Lagi Tidak Nafsu Makan, Tapi Suka Nonton 5 Food Vlogger Ini!


ria sw


Assalamualaikum,

Empat hari ini saya sedang tidak enak badan. Radang tenggorokan sampai batuk dan suara serak. Sempat sulit sekali bersuara. Ya Allah rasanya menyiksa banget. Ini jelas beraktibat buruk terhadap nafsu makan saya. Dokter melarang makan pedas, santan, gorengan dan teman-temannya. Saya patuh tanpa protes sedikitpun.

Demi menghibur diri, saya banyak menonton channel food vlogger. Kalau biasanya saya menonton satu video, hari-hari ini bisa berkali-kali. Bukan saja di channel mereka, bahkan di acara Hitam Putih milik transtv juga. Ini kok seperti mencari review dari keberadaan food vlogger sih!

Tapi maksud dan tujuan saya masih sama, mencari hiburan tentang makanan. Masalah nafsu makan? Sama saja! Lha, mau makan saja susah (susa buat menelan makanan). Masih mau pilih-pilih makanan? Ya, iyalah. Pilih makanan rebus saja.



Beberapa channel food vlogger sukses membuat saya ngiler. Rasanya pengen banget ikutan makan bersama mereka. Tapi ada juga yang bikin saya ilfill. Saya paling tidak suka ketika melihat orang makan banyak-banyak. Sampai mulut terasa penuh dan tak muat lagi. Belum lagi cara makan yang sadis. Bagian ini tidak perlu dibahas panjang lebar deh. Nafsu makan saya yang anjlok makin tidak karuan saja!

Okey! Saya suka beberapa food vlogger yang bisa memberikan informasi seputar makanan yang direview, gesture yang natural dan yang pasti kata-katanya sopan. Masih standar ya? Begini, saya tambahkan lagi. Food vlogger yang mampu bercerita dengan santai. Duh, saya jadi ingat betapa sulitnya ngomong di depan kamera. Saya suka belepotan, lupa mau ngomong apa, blank!



Yang menarik itu ketika seorang food vlogger membuat review makanan endorse tapi aslinya tidak enak. Bagaimana mereka bisa ngomong dengan baik tanpa menjatuhkan, merendahkan, nyinyir gitu? Buat saya ini penting. Tanpa bermaksud menipu penonton.

Nah, kalau Ken dan Grat itu bicara tetap sopan, kasih kritik misalnya kalau ditambah garam bakal lebih enak, dsb. Dalam tanyangan Hitam Putih Grat menghindari kata tidak enak, dengan mengalihkan pada masukan. So far, saya suka melihat video mereka. Begitu juga dengan Daddy Kuliner. Menurutnya, enak atau tidak itu soal selera. Bisa jadi dia tidak suka dengan suatu makanan, eh begitu dikasihkan kepada orang rumah ternyata mereka suka.

Nah, siapa saja sih Food Vlogger Indonesia?

Mari kita absen ya! Ada Ria SW, Ken & Grat, Boengkoes, Anak Kuliner, Daddy Kuliner, Bang Mpin, Nex Carlos, Jennie Linando, Tanboy Kun, Farida Nurhan, MGDALENAF, Shely Che, Gerry Girianza, Separuh Aku Lemak. Ada yang belum saya sebut ya?



Nama-nama food vlogger yang saya sebutkan diatas itu sudah pernah saya tonton videonya. Meski tidak semuanya! Saya pilih beberapa yang menurut saya menarik saja. Ada yang lucu sih, ketika seorang food vlogger salah menyebut nama makanan, galau dengan ukuran makanan, dibilang kecil, eh di menit berikutnya bilang besar. Ini cukup ambigu!

Beberapa food vlogger sukses membangun channel mereka dengan memiliki ciri khas sendiri. Tapi banyak juga sih yang ikut-ikutan. Kalau Shely Che mengatakan bahwa penontonnya suka melihat dia kepedasan (maksdunya: ekspresi dia lagi kepedasan). Mungkin makanan pedas-pedas ini lebih laku ya daripada yang mainstream. Atau yang ukurannya raksasa seperti bakso raksasa yang ada di beberapa channel youtube food vlogger. Jujur, saya tidak minat meski sempat menonton sampai habis beberapa video review bakso raksasa.

Nah, daripada berbelit-belit nulis, saya kasih 5 rekomendasi channel youtube food vlogger berikut.

1. Ria SW

ria sw


Kak Ia (panggilan Ria Sukma Wijaya) ini sudah lama berkecimpung di youtube ya. Ini adalah channel pertama yang saya suka. Simple saja sih alasannya. Orangnya asyik ketika bercerita, bahkan ketika itu tidak ada hubungannya dengan kuliner. But, it’s worth deh. Oh ya, ekspresi dia ketika makan pedas biasa saja.

Kak Ia bercerita bahwa pekerjaan dia adalah makan banyak, review makanan dan cita-citanya kurus. Eh, orangnya memang kurus kalau saya lihat di channelnya. Selain memiliki channel youtube, dia juga memiliki usaha kuliner. Beberapa food vlogger sudah bikin review makananya.

Dalam satu video bukan saja berisi tentang kuliner. Mungkin lebih ke cerita perjalanannya menemukan tempat-tempat kulineran dan tempat-tempat yang menarik untuk diceritakan kepada penonton. Bahkan yang mblusuk juga.

2. Ken & Grat

ken & grat


Dari mulai masih pacaran sampai menikah, dua sejoli ini klop banget membangun channel youtube. Awalnya si Ken yang tampil di channelnya, kemudian dia merasa bahwa Grat juga memiliki potensi yang sama untuk membuat review kuliner. Jadilah pasangan food vlogger!

Saya termasuk banyak menonton video mereka karena review rumah makan artis. Ada juga review rumah makan milik seorang ustadz. Aduh, ikut kepo atau bagaimana ya saya? Huhu...

Di channel ini saya hanya menonton review makanan bukan challenge dia gitu. Jadi lebih fokus pada review makanan saja, tidak aneh-aneh sih. Apapun komentarnya terhadap makanan, selalu bagus-bagus. Tidak pernah mengatakan tidak enak, itu dihindari sih dengan kata-kata yang lebih enak di telinga.

3. Nex Carlos

nex carlos


“Hai Mamen! Jumpa lagi dengan makan keliling Indonesia!”

Nah, saya suka menonton channel ini karena penasaran. Ceritanya buka-buka youtube dia lalu pandangan saya tertuju pada judul video Steak terbesar di Indonesia. Ini dagingnya seberat 1,7 kg. Agak ngeri juga membayangkan daging seberat itu dihidangkan diatas meja sampai piringnya saja penuh. Tapi kemudian saya lihat cara makannya yang santai, sambil menjelaskan tentang resto dan makanannya disini. Dia memotong daging dari tepi, dimakan perlahan. Kok saya jadi pengen makan! Nyari apa gitu biar perut kenyang!

Eh resto ini beberapa kali makanannya sampai ke istana loh. Pernah juga memenangi lomba makanan. Aduh, cek saja di channelnya, ya!

Nex Carlos ini hobi keliling Indonesia, mblusuk-mblusuk juga, mencari makanan yang menurut saya kadang random. “Kalau ramai berarti enak,” begitu katanya. Saya sependapat deh! Ini ketika dia menemukan soto Lamongan, pecel lele dan ayam di pinggir jalan yang ramai, omsetnya pasti banyak dong!

4. Jennie Linando

jennie linando


Mbak Jen ini logat Surabayanya medok. Tapi bukan itu alasan saya merekomendasikan channelnya. Cerita perjalanannya mencari tempat-tempat kuliner, sampai antre lama ternyata menariik juga. Contohnya ketika dia sedang mengantre es cendol di Penang. Es cendol ini laris banget, omsetnya bisa sampai 50 juta per hari. Atau ketika mengantre rujak cingur di Surabaya yang viral, seharga Rp 60.000. Dia juga bisa membangun komunikasi menarik dengan penjualnya.

Gaya ngomongnya sedikit lebay sih. Tapi kan saya butuh hiburan. Jadi suka-suka saja.

5. Gerry Girianza

gerry girianza


Ada nitizen yang mengatakan bahwa chef Gerry ini banyak omong. Tapi menurut saya masih wajar sih. Mungkin karena chef jadi lebih kritis terhadap makanan. Saya justru merasa obrolan dia biasa saja. Cukup membuka jalan bagi tema yang diangkat waktu itu. Seperti ketika dia hendak mencicipi omelet yang harganya 400 ribu, yang dimasak oleh nenek berusia 75 tahun.

Selain bercerita tentang review makanan, chef Gerry suka berbagi resep masakan. Cuma tidak banyak saja dan kadang brutal saja masaknya. Seperti sambal satu botol dimasukkan ke dalam wajan dengan 4atau 5 butir telur.

Dari berbagai channel youtube para food vlogger tersebut saya mengambil hikmah dari sebuah makanan, enak atau tidak itu masalah selera dan penyampaiannya. Kalau Master Corbuzier bilang, “Let’s eat for function, not for taste!

Teman-teman boleh ikut komen loh tentang food vlogger favorit kalian! Tulis di kolom komentar, ya! Terima kasih.

^_^

Nur Rochma Assalamualaikum. Mengasah ilmu, berbagi rasa, asa dan cerita lewat tulisan. Happy reading! ^_^

12 Komentar untuk "Lagi Tidak Nafsu Makan, Tapi Suka Nonton 5 Food Vlogger Ini!"

  1. Mbaaaa, lagi 'puasa' jajan kok malah liat video makanan hahaha.
    Kalau saya makin bikin nggak tahan tuh :D

    Jujur, saya kurang ngeh ama kuliner nih, nantilah mau ke mana gitu baru searching.
    Sungguh memang mamak yang malas ngulik dulu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng aja sih nonton video mereka. Cuma aku pilih yang wajar aja.

      Hapus
  2. Aku suka semua merekaaaa :D. Ganti2 sih ngeliatnya... Trus ada jg food blog yg dr luar kayak yuki Kinoshita, trus JiSun, aku fav banget. Pokoknya kalo udh bingung mau makan apa, ato LG males makan, pasti ngeliatin dulu video2 food vlogger ini. Biar jd napsu makan hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Channel YouTube mereka ini semacam obat penambah nafsu makan ya mbak.

      Hapus
  3. Saya malah jarang lihat food vlogger, tapi kalau food blogger sering hehehe. Coba ah sekali kali lihat mumpung ada waifi gratis๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Monggo, bu, barangkali butuh rekomendasi makanan dari food vlogger.

      Hapus
  5. Wah terimakasih mba rekomendasinya.. smoga cepat sembuh ya... :)

    BalasHapus
  6. Saya jarang nonton kuliner kalo di YouTube, soalnya nanti malah pengin beli, padahal sudah tanggal tua nih.

    Mendingan nonton Upin Ipin atau Spongebob, biar tanggal tua ngga kerasa..๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel