Friday, September 28, 2018

Belajar Tentang Lebah dan Belanja Madu di Wisata Petik Madu


Wisata petik Madu Lawang



Pada hari terakhir si sulung di Malang, saya meminta mampir di wisata petik madu di Lawang. Sekalian menjemput anak, sekalian pulang. Karena satu jalur itulah saya berani meminta suami untuk mampir di lokasi petik madu.

Lokasi ini mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan besar Malang-Lawang. Jika dari pasar Lawang sekitar 1 km. Nah, dari jalan raya ini masih masuk. Jalannya menurun tajam. Tapi tenang, jalan sudah dibuat nyaman untuk para pengunjung. Lokasi parkir juga luas.

Parkir Rp 3.000

Saya kesini dalam waktu yang salah. Mengapa? Di lokasi ramai banget karena ada lomba burung berkicau. Memang tidak mengganggu pengunjung. Apalagi menggeser tempat duduk. Tidak! Panitia lomba sepertinya tahu bagaimana harus mencari tempat. Dipilihlah tanah kosong sehingga memudahkan para peserta lomba untuk berkumpul. Sementara pujasera, toko madu dan peternakan madu ada di dekatnya.

pujasera petik madu lawang


Awalnya saya ragu, apakah benar tempat ini dipakai sebagai petik madu. Kok rasanya tidak ada tanda-tanda bahwa di lokasi ana tawon yang mondar-mandir terbang mencari mangsanya. Saya keliling lokasi, barangkali ada tempat khusus untuk menyambut kedatangan pengunjung.

Sayangnya tidak ada. Karena mencari sendiri bakal menyita waktu akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada orang yang saya temui.

Wah, ternyata di pujasera itulah tempatnya. Tapi disini tidak ada tanda-tanda bakal ada guide yang akan mengantar saya ke peternakan lebah. Di satu tempat yang ada kotak-kotak lebah saya diam sejenak. Untung ada seorang laki-laki yang menjaga. Si mas ini memanggil temannya. Jadi mereka ini semacam guide atau petugas di lokasi. Tugasnya adalah menjelaskan kepada pengunjung (kalau ada yang bertanya) tentang proses pembuatan madu.

belajar tentang lebah madu


Jujur ya, saya ingin ke perternakan lebah, ingin tahu seperti apa koloni lebah yang menghasilkan madu untuk dikonsumsi manusia. Tapi si mas menjelaskan bahwa madu tidak hanya dihasilkan oleh lebah-lebah yang diternakkan. Namun juga dari lebah-lebah hutan. Jadi peternakan lebahnya nomaden, berpindah-pindah terus dan bekerja sama dengan perkebunan-perkebunan.  Mencakup area Jawa dan Bali. Dimana ada musim bunga, disitu ada kotak-kotak lebah.

Lebah yang diternakkan dan lebah hutan pada dasarnya sama saja. Sama-sama menghasilkan madu. Yang berbeda itu adalah tempat lebah tinggal. Lebah hutan memang tinggal di hutan. Sedangkan lebah yang diternakan tetap mencari makan di hutan, namun tetap kembali ke sarang lebahnya.

peternakan lebah


Kalau gambar diatas ini peternakan lebahnya. Tapi saya tidak berani mendekatinya. Takut diserang lebah seperti dalam film-film kartun. Cukup melihat dari kejauhan. 

Lebah ternak atau yang biasa dipegang manusia, lebih jinak daripada lebah liar. Seperti lebah yang dipakai sebagai sarana edukasi ini lebih tenang daripada lebah yang tempat lain. Sama seperti manusia, lebah itu memiliki macam-macam watak, ada yang pemarah dan tidak. Pengunjung diperkenankan untuk memegang lebahnya. Jangan khawatir disengat. Lebah ini sudah biasa dijamah manusia, jadi tidak galak. Cuma saya agak geli saja melihatnya. Si sulung dan ayahnya yang awalnya takut-takut mulai berani. Tara... benar kata si mas. Lebahnya jinak. Tapi kita yang mau pegang lebah juga harus tenang dan sabar.

menyiapkan frame untuk sarang lebah


Ada yang penasaran dengan khasiat madu? Kalau nektar yang diambil mempengaruhi rasa, tekstur dan warna madu. Ehm... menurut si mas semakin kecil lebahnya, ambil nektar bunganya banyak dicampur air liurnya sedikit. Khasiat madu bukan karena ini lebah hutan atau lebah ternak. Sama-sama mencari makan di hutan.

Meski lebah itu mencari makan di tempat jauh, namun tetap bisa pulang ke sarangnya. Hebat kan. Karena ada ratu. Jadi lebah pasti tahu kalau kotak-kotak sarang itulah kerajaannya. Lebah sudah hafal dengan aromanya. Jika lebah masuk ke kotak lainnya akan dibunuh. Jadi lebah itu tidak bisa berpindah-pindah sarang seenaknya. Kalaupun mau dipindah harus dari radius minimal 2 km.

Oh ya, dalam sekali panen, satu frame itu bisa menghasilkan 3-4 kg madu. Itu jika asumsi bunganya bagus. Frame adalah kotak sarang madu. Dalam satu kotak ada beberapa frame.


mengolah madu


Selain madu, lebah juga menghasilkan bee polen, royal jelly dan propolis. Sebenarnya mirip dengan madu juga. Rasanya manis dengan segudang manfaat untuk kesehatan tubah manusia. Bee pollen adalah serbuk sari yang dikumpulkan melalui air liur oleh lebah pekerja. Bermanfaat untuk meningkatkan stamina tubuh. Royal jelly adalah air liur lebah yang menjadi makanan utama ratu lebah. Propolis adalah getah tanaman yang diambil lebah. Propolis ini mengandung polyfenol yang bernama flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Secara umum manfaat propolis adalah untuk imunitas dan mempercepat penyembuhan penyakit.

Nah, wisata petik madu ini adalah peternakan lebah Rimba Raya yang mengembangkan dan menghasilkan produk-produk lebah antara lain madu, propolis, royal jelly, larva ratu, ratu lebah, lilin, dsb. Produknya memiliki kualitas bagus dan alami. Di peternakan ini juga menyediakan paket lebah (partai maupun eceran) yang siap diternakkan. Sekaligus membekali pembeli dengan bimbingan dasar cara beternak lebah. Peralatan untuk beternak lebah tersedia lengkap seperti  pollen trap, mangkok, stik, penyekat kayu, pondasi kayu, separator madu, masker, dll. 

Jadi kalau di pasaran kita membeli madu dengan merk Rimba Raya berarti madu dari peternakan sini. Produk madu disini selain dijual secara offline juga online.
Tips untuk berkunjung ke peternakan lebah:

Dilarang pakai parfum atau wewangian yang menyengat. Karena ini seperti mengundang musuh.

Belanja madu


macam-macam madu


Selain bisa mendengarkan cerita tentang lebah hingga menghasilkan madu, kita bisa sekaligus belanja aneka madu. Mulai dari madu dalam botol kecil hingga besar. hampir semua botol menggunakan kaca. Saya membeli dua madu, satu untuk menjaga kesehatan dan satu lagi untuk anti aging. Nah, yang terakhir ini saya tergoda untuk membeli karena ada embel-embel anti aging. Baru sekali mencoba kok saya kurang sreg. Madu ini sudah beberapa bulan berada di lemari es, namun masih utuh. Saya dan suami hanya mencoba sedikit. Mungkin saya kurang cocok dengan rasanya yang asam banget. Bahkan saya khawatir penyakit maag saya kambuh.

Yang ingin bertanya-tanya seputar madu atau ingin belanja madu, disinilah tempatnya. Tersedia berbagai madu dengan bermacam-macam manfaat. Memang pada dasarnya manfaat madu itu sama, untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun kalau kita ingin yang lebih spesifik tentang khasiat madu sebaiknya bertanya dulu kepada petugasnya. Hanya saja, tidak ada tester. Sebagai calon pembeli kadang bimbang mau memilih madu jenis mana. KIta cuma bisa membayangkan rasanya saja. Seperti saya yang penasaran dengan manfaat anti aging. Si mbak mengatakan asam. Tapi saya kan tidak bisa merasakan tingkat keasamannya.

Selain belanja madu, kita bisa membeli buah segar buat oleh-oleh. Atau ingin mampir makan siang dulu. Sembil melepas lelah, ada food court yang menjual berbagai menu makanan dan minuman segar.

^_^





Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Meski lebah itu mencari makanan jauh, akan tetap kembali kesaranngya. Karena disana ada ratu yang menunggunya. Wow mesra sekali itu lebah ya?

    ReplyDelete
  2. Wah Malang lagi-lagi bikin wisata baru,ya. Kali ini wisata petik madu. Salut dengan gerakan wisatanya.

    ReplyDelete
  3. tempat wisata seperti ini asyik ya, bikin nambah ilmu

    ReplyDelete
  4. Oh... produk lebah ada macam2nya juga ya
    Saya kira cuma menghasilkan madu saja
    Thanks for sharing Mbak
    Belajar sambil belanja ya Mbak

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES