Friday, November 30, 2018

Budayakan Membaca dengan Koleksi Buku-Buku di Rumah

rak buku di rumah


Saya mulai suka membaca ketika SMA. Tidak banyak pilihan bacaan di zaman old. Tapi majalah remaja sedang tumbuh subur. Sesekali saya membeli. Itupun pakai merayu bapak biar duitnya cepat keluar. Duit akan diberikan setelah saya menjawab pertanyaan dengan baik dan benar. Saya tidak berani meminta ibu, karena sudah dikasih jatah bulanan.

Kemudian ketika saya kuliah dapat rumah kos dekat perpustakaan wilayah, dekat kampus, rasanya seperti surga. Saya memiliki waktu luang yang berlimpah di akhir pekan. Bersama anak-anak perantauan, saya kerap main di perpustakaan wilayah. Daripada luntang-lantung tidak jelas, mending menghabiskan berjam-jam di perpustakaan. Sayangnya kalau hari Minggu buka setengah hari. Arggg... mana cukup!

Setelah lulus kuliah saya menikah dan suami sangat mendukung hobi saya membaca buku. Tapi tunggu dulu, lihat kondisi keuangan dulu ya. Aman... baru belanja buku. Itupun satu dua. Tidak berani membeli banyak. Maklum hidup di perantauan, kudu bisa survive dalam kondisi apapun.

Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa menikmati bacaan di rumah. Anak-anak sejak kecil saya biasakan membaca buku. Namun tetap saja selera anak-anak berbeda jauh dengan saya. Ada yang suka membaca buku apa saja. Ada yang hanya mau buku tertentu. Semua keinginan anak ditampung dulu. Karena membeli buku tidak setiap waktu. Ya, kan hidup butuh prioritas.

Perlahan, buku-buku di rumah semakin banyak. Satu rak tak cukup, dua rak dan beberapa tempat lagi. Di rumah orang tua masih ada buku-buku saya. Aman di dalam lemari. Buku-buku yang sudah jarang dibaca saya sumbangkan kepada yang membutuhkan. Sementara majalah-majalah sudah saya jual kiloan. Kalau ingat harga jual ini saya jadi sedih. Per kilo cuma laku Rp 1.200 sampai Rp 1.500. Itupun pakai diskon. Maksudnya, saya dikasih harga paling bawah. Kalau dapat 2 kilo saya dapatnya Rp 2.000. Begitulah...

Manfaat koleksi buku:

  1. Memudahkan anggota keluarga untuk mencari referensi.
  2. Bisa dimanfaatkan sebagai perpustakaan keluarga.
  3. Membiasakan anak membaca.

Dengan memiliki koleksi buku ini saya bisa meminjamkan buku-buku kepada teman-teman. Tapi ya masalahnya tetap sama, kapan-kapan kembalinya. Kapan? Tidak tahu! Bahkan ada yang sampai tidak kembali.

Sudut baca

Untuk masalah buku, saya itu orangnya tidak rapi. Buku bisa berserakan di lantai ketika saya sedang membutuhkan bacaan. Kadang juga di tempat tidur ketika saya sulit memejamkan mata. Setelah merapal segala doa, ambil buku dan membaca. Perlahan mata terasa lelah, berat dan tertidur.

Meskipun sudah pernah membaca buku, mengulang membaca lagi masih saya lakukan. Ada yang menarik dari buku. Ada yang membuat saya tidak mudah bosan. Mungkin mirip anak bungsu saya yang bisa membaca buku sampai puluhan kali dan tidak bosan. Bedanya saya tidak membaca sampai puluhan, tapi dalam hitungan jari.

Memiliki rak buku membantu saya untuk mengumpulkan buku-buku yang terserak. Di area dekat rak buku inilah saya sebut sudut baca. Kami biasa menikmati bacaan di rumah dengan santai. Tapi kalau capek, saya memilih membaca di tempat tidur dengan penerangan yang cukup jelas.

Kalau teman-teman memiliki koleksi barang, share di kolam komentar ya?

#BPN30dayChallenge2018

#bloggerperempuan

#day11

^_^



Comments
8 Comments

8 comments:

  1. Hihi kok sama mb nur, klo ma ibuk uda dijatah, tp klo ma bpk biasanya dikasi bonus2 tambahan jajan
    Masalah klasik, klo dipinjam temsn, ga berharap dia inget dg sendirinya kpn balikin gegeeeek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa ya orang minjem kok lupa balikin. Padahal yang minjemin gak lupa loh. Sedih aku tuh.

      Delete
  2. Saya mulai suka membaca tuh pas SMP tapi sih mulai aktif beli buku dan sebagainya itu sekitar kelas dua SMA. Kalau di tanya soal koleksi buku sih saya masih sedikit hehehe, kebanyakan baca bukunya minjem sih sama temen :D.

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya aku juga pengen banget punya rak buku gitu buat dibikin perpustakaan pribadi...
    walaupun udah ada buku digital bagi aku baca buku fisik itu rasanya beda banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku gak kuat baca buku digital lama-lama. Suka siwer mataku.

      Delete

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Well, feel free to drop any words. ^_^
Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES