Friday, October 14, 2016

Air Terjun Kakek Bodo

18 comments :




Assalamualaikum travelers,

Sudah ada rencana buat jalan-jalan? Mau mencari yang murmer dengan sedikit tantangan? Ada yang mengatakan bahwa tidak seru traveling tanpa perjuangan. Yeah, yang namanya perjuangan bisa bermacam-macam. Misalnya naik turun gunung dengan medan yang tak mudah atau mencari tempat yang hendak dituju tapi tak kunjung ketemu, dsb.




Perjalanan menuju lokasi wisata ini sungguh dimanjakan dengan pemandangan pegunungan, rumah-rumah penduduk yang berada dibawah dan diatas dan hamparan sawah. Vila, hotel, penginapan bertaburan di daerah ini. Tinggal pilih sesuai keinginan atau sesuai budget. Saya seperti ingin berteriak, “Wow”. Saya bersyukur masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk melihat dan mengunjungi tempat-tempat yang indah. Sungguh suatu kenikmatan yang tak terhingga.



Asal Usul air terjun Kakek Bodo

Nama air terjun Kakek Bodo berasal dari cerita penduduk setempat. Kakek Bodo dahulunya adalah seorang pembantu rumah tangga keluarga Belanda. Dia orang yang saleh dan jujur. Dia meninggalkan keluarga Belanda untuk menyucikan diri meninggalkan masalah duniawi dengan bertapa. Karena sikapnya ini, keluarga Belanda yang ditinggalkan menyebutnya sebagai kakek yang bodoh (Kakek Bodo).




Berkat bertapanya, si kakek memiliki kelebihan/kesaktian yang digunakan untuk membantu masyarakat setempat yang meminta pertolongan. Kakek Bodo meninggal di tempat bertapanya. Makamnya sampai sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Cerita tersebut bisa ditemui di Makam Kakek Bodo yang terletak di area air terjun ini.

Lokasi wisata:



Jl. Taman Wisata no. 541, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur



Air terjun Kakek Bodo merupakan destinasi wisata favorit di Pasuruan. Terletak di lereng gunung Arjuno, dengan hamparan pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon tinggi menjulang membuat suasana tampak natural. Udara disini terasa sejuk.

Tiket masuk:

Rp. 10.000
Parkir Rp 5.000.

Kendaraan bisa diparkir tepat di depan pintu masuk lokasi wisata. Dari sini saja saya bisa menghirup udara sejuk. Ingin segera turun ke bawah dan melihat air terjunnya.

Jarak dari loket hingga air terjun kurang lebih 400 meter. Katanya sih jalannya landai. Maksud saya tidak banyak tanjakan. Hati terasa tenang seketika. Tapi faktanya, dimana-mana travelers melihat air terjun biasanya tetap butuh perjuangan. Hiks..hiks perjuangan. Dan mestinya butuh latihan agar ringan melangkah.



Melihat tempatnya yang nyaman karena banyak mainan anak, saya yakin kedua bocah bakal betah disini. Langkah pertama menuju air terjun adalah dengan menuruni tangga. Oke, tangganya masih mudah, lalu menuju jembatan. Total ada 3 jembatan disini, semuanya berwarna orange, ngejreng banget.



Anak-anak girang bukan main. Maksud hati mau main-main dulu, tapi kami khawatir hari semakin sore. Kami datang sudah sore. Aduh, salah waktu lagi. Padahal sebenarnya jam berkunjung dibatasi hingga pukul 16.00 saja. Tapi kok ya masih banyak yang datang setelah jam tersebut.



Setengah perjalanan saya masih kuat, demikian juga anak-anak. Ah, mereka tetap semangat. My trip my adventure! Saya membawa bekal satu botol air mineral. Saya rasa sudah cukup karena tadi di parkiran  baru saja makan (bawa nasi bungkus). Ceritanya makan siang tapi agak  terlambat karena anak-anak tidur selama perjalanan.



Kalau sedang dalam perjalanan seperti ini waktu makan harus menyesuaikan. Diantara jam makan berikutnya bisa diisi dengan snack agar perut tidak kosong dalam jangka panjang. Harus bisa survive gitu loh! Dalam keadaan kenyang saya harap saya, suami dan anak-anak akan kuat naik turun tangga hingga pulang.



Lagi-lagi saya yang kalah. Tapi saya tidak mau sendirian. Jadi saya minta si kecil menemani saya yang sedang ngos-ngosan di ayunan. Sambil main ayunan sambil mengatur nafas. Biarlah suami dan kakaknya yang melihat air terjun.


Rupanya si kecil tak betah bersama saya, “Ayo, ikut ayah!”



Oke, dengan sepenuh harap, semoga kuat, doa saya dalam hati. Daripada malu dihadapan anak kecil, saya melangkah pelan saja. Perjalanan tak mudah bagi orang macam saya yang jarang berolahraga. Uhuk!



Dibutuhkan tenaga ekstra untuk mendaki tangga. Berat banget! Selanjutnya melewati jembatan. Jalan mulai lempeng deh. Syukurlah jalanan bagus. Jadi tidak terjal ataupun licin. Jalanan sudah dibuat nyaman bagi pengunjung.

Semakin mendekati air terjun udara makin dingin. Rasa takjub muncul ketika melihat air terjun dari kejauhan. “Ayo!” teriak si bungsu bersemangat. Dia tidak sabar ingin segera bergabung dengan kakaknya, bermain air.

Waktunya bermain



Anak-anak tidak tahan untuk segera bermain air di sungainya. Airnya jernih. Jika berdiri didalam air ini, kaki kita bakal kelihatan. Pastikan mencari tempat yang aman. Kalau saya memilih di pinggir saja. Duduk di batu sungai yang agak besar sambil memandang kagum air terjun.



Pengunjung sudah mulai sepi. Waktu berkunjung sebenarnya sudah berakhir dari tadi. Maka kami harus bergegas pulang. Tentunya setelah puas mengabadikan momen ini.

Untuk foto-foto saja mesti gantian sama pengunjung lain. Untungnya tidak banyak antrian. Asalkan bersabar saja. Semuanya pasti ingin mendapatkan background air terjun.

Fasilitas:



Warung. Ada banyak warung disini. Sayangnya tidak ada yang buka. Mungkin karena saya datangnya menjelang jam tutup. Mungkin juga karena waktu itu bukan weekend. Aduh, salah waktu lagi. Tapi tadi sempat bertemu dengan salah satu penjual disini. Dia menawarkan minuman kepada saya dan pengunjung lainnya.

Saya merasa beruntung ketika jalan-jalan tidak di akhir pekan. Alasan saya cukup sederhana, tidak banyak orang jadi tidak ramai. Lalu bisa puas cari spot buat motret. Maklum amatir.

Toilet. Meski kurang memadai dan kurang terjaga kebersihannya tapi jumlahnya banyak. Mulai di pintu masuk hingga di dalam area wisata.

Mushola. Di tengah area wisata dibangun mushola yang lumayan luas. Pernah sih melihat di tempat wisata yang ukurannya terbatas hanya dua shaf. Dilengkapi dengan tempat wudhu dan toilet yang tidak memadai.

Tempat bermain. Berkunjung disini cukup menyenangkan buat anak-anak. Banyak mainan seperti ayunan, dsb. Saya saja senang naik ayunan. Ibaratnya mengenang masa kecil saya dulu. Bagaimana dengan anak-anak? Pasti pengen ya.

Bangku. Nah, yang namanya wisata alam pasti butuh tenaga ekstra ya. Sebagai pengunjung saya merasa terbantu dengan adanya bangku-bangku di taman maupun di pinggir jalan. Lumayan buat melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.

Oh ya, tempat ini sangat menyenangkan buat mata saya yang letih. Saya dapat memandang pohon-pohon tinggi, hijau, segar. Sambil beristirahat, mata memandang alam sekeliling.

Jalan. Disini sudah ada jalan menuju air terjun yang nyaman dan tidak perlu takut tergelincir.

Kolam renang. Buat yang suka bermain air atau mau berenang, monggo mampir. Sayangnya saya tidak sempat kesini. Karena hari sudah sore, pasti harus buru-buru pulang.

Area outbond/kemah. Tempat ini sering dipakai anak-anak sekolah untuk kegiatan outbond dan kemah.

Anak-anak sebenarnya kurang puas berada disini. Masih ingin ke kolam renang, masih mau bermain air. Padahal bajunya sudah kecipratan air terjun. Andaikan bisa, saya ingin perpanjangan waktu kepada petugasnya. Tapi, mengingat sebentar lagi akan gelap, ya travelingnya berakhir sampai disini saja.

So, sudah siap buat berakhir pekan?

^_^

18 comments :

  1. What? Pasuruan? Sy kok ga pernah tau kemana aja.. hehehe.. bpk sy asli pasuruan dan sering kesana kalo nyekar makam mbah kung. Tp ga tau tempat ini..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat GPS aja mba, kalau mau kesini. Jalan menuju tempat ini mudah kok. Pasti ketemu.

      Delete
  2. Tau ga mba, dulu aku kira air terjun ini hanya imaginer dr pengarang novel S Mara GD di serial novelnya Misteri pembunuhan di kakek bodo. :D ternyata tempatnya itu bnran nyata yaaa. Aku jd beneran pgn bgt ksana. Pgn liat lgs sambil bayangin cerita novelnya.. kalo di novel ceritanya ada pembunuhan di air terjunbya itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..mba Fanny, mungkin penulisnya pengen ada setting di air terjun kakek bodo.

      Delete
  3. Namanya unik juga ya mba Air terjun kakek bodo dan ternyata semua itu ada asal usul nya :-) kalau masalah air terjun udah gak diragukan lagi keindahan dan kesejukannya dehh seger banget dan bikin otah fress kembali semangat untuk ngeblog :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran disini sejuk. Senengnya kalau abis jalan-jalan jadi fresh buat ngeblog ya.

      Delete
  4. Bagus mbak air terjunnya.. Dan kelihatannya tempatnya bersih.
    Lumayan jauh Mbak dr Tuban ke prigen.

    ReplyDelete
  5. Mba, viewnya langka yaa. Aku udah lama ngga lihat air terjun...kakek bodo cuma namanya yaa, tapi saleh dan baik ya mba..aku kira ada Hubungannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita kakek bodo nggak tahu kebenaranny, mba. Asli sejuk disini.

      Delete
  6. Aku suka lihat view pohon-pohonnya yang tinggi itu. Cuma kok air terjunnya kelihatan kecil dan debit airnya dikit ya Mba? Apa mungkin karena belum musim hujan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang berada di alam seperti ini.

      Btw, air terjunnya emang nggak gedhe. Bukan yang foto air terjun di bawah foto ayunan ya. Masih jalan terus baru ketemu air terjunnya.

      Delete
  7. aduh pesona gunung dan terasering sawahnya begitu bikin kagum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena saya orang pesisir, lihat beginian, seneng banget.

      Btw, ngambil fotonya sambil jalan.

      Delete
  8. biasanya namanya ir terjun kan pasti jalannya agak2 challenging yaa..ini keliatannya sdh ditata sedemikian utk memudahkan pengunjung yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tantangannya cuma pada fisik kita saja, mba. Naik turun. So far, jalannya sudah baik dan nyaman buat pengunjung.

      Delete
  9. Mauuuu kesini..ayo jalan2 ke jatim :)
    Unik namanya mbak, untuk saya yang nggak biasa tahu bahasa jawa dan artinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba! Aku siap jadi guidenya, termasuk translatornya.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!