Tips Mudah Mencegah Sibling Rivalry

sibling rivalry


Assalamualaikum,


Pernah merasa sangat bosan dengan pertengkaran adik dan kakak? Ya, sibling rivalry ini umum terjadi pada masa anak-anak. Pertengkaran mereka ini sudah seperti makanan sehari-hari. Ajaibnya mereka tidak pernah lelah untuk mencari gara-gara. Selalu saja begitu. Seperti Tom and Jerry. Kalau tidak adik ya kakak yang mulai, begitu terus. 


Sibling Rivalry Saya dan Anak-Anak

Sibling Rivalry adalah persaingan antara saudara kandung yang diwarnai dengan rasa iri dan cemburu. Tujuannya adalah untuk membuktikan sesuatu contohnya menjadi paling berprestasi dan disayang orang tua. Ini sesuatu yang menyenangkan dan bisa bikin anak bangga. Namun cara yang dilakukan seringkali dengan mengganggu atau menyakiti saudaranya.

Oke, tak perlu menyalahkan anak-anak, saya dulu juga berantem dengan adik satu-satunya. Masalah sepele sampai yang paling menyebalkan. Tapi ya begitu terus, ada pengulangan. Bosan, sebal, dan jengkel bersatu menguasai hati. Tapi ketika sudah gedhe yang tidak lagi.

Saya masih ingat nasihat ibu agar mengalah kepada adik, “Yang tua yang ngalah”. Nasihat itu berputar dan mendekam dalam otak saya. Sehingga apapun kesalahan adik, seorang kakak harus mengalah. Bagi saya ini tidak fair. Justu saya makin sebal.

Saya tak ingin mengulangi masa itu. Ya, setelah dewasa, masak sih mau berantem. Belum juga berantem saya pasti malu. Ya, malulah kalau didengar tetangga. 

Sebagai anak sulung, tidak serta merta harus selalu bias mengalah kepada adik. Tidak! Kalua salah ya harus mau mengakui salah, meski berat, canggung dan menurunkan ego, dia harus berani minta maaf. 

Di banyak kasus pertengkaran anak-anak ini, kadang tidak benar-benar bertengkar. Yang awalnya bermain, ngobrol dan bercanda jadi tersulut emosi. Terjadi pertengkaran yang tak bisa dielakkan lagi. Keduanya merasa benar atau merasa terdholimi. Waduh! Yang awalnya cuma mencolek malah dikira jahil dan mengganggu. Serba salah kan!

Nah, sibling rivalry menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Tapi kalau makin serem seperti lempar-lempar barang, menyakiti secara fisik dan psikis ada baiknya untuk memperbaiki hubungan antar saudara. Pasti tidak nyaman kalau satu saudara dengan lainnya saling marah, bersaing atau bahkan menyimpan dendam. Apalagi jika membuat salah satu anak menjadi depresi. 

Namun biasanya, anak-anak cepat melupakan pertengkaran-pertengkaran mereka. Seolah semua menjadi masa lalu. Habis bertengkar mereka rukun kembali, tertawa lepas seolah tidak pernah terjadi sesuatu yang menegangkan.


Tips Mencegah Sibling Rivalry

Orang tua pasti senang kedamaian. Tapi keadaan seperti ini kadang hanya imajinasi. Anak-anak yang aktif dan butuh sosialisasi menumpahkan segala macam rasa, membuat emosi tak terkendali. Akibatnya sedikit saja kesalahan entah disengaja ataupun tidak membuat saudaranya marah dan membalasnya.  Main kekerasan fisik.

Tentu tak mudah untuk menenangkan mereka. Tapi tak ada salahnya untuk selalu mencoba memberikan pengertian bahwa semua masalah bias diselesaikan dengan tenang tanpa kekerasan. Juga untuk terus menyelipkan doa terbaik untuk anak-anak kita.

Untuk sibling rivalry pada kakak beradik di usia lebih besar dapat diterapkan tips berikut:

1. Masing-masing anak perlu diperlakukan sebagai individu berbeda sesuai dengan karakternya. Karena masing-masing anak memiliki sifat unik maka anak sebaiknya tidak selalu diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

2. Berikan pujian saat anak-anak rukun. Gunakan kalimat yang jelas agar anak tahu perilaku apa yang baik dan terpuji.

3. Tunjukkan kasih saying melalui kata-kata dan perbuatan.

4. Berikan waktu agar anak dapat bermain sendiri atau Bersama teman.

5. Ciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan mendukung, termasuk tempat untuk bermain.

6. Bimbing anak untuk menyatakan perasaan dan pendapatnya dengan baik.

7. Ajarkan anak untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah.

Sebagai orang tua pasti ingin memperlakukan anak-anak dengan baik. Namun sayangnya, kadang secara tak sengaja justru orang tua membanggakan anak yang berprestasi. Mungkin karena emosi atau karena beban yang berat, orang tua merasa sedih dengan kelemahan anak. Percayalah dibalik kelemahan itu, pasti ada sesuatu(kemampuan) yang menarik, menonjol yang bisa membuat orang tua bangga. 

Nah, ini ada beberapa hal yang perlu dihindari orang tua dalam menghadapi sibling rivalry:

1. Jangan membandingkan anak dengan saudara dan temannya.

2. Jangan membela salah satu anak secara khusus. Memiliki kedekatan tertentu dengan salah satu anak merupakan hal yang wajar, namun jangan tunjukkan ini secara terang-terangan karena dapat memicu kecemburuan dan kebencian pada anak lainnya.

3. Jangan memberikan privasi berlebihan kepada anak, seperti memberikan televisi pada masing-masing kamar anak. Ini akan menghilangkan kesempatan anak untuk belajar memecahkan masalah dan bernegosiasi.

4. Jangan memaksakan anak untuk memiliki teman-teman yang sama. Dorong anak untuk memiliki hubungan pertemanan sendiri.

5. Jangan memaksa anak untuk meminta maaf jika tidak merasa bersalah. Ini akan mendorong anak untuk berbohong. Orang tua sebaiknya memberikan waktu agar kemarahan anak dapat mereda dan mendorong anak untuk mencari solusi dari masalah asal.

Bagi saya tulisan seperti ini sebagai pengingat juga. Bahwa anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka memiliki perasaan yang halus, yang ingin dimengerti, dipuji dan dibanggakan orang tuanya. Terlepas bagaimana mereka bertindak untuk mencari perhatian,

Sumber bacaan:

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-mencegah-sibling-rivalry


Nur Rochma Assalamualaikum. Mengasah ilmu, berbagi rasa, asa dan cerita lewat tulisan. Happy reading! ^_^

1 Komentar untuk "Tips Mudah Mencegah Sibling Rivalry"

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel