Friday, June 23, 2017

Cafe Sawah di Desa Wisata Pujon Kidul, Malang



l
Assalamualaikum,

Taraa...akhirnya sampai juga ke Cafe Sawah dengan pemandangan sawah dan gunung-gunung yang menjulang. Sesuai namanya, cafe, semacam warung yang menjual aneka makanan dan minuman. Mulai dari menu prasmanan, bakso, bubur, dsb. Minumannya bermacam-macam, ada aneka jus, es buah, sinom, dsb.


Awalnya saya pikir di desa wisata itu banyak tempat yang bisa dikunjungi. Semacam kegiatan yang dilakukan warga di pedesaan. Tapi ternyata tidak. Kalaupun untuk berkunjung ke peternakan, kebun, dsb hanya untuk tamu undangan. Sedangkan cafe sawah ini terbuka untuk umum. Buat saya, ini sudah cukup menarik!

Buat kita ingin sejenak rehat dari hiruk-pikuk pekerjaan dan rutinitas, cafe sawah cocok dijadikan pilihan liburan. Suasananya sangat mendukung. Asal tidak hujan saja, kita bakal menikmati pemandangan alam di Pujon Kidul yang asri.   

Disini saya bisa puas foto dengan latar pegunungan. Kadang saya merasa seperti sedang melihat lukisan. Tapi nyata. Lebih indah melihat secara langsung, merasakan hembusan angin dan sejuknya hawa pegunungan. Menikmati keagunganNya yang terhampar di depan mata. Sesuatu yang saya impikan sejak dulu. Maklum orang pantai lebih memilih yang kontras dengan daerah asalnya.




Terletak di desa wisata pujon kidul, kabupaten Malang, cafe sawah ini mengusung konsep back to nature. Yeah, cafe dibuat sealami mungkin agar para pengunjungnya betah berlama-lama. Suasana benar-benar ala pedesaan, ada sawah, kebun dengan udara yang segar. Kita bahkan bisa melihat kegiatan pertanian disini. Pak tani yang mengurus sawah dan kebun-kebunnya.

Menggunakan lahan desa, cafe sawah ini dikelola oleh warga. Dengan menggerakkan warga lokal, mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Sedangkan hasilnya untuk desa dan karang taruna.



Lokasi ini meski ala pedesaan tapi instagramable banget. Banyak spot menarik untuk berfoto ria. Karena saya datangnya siang dan weekend, jadi ramai banget. Mau foto saja mesti mengantre. Sepertinya tidak ada celah yang sepi. Semua penuh dengan pengunjung yang entah cuma ingin nongkrong cantik sambil menikmati alam atau justru kesini dengan tujuan selfie.

Rute:



Untuk menuju lokasi ini cukup mudah. Karena saya berasal dari luar kota, lewat Jombang dari kanan jalan. Masuk gapura yang bertuliskan “Desa Wisata Pujon Kidul. Sementara kalau dari Batu, sekitar 7 km. Patokannya setelah patung sapi (ke arah Coban Rondo) lurus saja. Nanti ada gapura tadi. Nah, kalau sudah masuk gapura ini, ada banyak petunjuk arah hingga Cafe Sawah.

Meski jalannya sempit tapi jangan khawatir ada petugas yang mengatur. Jadi mobil yang masuk dan keluar mesti satu-satu. Tempat parkirnya luas.



Parkir Rp 5.000

Tiket masuk Rp 5.000

Setelah membayar tiket masuk, kita bisa menggunakannya sebagai voucher untuk ditukar dengan makanan dan minuman di Cafe Sawah. Kita bebas memilih.




Sebelum memutuskan untuk makan-makan, kita bisa mampir di Roudh 78. Disini kita bisa melihat kolam ikan, kandang kuda. Atau kalau mau naik kuda keliling lokasi. Jangan lupa untuk berfoto-foto. Memang semua tempat disediakan untuk berfoto sih!



Selanjutnya adalah cafe sawah. Kita bisa memilih menu makanan dan membayarnya. Teknisnya begini: untuk menu prasmanan yaitu menu masakan rumah, kita langsung mengambil makanan dan bayar di kasir. Untuk membeli jus juga demikian. Tempatnya beda-beda. Tapi untuk bakso, snack dan minuman lainnya menurut saya cukup ribet. Kita harus pesan dulu di counter makanan, ditulis di nota, lalu bayar di kasir. Setelah beres barulah kita menyerahkan nota yang sudah lunas itu ke counter makanan dan mengambil makanan kita.



Saya sempat bingung dengan pelayan bagian bakso. Karena saya tidak mengerti alurnya sementara pelayannya tidak ramah, tidak mau menjelaskan alur pembelian yang cukup menyita waktu. Saya seperti diping-pong. Ya, namanya baru pertama kali kesini, wajar kalau belum hafal tempat ini itu. 

Bayangkan saja, untuk makan bakso, pertama kita harus mengantre pesanan. Kedua harus mengantre di kasir. Ketiga mengantre mengambil bakso. Butuh waktu lama. Kalau tidak ingat bahwa itu adalah pesanan anak-anak, pasti sudah saya tinggal saja.



Kalau sedang sepi kita bisa memilih tempat untuk makan. Mau di tengah sawah, atau di gazebo-gazebo atau justru mau lesehan (ada karpetnya). Sayangnya saya tidak mendapat tempat dimanapun. Ya sudah, sambil lesehan di lantai saja.

Note:

Sebaiknya datang pagi saja biar puas kalau mau foto dan makan-makan. Lalu mencari tempat yang layak untuk sekedar bersandar.



Ada satu lagi tempat untuk memesan makanan. Dan makanannya bisa diantarkan ke tempat kita. Menu-menu disini cukup merakyat. Artinya dari segi harga, cukup terjangkau. Seperti nasi prasmanan ini dua piring Rp 25.000. untuk bakso Rp 10.000. Pisang goreng pasir Rp 8.000. Yang lainnya tidak sempat difoto.

Untuk membayar makanan dan minuman tersebut saya menggunakan voucher (tiket masuk). Kekurangannya ya bayar cash. Jadi sebenarnya kita kesini dan membayar tiket itu untuk makan-makan. Sebaiknya begitu ke kasir langsung pakai voucher.



Secara rasa, makanan dan minuman disini lumayanlah. Cukup mengenyangkan setelah capek jalan-jalan. Sebaiknya setelah keliling lokasi baru makan-makan. Tapi ya sama saja, dimana-mana ramai. Di sepanjang jalan, di pematang sawah dan cafe selalu penuh orang.



Seperti inilah ekspresi kami yang jarang melihat kebun sayur (selada). Ingin memetik dan makan di tempat. Hanya melihat saja sudah senang apalagi kalau dimakan. Tapi ... itu kebun orang! Ops!

Happy traveling!

^_^
Comments
29 Comments

29 comments:

  1. Wah walopun di tengah sawah tapi bagus yaa, kreatif bikin idenya. Apalagi tiket masuknya murah banget pantes aja kalau ngantri.

    ReplyDelete
  2. wah malang ini benar-benar nggak pernah kekurangan tempat piknik ya, mbak

    ReplyDelete
  3. Cafe sawah itu inovasi kreatif menurutku. Tetap memberdayakan alam tanpa merusak dan mendatangkan nilai ekonomi. Makan disini, hati jadi makin tenang :)

    ReplyDelete
  4. Waaah keren banget mbak, jadi kepingin ke sana dan merasakan santap menyantap di alam terbuka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan sambil memandang view seperti ini, senang banget deh. Pikiran jadi lebih tenang.

      Delete
  5. keren banget, cum akalau lagi hujan ya, gak nyaman, kalau terang begini aku mauuuu

    ReplyDelete
  6. Wah, bagus banget ya pemandangannya. Makan deket sawah itu bikin saya keingetan masa kecil. Dulu sering banget makan di saung sawah bareng kakek dan alm. Bapak...

    ReplyDelete
  7. bagus banget ya mbak, bakalan refresh abis liat hamparan sawah. Tapi sayang juga ya kalau pelayannya kurang ramah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bawa keluarga kesini seneng banget. Bener2 bisa lihat sawah, bahkan pegang2 pa.dinya.

      Semoga diperhatikan pelayanannya, agar pengunjung semakin betah

      Delete
  8. wah cafe sawah yang punya ide ini cukup briliant ya, sawah jadi tempat wisata sekaligus makan-makan hehe ... meski rada ribet mungkin cuma masalah tekhnis saja kali ya
    sip say referensi banget nih

    ReplyDelete
  9. Aku malah belum pernah ke Cafe Sawah, soalnya ngga ada temennya :( *lah kasian banget

    Setauku memang Cafe Sawah ramah keluarga dan cocok untuk ngumpul bareng sambil menikmati suasana hijau. Terjangkau juga ya, tiketnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena aku kesana pas ramai-ramainya ya...jadi penuh pengunjung dimana-mana. Yuk main kesini!

      Delete
  10. wah ini pujon saat ini , padahal dulu pas kesana masih direhap ... wihhhh malang emang gak ada matinya ... jadi kepengan pakek sawahku di desa kepengen buat kafe ginian heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, mas, sawahnya dibikin tempat wisata, pasti seru!

      Delete
  11. Seru kayaknya nih Bun, cafe nya terletak di tempat yang fresh juga, uhuyyy, salken #DuniaFaisol

    ReplyDelete
  12. Padahal saya orang kota malang, tapi saya kok gak tahu ya kalau ada Cafe sawah

    ReplyDelete
  13. Kelihatannya bagus tuh pemandangannya

    ReplyDelete
  14. Wkt itu baca review mba mesikapw ttg warung sawah ini.. Udh suka banget aku. Ngebayangin makan sambil ngeliatin pemandangan sawah mba :D. Makin lahap pasti :)..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga baca tulisannya mba Mer, lalu blogger2 yang diundang ke desa wisata. Jadi pengen ubek-ubek tempatnya.

      Delete
  15. Wah lihat fotonya seru banget kafenya, pengen kunjungi ni

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES