Sunday, March 4, 2018

3 Aktivitas Ini Membuat Tidur Kita Lebih Nyenyak



Tidur Nyenyak


Adakah teman-teman yang susah tidur?

Ehm... jangan, deh! Tidur itu membuat badan lebih rileks, menyehatkan dan menenangkan jiwa. Tidur adalah hak tubuh untuk istirahat. Yang pasti tidur adalah kebutuhan manusia.

Nah, karena saya banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak, maka aktivitas di rumah lebih banyak bersama mereka. Sehari-hari sayalah yang berada di dekat anak-anak ketika di rumah, dari bangun tidur hingga tidur. Rutinitas yang kadang membuat jenuh karena berulang seperti ini. Namun, percayalah, membuat rutinitas baik seperti ini efeknya bukan sekarang, namun jangka panjang juga.

Kecuali kalau suami sedang libur kerja dan berada di rumah, saya merasa lebih lega. Ada banyak aktivitas bersama anak yang bisa digantikan oleh suami. Biasanya anak-anak berkumpul bersama, ngobrol bareng hingga menidurkan anak-anak. Tapi sekarang, cerita rutinitas menjelang tidur saya, ya!

Aktivitas menjelang tidur ini saya terapkan kepada anak-anak sejak dini karena pentingnya membuat kebiasaan baik. Kalau sekarang saya masih mengontrol satu per satu anak (tinggal dua anak), saya berharap nanti ketika sudah tak di rumah, kebiasaan seperti ini tetap berlanjut.



Setelah memastikan bahwa menu untuk besok pagi sudah tersedia di kulkas, selanjutnya saya mengajak anak-anak untuk siap-siap tidur. Eits, tunggu dulu, ada 3 aktivitas yang biasa saya lakukan bersama anak. (Dilakukan sendiri juga boleh.)


  1. Menggosok gigi
  2. Membaca buku
  3. Mendengarkan murrotal


Kalau anaknya sudah besar, saya cuma mengingatkan saja. Sementara dengan si bungsu, saya mesti bolak-balik mengajak ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Kalau dia saja yang menggosok gigi pasti tidak mau. “Ibu kok nggak gosok gigi,” begitu katanya.

Lalu apa alasan saya tidak gosok gigi. Tidak ada. Dia tidak mau menerima alasan saya, kalau cuma mengatakan mau makan lagi. Bisa-bisa dia menunggu saya makan, kemudian melarikan diri.

Jadi, meski saya masih mau makan lagi, tetap harus menggosok gigi. Tidak perlu berpura-pura. Pokoknya dia melihat aktivitas saya menggosok gigi. Kadang keinginan untuk makan lagi menjadi gagal. Malas juga kalau bolak-balik ke kamar mandi.

Ketika si anak menggosok gigi sendiri, saya suka saja memeriksanya. Dari bau mulutnya pasti terasa, si anak benar-benar menggosok gigi atau tidak. Lagipula, kalau tidur tanpa menggosok gigi rasanya mulut penuh dengan sisa makanan. 
 
Kalau lagi tidak malas, tidak mengantuk dan tidak ditunggu anak, menjelang tidur saya membersihkan wajah. Aslinya memang tidak telaten, sih. Tapi kalau ingat usia, ehm... buru-buru ingat kalau kulit dan wajah yang tidak sekencang dan sehalus dulu. Begitulah merawat diri sendiripun kadang butuh kesadaran bahkan pemakasaan.

Untuk membersihkan wajah ini tidak membutuhkan waktu lama. Saya menggunakan face cleanser. Setidaknya wajah saya tidak berminyak hingga terasa lengket. Meski cuma mau tidur. Senang saja kalau wajah terasa segar.

***

Kebiasaan saya kalau sudah beres urusan menggosok gigi adalah segera masuk kamar. Saya mengambil satu buku cerita dan membacakan. Kadang membaca bergantian. Kalau si bungsu sudah mengantuk berat, membaca sebentar saja sudah tidur. Sementara kalau sudah jam tidur tapi belum mengantuk, bisa habis 2 hingga 4 buku cerita. Bukunya tipis saja. Kalau yang tebal, saya mesti membaca berlembar-lembar dan bergantian.



Kadang ketika sedang membacakan buku saya ikut mengantuk dan tanpa sadar tertidur dulu. Padahal niatnya mau menulis dan menyelesaikan bacaan mumpung ada waktu. Malam hari rasanya lebih panjang tanpa ada gangguan aktivitas rumah tangga. Namun tanpa niat yang kuat, godaan mengantuk lebih besar dan sulit ditaklukkan.

Jika sedang keluar kota, saya usahakan tetap membawa bacaan. Buku yang ringan saja. Membaca buku merupakan salah satu cara agar gampang tidur. Meski pernah juga cuma membawa buku tapi tidak sempat dibaca karena kecapekan.

Selain itu kami biasa mendengarkan murrotal. Sekalian saja sambil membiasakan anak dengan surat baru dan surat yang sudah dihafalnya. Agar lebih akrab di telinga. Juga agar pikiran ikut adem dan siap untuk menyongsong esok hari.

Bagi saya penting untuk memperhatikan waktu tidur yang mencukupi. Di rumah, saya menerapkan jam tidur. Mulai pukul 21.00 saya sudah meminta anak-anak untuk tidur. Ada kalanya lebih awal. Tergantung tingkat kebutuhan dan kecapekan. Kemudian kalau tidak kunjung tidur, saya tunggu sampai pukul 22.00.

Kalau saya sedang capek banget, rasanya cuma satu yang ingin segera dilakukan. Tidur!

Dengan waktu tidur yang mencukupi dan berkualitas, badan lebih segar untuk aktivitas esok. Bangun lebih ringan. Emosi lebih stabil. Bangun pagi juga lebih gampang.

Well, kalau teman-teman memiliki aktivitas apa menjelang tidur? Sharing, yuk!

^_^

Tulisan ini diikutsertakan dalam #posttematik KEB

Comments
17 Comments

17 comments:

  1. Sebelum tidur biasanya anakku yang kecil minta dibacain buku juga mba. Biasanya dia pesen.."tapi ibu nggak bobok lho.."

    Kenapa? Karena seringnya saya yang ngantuk duluan. Dan klo udah ngantuk,biasanya mbacanya udah ngaco..apa yang diucapkan suka beda sama yang dibaca..����

    ReplyDelete
  2. Kalau aku lagi ga terlalu cape bacain buku pasti bisa abis berapa cerita buat anakku malahan suami pernah bilang bun itu anaknya udah tidur masih aja bacain kayak radio rusak wkwkwk...

    tapi kalau aku lagi cape malah aku yang tidur dan anaknya malah keluar kamar jiaahhhh :p

    ReplyDelete
  3. Saya pun selalu disiplin untuk urusan tidur. Anak-anak saya biasanya udah tidur jam 9 malam. Sampai sekarang udah terbiasa tidur jam segitu :)

    ReplyDelete
  4. Setelah menggosok gigi, berwudhu, kemudian masuk kamar ya, Mbak. Terima kasih postingan yang penting ini, Mbak, untuk membiasakan anak-anak dengan kebiasaan yang baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya, berwudhu bikin tidur makin nyenyak. Makasih ya.

      Delete
  5. makasih tipsnya, aku termasuk yang gampang tidur, kena bantal langsung zzzzzz

    ReplyDelete
  6. Cara ini memang terbukti bisa membuat tidur nyenyak mbak, saya jg sering membiasakan spt ini.

    ReplyDelete
  7. Bedtime story. Rutinitas yg bagus menjelang tidur ya��

    ReplyDelete
  8. Memang enak ya, saat ada suami. Bantuan dataaaang :D

    Anak saya juga terbiasa dibacakan cerita sebelum tidur, sampe kita harus bikin kesepakatan, max 3 cerita.
    Klo ga gitu, ga brenti2 ceritanya.

    Pegeull bin haus nih mulut, ngoceh mulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi... saya sampai hafal ceritanya dan anaknya nggak bosen dengar.

      Delete
  9. Saya juga kadang kalau habis gosok gigi malam masih suka cemal cemil lagi😂 dan habis cemal cemil itu suka bablas ketiduran tanpa gosok gigi lagi😭

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Maaf, jika ada link hidup akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES