Thursday, May 24, 2018

Menu Rumahan Untuk Buka Puasa



menu buka puasa


Assalamualaikum

Alhamdulillah kita sudah melewati pekan pertama bulan Ramadan. Masih suka galau tidak ya ketika menyusun menu buka puasa? Atau pilih praktis saja dengan membeli makanan. Bukankah ini bulan mulia, bulan penuh dengan kebaikan, maka buat apa bersusah payah di dapur. Lebih baik beribadah dan beribadah saja. Lupakan perkerjaan di dapur. Hoho...


Baca juga Menu Buka Puasa dengan Aneka Tumis Sayuran ...

Ehm... jujur karena saya sendiri senang di dapur, senang memasak, entah hasilnya, jadinya memasak bukan menjadi pekerjaa yang berat. Intinya sih cintai pekerjaanmu, meski pekerjaan itu berulang kali, melelahkan dan tidak mendapat imbalan. Tapi percayalah ketika memasak itu diniatkan untuk ibadah, insyaallah hati ini menjadi lebih enteng, lebih adem.

Ramadan ini saya masih di rumah, masih memikirkan cara agar bisa ikut suami. Sayang hari libur anak-anak tidak sama. Dua anak libur dan satu anak tidak. Yang tidak libur tidak mau ditinggal jadinya saya masih di rumah bersama anak-anak. Entah nanti kalau semua sudah libur, rencananya mau ikut dinas suami, agar banyak waktu bersama.

Karena si sulung memiliki waktu longgar, saya lebih bisa leluasa, baik untuk memasak maupun untuk pekerjaan lainnya. Saya merasa terbantu sekali ketika musim ulangan seperti ini, dia ikut mengajari adiknya. Juga kegiatan lain seperti mengajak adik-adiknya ke masjid dan mengaji.

Selama seminggu ini saya berhasil posting foto-foto makanan di instagram.  Silakan follow ya @nurrochmaningrum. Semua masakan adalah hasil dari dapur saya. Senang rasanya ketika saya bukan saja bisa meluangkan waktu untuk mencari ide memasak, mengeksekusi bahan-bahan makanan hingga memposting foto-foto.

Menu Buka Puasa

menu buka puasa


Pada dasarnya menyusun menu buka puasa itu sama halnya seperti masak sehari-hari. Masakan saya ya begitu-begitu saja. Menggunakan bahan-bahan makanan yang fresh, dan bumbu homemade. Ya, bumbu homemade ini lumayan memotong waktu memasak kita. Kalau biasanya masih suka meracik, ngulek atau memblender bumbu, sekarang tinggal ambil sesuai selera. Bumbu sudah siap di kulkas.

Selain bumbu homemade saya juga menyiapkan bawang putih dan bawang merah goreng. Jadi kalau ingin memasak praktis misalnya bikin tumisan, tinggal meremas bawang putih goreng, tambah merica halus, garam dan saus tiram. Sedangkan bawang merah goreng ini fungsinya sebagai penambah rasa. Kalau sekiranya masakan kita kurang sedap, tambahkan saja bawang goreng.

Jangan lupa untuk menyiapkan takjil. Meski segelas teh hangat, tapi penting banget buat memperhatikan asupan pertama kali ke dalam perut. Perlu diketahui ketika berpuasa tubuh tidak mendapatkan nutrisi, sehingga energi yang tersimpan berkurang, badanpun terasa lemas. Berbuka dengan yang makanan/minuman manis merupakan sumber kalori yang mudah dicerna tubuh dan mudah mengembalikan energi yang hilang tadi.

Namun saat ini saya membahas menu berbuka saja ya. Apa saja menu berbuka ala saya? Yuk, disimak!


  1. Sayur bayam, ikan patin cabe hijau, mendoan.
  2. Sayur sup, bola-bola bakso, tahu bulat.
  3. Sayur asam, ikan asap + sambal tomat,  bakwan jagung.
  4. Mie goreng Jawa, telur dadar
  5. Sayur bayam jagung manis, tumis cumi, kembang kol goreng, bakwan jagung.
  6. Tumis sawi, acar ikan kakap dan ikan kembung.
  7. Pecel lele dan tahu (lele, tahu, sambal, lalapan)


Dalam menyusun menu berbuka ini saya selalu menyediakan buah-buah yang banyak kandungan airnya seperti buah pepaya, melon, semangka dan nanas. Buah-buahan tersebut mudah di dapat. Kalau lagi rajin, saya belanja ke pasar. Tapi kalau sibuk, capek dan malas, cukup belanja di tukang sayur depan rumah. biasanya bakul sayur ini menjual berbagai buah mulai dari irisan semangka, nanas dan irisan melon.

Pernah suatu hari saya tidak memiliki buah sama sekali. Rasanya agak aneh ketika sudah membiasakan diri makan buah kemudian tidak. Beruntung ketika kami memiliki rencana untuk berbuka di masjid Jami’ Tuban, ada banyak bakul buah disekitarnya. Kalau di rumah, saya mengenal bakul-bakul sayur dengan jam-jam mangkalnya. Bakul sayur keliling yang mangkal di depan rumah saya biasa memanggil ibu-ibu agar belanja.

Tips menyiapkan menu buka puasa:


  • Pastikan menakar sesuai dengan kebutuhan makan kita. Tidak perlu berlebihan.
  • Buat menu sesuai dengan selera keluarga. Menu kesukaan keluarga biasanya menyenangkan.
  • Jangan mencoba menu baru. Karena menu baru belum tentu cocok untuk keluarga apalagi di bulan puasa, selera maupun porsi makan bisa beda dan tidak banyak.
  • Sedia bumbu homemade (misalnya bumbu dasar merah, putih dan kuning) atau bumbu kering (bumbu instant) agar memasak lebih mudah.


Semoga bermanfaat. Happy cooking!

^_^
Comments
18 Comments

18 comments:

  1. Waah keren banget mbak foto-fotonya.. Cucok semua. Aku jangankan foto-foto, masak aja kagak, wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ramadan ini alhamdulillah longgar.
      Dulu aku masih punya baby ribet banget mba. Seringnya beli masakan aja. Hemat tenaga.

      Delete
  2. Lihat masakan kek gini bikin ingat masakan mama. Mama aku kangen... hehe

    ReplyDelete
  3. Menunya menggoda banget mbak, untung buka blognya sesudah berbuka puasa.

    ReplyDelete
  4. Segernya bu, menu buka puasa yang sederhana tapi membahagiakan keluarga

    ReplyDelete
  5. Menu yang pertama kesukaan saya nih...Sayur bening bayam segar buat buka dan sahur

    ReplyDelete
  6. aku uda ilang ide buat masak buka n sahur mb hahaha liat menu2 ini jadi kefikiran mu madak jg

    ReplyDelete
  7. Cucok banget mb, aku ni hobi mantengin ig yang rajin bikin menu rumahan, harapannya ikut terpancing rajin masak hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Toss deh. Akupun mantengin Ig buat nyari resep masakan.

      Delete
  8. Tips biar gak mentok nyari ide masak dong, mba. Ini baru hari ke sembilan bawaannya udah mager >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... Aku sih mikirnya karena anak2ku di rumah semua,mending masak aja. Kadang ya masak bareng.

      Delete
  9. makasih tipsnay, krn sekarang tinggal berdua, aku malah serinngnya beli di luar, krn masak tuk berdua suak mubasir seringnya kebuang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih efektif beli mateng aja. Makannya kan nggak banyak.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES