Berburu Spot Instagrammable dan Petik Jambu di Angkringan Jambu Kristal Simo, Bancar,Tuban

by - Jumat, Maret 29, 2019



kebun bunga celonesia

Wisata petik buah tergolong masih baru di Tuban. Namun gencarnya publikasi di media sosial membuat wisata petik jambu di kecamatan Bancar semakin  dikenal banyak orang. Bukan saja dari wilayah Tuban, namun banyak juga yang rela datang dari luar kota.


Sejak beberapa minggu lalu, saya sudah meminta suami untuk datang ke lokasi ini. Karena di instagram sedang ngehits foto-foto di tengah kebun bunga celonesia. Bayangkan kalau itu adalah saya. Dengan bunga bermekaran warna merah dan kuning, langit biru cerah dan baju sedikit ngejreng. Lalu cekrek...cekrek dan upload di instagram!

Tapi setiap hari Sabtu selalu hujan. Kalau hujan, wisata outdoor seperti ini menjadi tak menarik lagi. Takut tanah becek dan suasana mendung yang berakibat foto kurang cetar membahana.

Kemudian hari Minggu yang saya nanti tiba. Itupun setelah malamnya hujan. Ya, sudah, berangkat saja. Agak khawatir dengan keadaan di lapangan. Tapi pagi itu cuaca sedang cerah, bagus buat jalan-jalan. Masalah tempat yang becek mungkin bisa disiasati.

Lokasi angkringan jambu kristal sebelum Pantai Sowan, Bancar, Tuban.  Masih jauh ya, 7 km an. Saya yang mengajak kesini namun tertidur ketika dalam perjalanan. Yah, kebablasan deh. Sementara suami tidak tahu jalan. Buru-buru saya mencari maps dan bingung.

Akhirnya tiba juga di lokasi angkringan jambu kristal. Namanya memang angkringan meski pengunjung datang dengan tujuan untuk foto di kebun bunga celonesia dan wisata petik jambu kristal.

Sekarang saya cerita di kebun bunga dulu. Secara lokasi ini pertama kali saya incar. Lokasinya disamping Angkringan. Sebenarnya pas banget pemandangannya. Lagi makan di angkringan dengan background bunga-bunga. So sweet.

Kebun Bunga Tak Seindah Foto di Media Sosial

Apa yang menarik dari instagram?

Foto-foto keren? Paras model yang rupawan? Atau pemandangannya yang memang bagus?

kebun bunga celonesia


Maka, ketika datang ke suatu tempat ada semacam “keharusan” untuk foto yang bagus. Entah aslinya bagus atau memang dengan sedikit kreativitas (baca: edit). Yang penting ada foto. Apalagi buat saya yang memiliki blog dengan label traveling. Kalau tidak ada foto-fotonya, bagaimana saya bisa menulis di blog? Foto memang elemen pendukung blog. Kalau cuma tulisan saja, bakal bosan. Saya saja yang lihat, jadi bosan!

Saya datang ketika bunga menghitam karena sudah tua. Sudah waktunya regenerasi. Tidak bisa dipaksa berbunga terus sepanjang waktu. Sama seperti tanaman atau bunga lainnya. Ada waktunya bertunas, berbunga dan mati.

Jadi, ceritanya saya lagi APES! Dari sepetak kebun bunga ini, hanya satu deret yang masih terlihat menarik dilihat dan difoto. Disitulah para pengunjung bergantian tempat. Lainnya, adalah bunga-bunga dengan pucuk yang menghitam, mengering dan mulai layu.

Saya kecewa. Apa yang bisa saya lakukan disini ini jika bunga-bunganya tidak menarik? Bagaimana saya bisa menceritakan kepada pembaca blog tentang keindahan sepetak kebun bunga yang bermekaran seperti di media sosial?

Andaikan ada dua petak kebun bunga, mungkin bisa dipakai bergantian. Seperti di kebun jambu kristal. Saya pikir kebun jambu yang bisa dikunjungi ada di samping kebun bunga. Ternyata tidak! Ada banyak kebun jambu yang bisa dikunjungi secara bergantian. Ketika satu kebun tidak berbuah, ganti ke kebun lainnya.

Makan di angkringan

angkringan


Awalnya saya pikir Angkringan Jambu Kristal adalah tempat makan, semacam kafe kekinian saja. Tapi kok ada jambu kristal. Atau memang dibuat seperti angkringan pada umumnya?

Well, dugaan saya ternyata salah. Angkringan hanyalah sebuah nama untuk tempat makan. Lokasinya di pinggir jalan. Tidak ditengah kebun atau sawah. Itu sih Cafe Sawah di Pujon, Malang. Tempatnya nyaman, ada banyak kursi, meja dan gazebo.

Masalahnya si mbak disini merangkap melayani penjualan tiket untuk masuk ke kebun bunga. Masih ada seorang lagi di dalam dapur. Bisa dibayangkan ketika weekend, ramai pengunjung. “Mbak, beli tiket!”

“Mbak, makannya apa saja?”

“Mbak, kok, pesananku belum.”

Di meja kasir sudah berdiri beberapa orang. Semuanya menunggu si mbak.

Saya tidak ikut makan disini. Tapi 2 anak saya yang tiba-tiba kelaparan. Tadi sebelum berangkat sudah makan, tetap saja tiba di lokasi yang lapar, yang haus. Begitulah....

Sampai saya kembali dari kebun bunga, dua anak saya masih duduk menunggu datangnya pesanan. Baiklah, saya ikut menunggu. Kalau makan ditempat bakal butuh waktu lagi, mending dibungkus saja. Tetap butuh waktu karena yang melayani masih sibuk.

Makan Jambu Kristal Sepuasnya di Kebun

antre tiket masuk



Kebun jambu kali ini lokasinya agak jauh. Tapi tidak sampai 1 km dari Angkringan Jambu Kristal. Sudah disini, saya sekalian saja mampir. Saya juga penasaran dengan kebun buahnya. Apakah seperti Kusuma Agro di Batu? Ataukah seperti kebun warga pada umumnya?

Kebun jambu kristal pagi itu ramai pengunjung. Ada tempat parkir yang lumayan luas di depan kebun. Sayang pintu masuknya agak mepet. Mudah-mudahan bisa diperluas sehingga mobil bisa dengan mudah keluar masuk.

Setelah urusan parkir beres, kami melangkah ke kebun. Bayar tiket masuk dan mendapat gelang sebagai tiketnya. Saya dibekali sebilah pisau untuk mengiris jambu dan makan di tempat.

kebun jambu kristal


Para pengunjung diperbolehkan untuk makan jambu kristal sepuasnya. Sambil jongkok sih. Tidak ada bangku di kebun. Atau kalau mau, selonjoran/lesehan di tanah.

Menyusuri kebun jambu, saya jadi ingat banyak kebun buah dan sayur di Malang. Kalau pengen piknik ke kebun, banyak pilihan lokasi disana. Namun sekarang, di daerah-daerah yang tidak terkenal sebagai penghasil buah, ternyata bisa juga dibuat agrowisata.

Para pengunjung bebas memilih dan memetik jambu. Sebaiknya pilih  yang sudah matang. Cirinya apa? Warna kulit jambu kekuningan tapi bukan busuk, ya.

jambu kristal


Di musim hujan seperti ini, banyak buah jambu yang busuk. Air ikut masuk ke dalam plastik pembungkus. Banyak jambu yang dibiarkan busuk di pohon. Tapi yang masih bagus juga banyak. Tinggal pintar-pintarnya kita memilih.

Kebun buah bagai oase di tanah Tuban. Ini adalah terobosan yang bagus.  Sektor wisata bukan hanya tentang keindahan alam. Namun kebun buah seperti ini bisa jadi jujugan yang menarik. Saya bisa menikmati buah langsung dari kebunnya. Tidak perlu keluar kota. Atau justru orang-orang dari luar kota yang kita ajak kesini. Bagaimana?

Contohnya bu Eni (bukan nama sebenarnya) yang datang bersama keluarganya dari Rembang. Menjelang siang, namun suhu udara sudah terasa menyengat tak mengurungkan niat keluarga Bu Eni untuk memilih buah jambu yang sudah matang. Tak tanggung-tanggung, Bu Eni membawa satu kresek jambu dan menikmatinya di tempat. Jambu yang dipetik besar-besar.

petik jambu kristal


Lalu saya merasa kalah. Dari tadi keliling kebun hanya dapat beberapa biji dan tidak besar. Itupun ada yang busuk.

Jambu kristal ini teksturnya empuk. Bijinya berada di tengah dan tidak banyak. Rasanya.... tidak manis. Entah karena ini musim hujan atau jenisnya seperti ini saya kurang tahu. Yang jelas, kalau dapat yang pas matang ya enak.

Lokasi kebun petik jambu ini baru saja diresmikan pada hari Kamis, 7 Maret 2019 oleh bapak Bupati Tuban H. Fathul Huda. Hari minggu saya kesini. Jadi masih baru ya, gaes!

makan jambu di kebun


Saya berharap angkringan jambu kristal bisa berbenah baik tempat maupun pelayanannya. Misalnya dengan menyediakan guide yang bisa mendampingi rombongan pengunjung. Jika ada yang mencari informasi seputar kebun buah dan bunga jadi mudah.



Tiket masuk

Kebun bunga: Rp 5.000
Kebun jambu: Rp 10.000

Happy traveling!

^_^


You May Also Like

11 Comments

  1. wa jambu kristal
    aku suka banget
    bakal puas nih kalau ke sini

    BalasHapus
  2. Wowwwww klo aku ada di situ pesti betah nongkrong di tempat jambu kristalnya mbaaa daripada bunganya hahhaaha
    Klo bunga celonesia ini yg mirip jambul jambul ayam itu bukan ya

    BalasHapus
  3. Bunga-bunganya itu loh... cantik bener! Instagrammable banget mah ini tempatnya. :D

    BalasHapus
  4. eh foto pertama bagus pas liat foto kedua kaget.. emang kita harus pintar ambil posisi foto biar trlihat sip ya mba..
    sejauh yg ku tau. wisata tuban pantai aja,, ternyata ada ini

    BalasHapus
  5. Aduh sayang banget kebun bunganya tak sesuai harapan ya...
    Btw asyik banget bisa makan buah jambu sepuasnya dengan bayar 10K saja? Kalau dekat ah mau banget ke sana hehehe

    BalasHapus
  6. Jambu kristal ini memang lagi booming ya mba. Aku pernah lihat pas dr Jogja, arah purworejo....banyak yang nanem. Ternyata sekarang di Tuban, pada ngembangin juga. Renyah jambunya mba menurutku. Meski fasilitasnya masih standard...untung harga masuknya juga ga gitu mahal ya.

    BalasHapus
  7. Jambu kristal ini yang besar-besar itu ya? Asyik dong, bisa makan sepuasnya.

    BalasHapus
  8. duuuuh itu klo langitnya biru lagi.. beuuuuh.. di taman bunga pula.. bisa langsung jadi selebgram kak hehe

    BalasHapus
  9. Wah, tempatnya masih baru banget diresmiin ya.
    Sebenarnya bunga-bubga yang menghitam itu bisa juga lho dijadikan objek foto yg menarik, hanya saja butuh usaha ekstra untuk menjadikannya "objek yang pas".


    Terima kasih ya mbak sudah berbagi info mengenai tempat ini :)

    BalasHapus
  10. Ini mengingatkanku sama Kebun Mawar du Garut, disana isinya bunga semua dan dominasi memang Mawar. Tapi sayang waktu saya main kesana si Mawar lagi gugur.

    Ini tempatnya boleh juga nih jadi alternatif liburan keluarga ya mbak. Tandain dulu ah.

    BalasHapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Info: F untuk komen dengan akun facebook dan B untuk komen dengan akun blogger. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!