Friday, August 24, 2018

Dengan Spot Selfie Ataupun Tidak, Air Terjun Nglirip Tetap Keren


air terjun nglirip


Untuk kesekian kalinya, saya mampir di air terjun Nglirip. Satu hal yang membuat saya tertarik adalah warna air yang kehijauan. Dari kejauhan tampak cantik. Dari dekatpun masih terlihat hijaunya air. Berbeda dengan air terjun lain yang pernah saya kunjungi. Biasanya jernih dan bening.  



Suasana di depan air terjun Nglirip masih sama. Tempat parkir yang terlalu dipaksakan. Kalau membawa sepeda motor gampang buat mencari parkiran. Berbeda dengan mobil, apalagi bus. Parkir di depan jalan menuju air terjun.

Disini biasanya ada orang yang akan memandu kita buat parkir mobil. Sayang tempatnya terbatas. Di salah satu sisinya digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor. Harus hati-hati karena jalannya sempit. Mepet kampung dengan berderet rumah warga yang merangkap warung.

Kalau di parkiran ini tidak muat, maka kendaraan disuruh naik. Sebelumnya saya tidak begitu perhatian dengan parkir yang diatas. Begitu ada elf kok disuruh naik. Sementara di tempat saya parkir, full mobil dan sepeda motor.

Setelah urusan parkir beres, waktunya jalan menurun menuju air terjun. Memang jalannya menurun, tapi tidak curam. Jalan sudah nyaman dan dekat. Dari jalan ini kita bisa melihat warung-warung warga yang menjual makanan dan minuman. Rujaknya enak dan murah loh. Seporsi rujak uleg isi sayur dan buah (sepiring penuh) harganya Rp 8.000.

Di satu-satunya tangga menuju air terjun, pengunjung bisa membayar tiket masuk. Saat ini wisata air terjun Nglirip sudah dikelola dengan lebih baik. Buktinya sudah ada beberapa toilet di dekat loket masuk.

Parkir Rp 5.000

Spot selfie



Perubahan yang paling mencolok saat ini adalah adanya spot selfie dengan background air terjun. Tempatnya di dekat tangga masuk dan keluar. Tangganya cuma satu. Bisa dibayangkan kalau pengunjung sedang banyak-banyaknya, naik ataupun turun selangkah berhenti, menunggu antrean kemudian jalan lagi. Sudah begitu, kok ya ada deretan ibu-ibu yang makan ndoprok, bersandar pada tangga.

Yang sedang jalan, mending fokus saja. Tangganya sempit, maka jalan satu per satu. Anggap saja kalau mesti berhenti adalah waktu jeda. Kan kita main disini dengan santai, tidak keburu-buru.

Nah, pada tangga ini ada spot selfie. Kalau mau foto-foto, kita mesti bayar Rp 5.000. saya hanya melihat sekilas saja karena ada sejoli yang sepertinya just married sedang asyik mengabadikan momen disini. Cie...cie..

Turun ke bawah lebih mudah sekarang. Ada jembatan. Kalau dulu, saya malas turun ke air. Copot sandal, jalan hati-hati, takut salah menginjak lumut jadi terpeleset. Sekarang sih tidak. Jadi makin ramai saja pengunjung yang jalan-jalan diatas batu. Apalagi yang mau foto. Saingan sama abegeh! Ups...

bermain air di sungai


Tips:

Jalan diantara batu-batu itu butuh keseimbangan dan konsentrasi. Pilih batu yang rata sehingga memudahkan kaki berjalan.

Buat yang jarang main diatas batu-batu sungai begini, cukup deg-degan. Bukan anak kecil yang langsung lompat dari satu batu ke batu lainnya dengan wajah bahagia. Seorang ibu macam saya masih galau, pilih yang sebelah mana yang mau diinjak.

Karena ini sudah masuk musim panas, musim kemarau, whatever, jadi tidak licin. Batu bersih, mulus dan keset (tidak licin). Mudah saja mencari jalan naik maupun turun sungai.

jembatan kayu nglirip


Lewat batu-batu sungai, pengunjung bisa menyeberangi sungai. Cukup dengan mencari sudut yang pas mulai dari tangga hingga diseberang sungai, kita bisa mendapatkan foto-foto dengan background air terjun Nglirip. Musim kemarau seperti ini adalah waktu yang tepat buat berkunjung ke air terjun. Sementara di musim hujan, apalagi kalau malam sebelumnya hujan deras, bisa dipastikan air sungai keruh. Kurang pas buat foto-foto.

Yang masalah hanya ramainya pengunjung saja. Segala macam tingkah polah anak kecil sampai orang tua yang mau mencari pose terbaiknya ada disini. Saya yang bosan menunggu akhirnya ikut memperhatikan orang-orang yang lalu-lalang. Sementara suami dan anak-anak sibuk muter-muter lokasi. Si bungsu apalagi, kalau diajak main ke air, pasti pengen nyemplung. Apapun kondisinya, anaknya senang saja. Asal mendapat kesempatan buat bermain air.

Buat informasi, sungai disini dangkal. Jadi aman. Sementara yang didekat air terjun dilarang keras buat dipakai berenang. Pilihan bermain air adalah setelah diantara bebatuan sungai. Dari anak kecil hingga anak gedhe memanfaatkan air sungai ini untuk bermain.

Spot Selfie atau tidak?

air terjun nglirp


Saya pikir masalah spot selfie ini makin hari makin marak. Kadang semacam ikut aliran apa gitu, jadi seragam. Kalau ada yang model payung-payung, dikasih payung-payung. Demikian juga yang model foto-foto diketinggian. Ya, mungkin sudah zamannya, sudah waktunya seperti itu. But, saya masih suka dengan foto alam. Yang natural saja. Tidak pakai tambahan apa-apa.

Namun, bukan berarti saya anti spot selfie. Kadang juga ikut-ikutan, eh! Sudah mewabah sih, bagaimana ya. Kalau boleh jujur, tanpa spot selfie, air terjun Nglirip tetap keren!

Tiket masuk:

Dewasa Rp 5.000
Anak-anak Rp 3.000

Happy traveling!

^_^




Comments
4 Comments

4 comments:

  1. Keren banget air terjun Nglirip .., apalagi lagi foto yang kedua.
    Rasanya pengin langsung nyebur main-main air di alirannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak anakku, lihat air pengen nyebut,ya udah nyebut aja, main air.

      Delete
  2. Karena bukan penggila selfie garis keras, haha... Saya malah senang ketika masih ada tempat wisata yang minim spot selfie. Dan nggak semua orang juga rasanya pingin wisata for selfie, sebagian macam saya lebih senang explore ketimbang selfie.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari tempat-tempat yang pernah aku kunjungi, memang beragam usia sih yang suka selfie. Orang-orang tua juga banyak, meski nggak sebanyak abegeh.

      Sama kayak miss Nita, aku lebih suka explore, lebih ke alamnya.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES