Kursi Donat dari Bekas Ban Mobil


kursi dari ban bekas mobil


Ceritanya sejak memiliki mobil, saya sudah dua kali ganti ban. Ban-ban yang sudah tidak terpakai alias bekas itu terongok dengan sempurna di halaman rumah. Jadi sarang laba-laba dan teman-temannya. Beranak pinak mungkin sampai memiliki cicit imut-imut dan amit-amit ya.


Karena terlantar, ban bekas ini menjadi tempat menyimpan mainan anak-anak yang sudah kucel. Sudah tidak ingat lagi kalau ada bola di dalam ban bekas. Sudah tidak ingat lagi kalau ada sandal di ban bekas. Juga tempat menyimpan alat tukang. Mungkin semacam tempat serbaguna.

Kemudian saya dan suami berpikir kalau dijual memang laku berapa. Kalau dibuat daur ulang memang kami bisa bikinnya. Kalau dikasihkan orang siapa juga yang mau. Daripada mumet memikirkan buat apa, saya googling saja dengan keyword kursi dari ban bekas.

Tara... ternyata ban bekas itu bisa dibikin bermacam-macam bentuk kursi. Tapi saya pengen yang simple saja. Yang tentu saja kuat dan nyaman ketika semua anggota keluarga duduk.
 
Saya maupun suami tidak pengalaman mencari tukang jok, tukang kursi atau apalah yang bisa membuat dan memperbaiki kursi. Tidak pernah sekalipun berurusan dengan tukang ini. Jadi masalah kan. Karena tidak tahu mau menyerahkan ban-ban bekas kepada siapa.

Jadi kami kudu mencari info. Satu tempat bikin kursi di belakang pasar besar sudah saya datangi dan orangnya sedang keluar kota. Tanggung juga, kami sudah mengangkut dua ban mobil sebagai contoh. Tapi kalau tidak bertemu langsung dengan pembuatnya bisa-bisa jadi salah paham.

kursi dari bekas ban mobil



Saya mengingat-ingat ruas jalan di kota Tuban yang pernah saya lewati. Ya, akhirnya saya ketemu. Tempatnya tidak jauh dari rumah. Ya iyalah, keliling kota itu tidak bakal butuh waktu lama. Berbeda dengan kota besar yang bikin kepala saya nyut-nyutan kalau suami salah jalur yang ujung-ujungnya harus muter-muter.

Untungnya si bapak pemilik sekaligus pembuatnya sedang ada di rumah. Jadi suami menyerahkan saja ban-ban bekas ini. Sekaligus menunjukkan gambar dari internet yang kami inginkan. Ternyata si bapak ini sudah pernah membuat kursi dari ban bekas. Begitu kami ngomong, si bapak sudah tahu maksud kami.

Saya maupun suami tidak ingin model yang ribet. Yang mudah dan nyaman dan tidak butuh waktu lama untuk dikerjakan. Model donat. Seingat saya begitu sebutannya. Jadi kursi ini memang ukurannya mini. Ya seukuran ban mobil pada umumnya. Kursinya pakai kaki tapi pendek. Tidak terlalu mencolok.

Setelah model ditentukan, kami memilih kainnya. Ini pengalaman pertama saya. Jadi tahu bahwa kain itu ada kastanya eh kelas-kelasnya. Ampun deh, begini saja baru tahu!

Saya sudah memiliki sofa di rumah namun saya kurang paham jenis kainnya. Saya pikir sama saja dengan kain yang dipakai sofa lainnya. Karena beli juga sudah seperti itu.

Nah, kalau disini pembeli bisa memilih kain yang diinginkan. Mulai dari harga RP 350.000 per kursi sampai Rp 550.000. Disini ada tiga tiga macam harga yang berhubungan erat dengan kualitas kain. Biasa, sedang dan paling bagus.

Sebagai gambaran kalau kainnya yang biasa itu paling kasar, keras dan murah. Semakin mahal semakin lembut, lentur dan awet. Masa pakai itu kira-kira bisa sampai 10 tahunan lebih warna dan kondisi masih bagus.

kursi dari bekas ban mobil


Nah, pada pemilihan kain ini saya sempat galau juga. Bagaimana ya cuma ban bekas masak sih dikasih kain yang bagus. Kan eman juga. Bekas ya bekas, tidak bagus-bagus amat. Tapi kemudian suami bilang kalau yang pakai kami. Mau yang bagaimana ya terserah. Jangan memikirkan “bekas”. Kayak bekas mantan saja. Eaa...

Nah, setelah diskusi panjang lebar masalah kain. Sampai juga dengan keputusan final, DP berapa. Jiah... DP separo dari harga total teman-teman.

Proses pengerjaannya tidak lama. Dua minggu. Tapi karena kain yang saya inginkan tidak ada, jadi baru dipesan dan datangnya juga tidak bisa sewaktu-waktu. Seingat saya pengiriman kain dari Surabaya. Begitu sudah jadi, saya juga tidak bisa langsung mengambil karena menunggu jadwal suami pulang. Kalau dihitung sekitar 1 bulan selesai.

Bagaimana? Puas?

Secara keseluruhan, kursinya rapi. Tapi kurang empuk saja. Saya meyadari karena kurang pengalaman saja jadi pasrah dengan pembuatnya. Tapi karena sudah jadi ya sudah, dipakai saja di rumah. Saya orangnya tidak mau rewel atau ribet untuk komplain.

Kursi sudah beres tinggal mejanya saja. Tapi kami santai, tidak ada meja juga tidak masalah. Keluarga kami bukan penganut rumah rapi seperti di akun instagram home decor. Pengen sih iya. Pasti nyaman dan betah. Tapi...ya sudahlah, apapun perabotannya, saya tetap betah tinggal di rumah selama sepuluh tahun ini. Mungkin lebih...

Buat yang penasaran saya bikin kursi dimana, saya kasih alamatnya ya.

Ronggolawe Decoration:

Jl. KH. Agus Salim no.58 Tuban, Jawa Timur.

(0356) 328956

081330680909

^_^

20 Komentar untuk "Kursi Donat dari Bekas Ban Mobil"

  1. keren idenya mbak, pilihan warna joknya sangat menarik kelihatan mewah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena bapaknya bilang boleh pakai dua warna, saya sama suami semangat coba-coba gabungin dua warna ini.

      Hapus
  2. Lucuuuu bentuk kursinya. Eh ini beneran kurang empuk karena apanya mba? Unik bentuknya.

    BalasHapus
  3. bagus juga untuk tempat duduk ngopi diteras..modelnya peka jaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya mau ditaruh di ruang tamu. Tapi ruang tamu lagi berantakan...

      Hapus
  4. Idenya bagus juga mbak.. Kalo pas laper serasa lihat oreo mbak. Hehe

    BalasHapus
  5. Konsep sama idenya oke.. eksekusinya juga.. keren mbak.. jadi pengen bikin..

    BalasHapus
  6. Memanfaatkan ban bekas yang sudah tidak terpakai jadi kursi yang cantik dan menarik
    Keren Mbak...

    BalasHapus
  7. bagus banget mba, itu tempatnya memang khusus membuat kursi unik2 gitu ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga. Asal ada contoh (gambar) dan bapaknya mampu ya dikerjakan.

      Hapus
  8. Wah kteatif mbak... kalau kakinya agak tinggian bagus juga kali ya?? Jadi bs buat dupakai di ruang tamu teras. Tp itu bagus n uniq kok.. salut salut

    BalasHapus
  9. Baguusss mbaaak, memanfaatkan ban bekas jd lebih bermanfaat hehehe berapa mbak ongkos buatnyaa yaa? jd pengen, biar tau harga pasar hehehe. . ada ban bekas di rumah sepertinyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harga per kursi mulai Rp 350.000. Tapi mungkin kalau di Surabaya nggak semahal itu. Karena si bapak tukangnya kan beli dari Surabaya, pastinya harganya lebih mahal ketika tiba di Tuban.

      Hapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Info: F untuk komen dengan akun facebook dan B untuk komen dengan akun blogger. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel