sedikit variasi rasa dengan menambahkan cabe dan merica bubuk. Yang seperti ini bisa banget kok disesuaikan dengan selera kita. Pada dasarnya sih sama.

Oh ya, untuk ikan, jujur saja, saya kurang bisa membedakan antara ikan tuna dan tongkol. Please jangan tanya masalah ini ya. Lalu bagaimana saya mencari bahan (ikan tuna)? Kebetulan saya sering mendapat ikan tuna kaleng dan kiloan (500 gr hingga 1 kg). Nah, karena banyak sekali saya mikir mau dibuat apa lagi. Selama ini saya mengolahnya untuk omelet, nugget, pepes, atau digoreng kering. Kadang untuk variasi rasa saya kasih bumbu: bumbu bali dan lodeh.

Kalau di pasaran ada beberapa merk tuna fillet. Tersedia mulai dari ukuran 80 gr, 95 gr (kurang dari 100 gr). Bisa ditemukan di supermarket-supermarket. Bagi saya, lebih mudah mengolah tuna fillet seperti ini. Karena dagingnya sudah bersih dan sudah dipotong kecil-kecil.

Untuk fillet ikan tuna ini ada bermacam-macam rasa. Tapi jika digunakan untuk abon, sebaiknya memilih yang original saja. Perlu diperhatikan juga untuk mengurangi pemakaian garam. Karena tuna filletnya sudah terasa gurih.

Abon Ikan Tuna

Bahan:

600 gr daging ikan tuna fillet
2 batang serai
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk (buang tulangnya)
3 cm lengkuas
300 ml santan kental
Garam secukupnya
100 gr gula merah. Sisir halus.

Bumbu halus:

10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kunyit
4 butir kemiri, sangrai
2 cm jahe
1 sdt ketumbar
5 buah cabe keriting (jika suka pedas, bisa ditambah lagi)
Merica halus secukupnya

Cara membuat:


  1. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan bumbu-bumbu lain dan santan serta tuna fillet.
  2. Masak hingga meresap dan santan habis. Koreksi rasa sampai pas terasa gurih dan sedikit manis.
  3. Pindahkan ke wajan anti lengket yang tebal. Masak tuna hingga benar-benar kering dan terasa ringan.
  4. Simpan di toples jika sudah dingin.


Note:



  • Untuk memasak abon tuna ini membutuhkan waktu lama. Ketika saya membuat 1 kg abon tuna butuh waktu sekitar 1,5 jam. Tapi tenang, bisa sambil mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Hanya saja jika bumbu sudah meresap dan mulai kering jangan ditinggal ya!

  • Awal-awal memasak tuna, sesekali saja diaduk. Sedangkan jika bumbu sudah meresap, mulai lebih sering mengaduk. Jangan lupa untuk memperhatikan apinya. Semakin kering semakin kecil apinya agar tidak mudah gosong.

  • Untuk memasak tuna sebanyak ini saya membaginya menjadi dua bagian setelah bumbu meresap. Mengapa? Agar mudah mengaduk secara merata dan tidak berat.

  • Setelah tuna menjadi abon, segera pindahkan ke loyang atau nampan (pokoknya ada wadahnya). Mangapa? Agar abon tidak terkena sisa panas dari wajan sehingga penampilan abon terjaga alias tidak gosong.

  • Ciri abon tuna adalah ketika kita mengaduknya terasa ringan. Jika ditekan tidak ada lagi kandungan air.


Abon tuna ini cocok buat sarapan dan bekal buat anak. Kalau sudah ada stok lauk seperti ini, tinggal membuat sayurnya saja. Atau ditambah dengan menu lainnya. Cukup praktis namun tidak instant!

Selamat memasak!

^_^

Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Pengen coba ih. Kemarin coba abon lele rasanya lumayan gurih, meski ada amis2nya dikit. :)

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES