Tuesday, August 2, 2011

ASI (Air Susu Ibu)

No comments :
Suatu hari saya membawa anak saya yang masih balita ke dokter anak yang sangat terkenal di kotaku. Seingat saya anak saya sedang sakit batuk dan demam. Sudah berlangsung beberapa hari. Saya pikir dengan membawanya ke dokter itu, anak saya lekas sembuh, tentu saja dengan ijin Allah.

Setelah lama mengantre, akhirnya tibalah giliran saya. Setiap kali pergi ke dokter sendirian, saya selalu teringat suami saya. Duh, betapapun rumitnya masalah kalau sedang berada di sisi suami, InsyaAllah bisa dibagi dan dibantu. Apalagi ini masalah anak sakit. Ya sudahlah. Anak saya segera diperiksa, dan saya mulai bertanya macam-macam soal penyakitnya. Walaupun sudah berkali-kali menghadapi anak sakit, tetap saja saya cemas.

Dalam pembicaraan itu si dokter menyarankan saya untuk berpantang makanan. Ada makanan tertentu yang bisa memicu kehadiran si batuk. Okey, saya setuju. Lalu si dokter menyarankan saya untuk memberikan susu tambahan dengan merek tertentu karena anak saya berbat badannya kurang dari normal. (Bisa-bisa kena busung lapar, katanya). Ujung-ujungnya saya disuruh menyapih si kecil, yang waktu itu masih setahunan. Alasannya, “ …kita tidak perlu terpaku pada dogma agama yang menyuruh menyusui bayi hingga dua tahun. ASI ibu tidak akan mencukupi kebutuhan minum si kecil. Berapa banyak yang sudah ibu berikan setiap hari? Tentu itu sangat kurang. Karena menyusui tidak bisa ditakar….” Seterusnya bla..bla…bla… yang membuat telinga saya makin gatal saja. Ingin rasanya mengajukan bantahan, tapi saya batalkan niat saya. Karena saya disini hanya butuh obat si dokter, tidak butuh ceramah itu.

Ini salah satu kisah yang saya alami, dan saya yakin di belahan bumi ini ada banyak kisah tenaga medis yang “menyarankan” hingga memaksa sang ibu untuk tidak menyusui bayinya. Wahai para ibu yang berhati mulia, tetaplah istiqomah menjalankan peran kita.
Beberapa kali saya juga dihinggapi perasaan tak nyaman ketika berhadapan dengan kerabat atau tetangga yang mengiyakan “kisah” saya. Mereka juga ikut-ikutan memvonis anak saya kurus karena ASI. “Coba disapih saja. Nanti pasti mau makan.”

Sekarang anak saya sudah berusia 1 tahun 8 bulan. Alhamdulillah saya masih memberinya ASI. Alhamdulillah anaknya sehat, meskipun kadang-kadang juga sakit. Menurut saya masih wajar. Memang penyakit rata-rata anak kecil adalah susah makan. Sudah banyak strategi yang dipasang, namun belum berbuah. Hanya satu yang mesti dipegang, “usaha, sabar dan yakin”.
Surat Luqman (31:14):

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Surat Al-Ahqaaf (46:15):

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tigapuluh bulan,…..
Surat Al Baqarah (2:233):

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurankan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.

No comments :

Post a Comment

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!