Friday, April 27, 2018

Ingin Belanja Keramik Cantik dan Unik? Mampir Saja ke Kampung Keramik Dinoyo Malang


wisata keramik dinoyo



Beberapa kali melewati kawasan Dinoyo saya berharap bisa mampir di kampung keramik ini. Sayang, masih ada urusan lain yang lebih penting daripada sekedar mampir.  Waktu menjadi pertimbangan selanjutnya.

Kebetulan waktu berkunjung ke sekolah si sulung tidak lama. Si anak sibuk dengan urusannya sehingga waktu untuk bertemu hanya sedikit. Hari Sabtu masih bisa ngobrol tentang masa depan. Ah... ngomong dengan anak remaja seperti ini ya. Ada yang serius tapi kadang juga santai.

Berhubung hari Minggu cuma ketemu beberapa menit, saya jadi kecewa juga. Tidak sampai setengah jam. Saya membawa beberapa kue karena saya tahu dia malas jajan. Makan dari sekolahnya saja sudah cukup.

wisata keramik dinoyo


“Masih pagi, masak langsung pulang kampung?” Pikir saya sih buat jalan-jalan di kota Malang. Kalau bisa yang dekat dengan sekolahnya. Saya memilih ke Dinoyo. Mumpung jalanan belum begitu padat.

Kami tiba sekitar pukul 09.00 di Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Di lokasi yang masih sepi, saya ragu. Saya pikir seperti Wisata Panci di Pasuruan. Toko-toko yang menjual barang-barang dari enamel tampak menyolok dari gapura. Lalu pengunjung yang ramai. Tapi disini saya tak melihat aktivitas belanja barang-barang dari keramik. Dari taman tidak ada tanda-tanda keramaian. Jalanan masih lenggang. Maka saya mendekati seorang pedagang kaki lima.

Note:

Kalau kesini, perhatikan tempat memarkir mobil.  Agak siang sedikit, banyak kendaraan. Si mas PKL ini sampai menyuruh pindah tempat parkir. Mau parkir dimana kalau tidak di pinggir jalan seperti ini. Setelah saya selesai belanja, ternyata di bahu jalan sudah banyak kendaraan.

showroom keramik


Memang begini lokasinya. Di depan kami adalah pabrik keramik yang katanya sudah tutup. Saya mengira ada pabrik besar sehingga penduduk kampung bisa menjual di rumah masing-masing. Ternyata bukan seperti itu. Saya mesti berjalan kaki ke kiri, disini banyak penjual barang-barang keramik di rumahnya.

Bisa dikatakan kampung wisata keramik ini semacam rumah penduduk plus showroom. Karena barang yang dijual berdesakan di rumahnya. Bahkan ada kendaraan di showroom mereka. Ya, mungkin masih pagi, motor belum dikeluarkan oleh pemiliknya. Jadinya berdesakan ketika saya memasuki ruangan itu.

Jadi ketika masuk ke showroom itu saya clingukan, dimana penjualnya. Oh, masih di dalam rumah. Kemudian saya keluar dan mencari showroom lainnya. Ada yang memang belum buka. Tapi saya bisa melihat aneka keramik dari jendela kaca yang sudah dibuka.

showroom keramik SN


Di pertigaan jalan saya melihat ada showroom yang banyak keramiknya. Sepertinya khusus untuk menjual produk keramik. Masih dengan keraguan akhirnya saya masuk saja. Clingukan lagi mencari penjualnya namun tidak ketemu. Oke, saya masuk ke dalam ruangan dan takjub.

Bagi penggemar foodiest, foodphotography, foodblogger tempat ini recommmended banget untuk hunting properti foto yang unyu-unyu. Dalam hati saya menyesal mengapa baru sekarang saya datang kesini. Mengapa tidak dulu saja. Toh, saya sering ke Malang. Lokasinya mudah ditemukan.

Jadi, kalau datang kesini pastikan jangan sampai kalap. Melihat piring suka, jalan ke lorong-lorong dan menemukan aneka mug, suka. Belum lagi ada macam-macam panci polkadot. Iya, kemungkinan besar seperti itu.  Buat penggemar barang imut bin lucu ini, properti foto menjadi bagian yang tak terpisahkan. Bisa dikatakan sebagai investasi juga. Kalau properti fotonya banyak, jadi tidak membosankan, bukan. Terlepas dari modal yang kita keluarkan juga.

showroom keramik SN


Saya kembali menelusuri deretan keramik yang dipajang disini. Kalau menurut saya, toko ini termasuk ramai. Karena produk yang dijual bukan saja yang ada di showroom. Masih ada beberapa kotak keramik yang ditaruh di gudang secara asal. Cuma ditumpuk saja.

Selain barang yang imut-imut ada juga vas besar buat hiasan rumah. Ya, aneka barang dari keramik yang unik. Pastikan tetap tenang ketika keinginan untuk menyentuh barang-barang ini. Ops... kalau pecah berarti membeli ya. Termasuk jika kita membawa anak kecil. Jangan lupa untuk mengawasinya.

Setelah berulang kali clingukan dan berharap mendapati penjual atau siapapun yang menjaga toko menjadi sia-sia, saya pasrah. Kalau tidak ada orangnya, tak masalah. Saya sudah mengambil gambarnya sejak masuk lokasi kampung keramik.

showroom keramik SN


Menjelang keluar showroom, seorang ibu dengan penampilan yang biasa masuk ke showroom. Kemudian dia menyapa saya dan bertanya apa yang saya cari disini. Saya katakan saja kalau saya masih ingin melihat-lihat. Kalau cocok nanti saya akan membeli. Lihat barang, tanya harga karena semua barang disini tidak ada label harga. Demikian juga di showroom lainnya. Jadi harus rajin bertanya harga.

Sejak tadi saya dibiarkan masuk karena si ibu ini sedang belanja di depan showroomnya. Ah, makanya dia santai saja. 

Baca juga Taman Merbabu Malang....

Ada yang ingin tahu harganya?

Setiap barang yang terlihat menarik saya tunjuk dan bertanya harga. Saya kaget begitu mendapati jawaban dari si ibu ini. Oh, kenalkan ya, si ibu ini adalah penjaga toko yang sudah tahunan bekerja disini.

Harga mulai Rp 10.000 untuk wadah kecil, tapi kecilnya tidak kebangetan kok. Piring mulai dari Rp 15.000 ukuran kecil. Kemudian mangkuk, cangkir yang lucu dan imut itu ada yang seharga Rp 20.000. Tergantung ukuran dan motif. Satu set teko dan cangkir ada yang seharga Rp 50.000. Menyesal juga kenapa tidak sekalian belanja teko ya!

showroom keramik dinoyo


Kalau dibandingkan dengan keramik di online shop tentu keramik ini jauh lebih murah. Kualitas sepertinya juga sama saja. Ssst... jangan bilang-bilang ya teman-teman! Jangan!!! Namun untuk motif, model tergantung kiriman. Jadi bisa dikatakan tidak lengkap juga. Misal mangkuk motif polkadot, hanya ada yang warna merah dan ungu. Yang merah itu cuma satu.

Kadang barang yang dijual di beberapa showroom sama. Harganya juga. Kalau seperti ini berarti dari satu pabrik, satu kiriman. Karena saya belanja sedikit, cara membungkus keramik sama. Keramik dibungkus koran kemudian dimasukkan kresek. Beres. Entah kalau membeli dalam jumlah banyak. Mungkin pengepakan lebih baik...

Kalau beruntung kita bisa membeli keramik yang unik dengan harga yang murah. Seperti cangkir love. Sayang, yang model seperti ini terbatas. Ada tapi barangnya rusak. Lainnya masih banyak. Tinggal kita mau belanja berapa banyak.

Untuk barang-barang di Kampung Keramik Dinoyo ini biasanya mendapat kiriman dari Probolinggo. Ada juga yang membuat sendiri. Kebetulan saya bisa melihat proses pembuatan keramik tak jauh dari lokasi ini.

home industri keramik dinoyo


Pabriknya kecil. Aduh kalau ngomong pabrik, bayangan kita pasti lokasinya luas, banyak pekerja dan berisik. Ada banyak alat produksi yang mungkin besar-besar. Faktanya tidak. Saya bisa melihat pabrik keramik skala kecil atau home industri yang dilakukan di ruang terbuka. Disamping showroom juga.

Jadi, ada semacam ruangan kecil yang dipakai untuk memproduksi keramik. Kalau bikin sendiri, pasti berbeda dengan barang-barang kiriman pabrik. Karyawannya cuma satu, entah kalau ada lagi. Si bapak inilah yang membuat adonan kemudian mencetaknya ke dalam cetakan yang terbuat dari gipsum.

Dari penuturan si bapak, bahan untuk keramik dibeli di dinas perindustrian. Disini tinggal mengolahnya menjadi keramik-keramik yang cantik. Sebenarnya saya sudah banyak bertanya, sayang si bapak agaknya kurang merespon saya. Mungkin karena orang dari luar kota ya. Padahal saya masih penasaran dengan proses selanjutnya.

home industri keramik dinoyo


Menerima pesanan

Tidak puas dengan satu showroom saya berjalan lagi ke showroom berikutnya. Kali ini saya bertanya kepada penjualnya apakah menerima pesanan keramik. Saya yakin para pelaku usaha disini senang jika banyak orang belanja keramik. Termasuk jika ada pesanan keramik dalam jumlah besar.

Namun pesanan itu tidak selamanya diterima dengan gembira. Bisa jadi ditolak jika mendadak. Apalagi kalau jumlah pesanannya besar. Tentu tidak mudah membuat keramik dalam jumlah besar dengan kualitas yang sama baiknya. Disitulah, pelaku usaha merasa perlu untuk menyaring pesanan. Sekiranya sanggup dibuat maka dengan senang hati akan dikerjakan sesuai dengan kesepakatan.

cetakan keramik dari gipsum


Note:

Jika tertarik untuk belanja disini, pastikan untuk membawa uang cash.

Well, buat teman-teman yang ingin hunting keramik bisa mampir ke kampung keramik Dinoyo Malang. Mungkin yang sedang traveling ke Malang bisa sekalian saja datang kesini. Lokasinya di kota, sebaiknya datang pagi agar tidak terjebak kemacetan lalu lintas.

Happy traveling, happy shopping!

Lokasi:  

Jl MT Haryono Dinoyo, Lowokwaru, Malang





Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Ya ampuuunnn lucu2 banget mba keramiknya. Harganya pun enggak terlalu mahal ya. Klo disini, apalagi udah masuk toko, harganya sampe berkali kali lipat.

    ReplyDelete
  2. Duluu pas SD pernah masuk ke pabriknya yg sudah tutup. Sayang banget ya.. kalau aja ada paket wisata edukasi ke sini jadinya lebih mantap.. nice info mbak..

    ReplyDelete
  3. Waaa harganyaaa... murah2 banget, ada yang 10 ribuan. Saya kalau ke sini bisa khilaf dan trus mikir... bawa pulangnya gimana? Haha... Kalau ke Malang harus mampir nih buat nambah property foto.

    ReplyDelete
  4. bagus sih kalo ada kerajinan gini..
    bagus juga untuk berbisnis sebenarnya.
    bisa di buat sesuka hati dan harga murah.
    btw makasih ulasannya kak.

    ReplyDelete
  5. kayaknya sistem penjualannya masih kurang dikelola ya sama mereka. kalau dikasih label harga kan lumayan nggak bingung yang mau beli. pengen ih ke sana kalau ke MAlang

    ReplyDelete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES