Ingin Foto di Taman Bunga? Coba deh, Mampir di Puncak Tapan Andongsari

by - Jumat, April 05, 2019


 
gazebo



Halo teman-teman!

Sudah ada rencana buat menikmati weekend bersama keluarga? Weekend bagi keluarga saya sangat penting. Karena suami libur, jadi bisa kumpul berempat. Minus si sulung yang kuliah di Surabaya.


Kalau weekend itu saya suka jalan-jalan. Aduh, kalau ngomong tentang jalan-jalan kok kesannya pergi ke suatu tempat yang jauh. Ugh...saya lagi tidak memikirkan jalan jauh karena jadwal daftar ulang anak-anak sudah di depan mata.

Jadi kemana dong?

wisata puncak tapan andongsari


Masih di Tuban. Ubek-ubek daerah sendiri saja belum kelar. Kali ini saya mau explore Grabagan. Saya baru tahu kalau ada tempat wisata di kecamatan Grabagan dari akun instagram lokal. Duh, mbak-mbak dengan pose di tengah bunga warna kuning bermekaran. Kok cakep, ya. Kapan saya bisa foto disana?

Kemudian saya mikir, kira-kira bunga-bunganya jadi korban, tidak ya? Maksudnya terinjak-injak pengabdi selfie?

Akhirnya hari Minggu, ada waktu luang, saya dan suami naik motor ke Grabagan. Sesekali kami motoran agak jauh, niat banget sih! Berangkatnya agak kesiangan. Sekitar pukul 09.00. Sudah panas disini! Anginnya kencang karena semakin naik ke dataran tinggi.

Pemandangannya tanah gersang berubah menghijau karena masih sering hujan. Semakin mendekati Grabagan saya melihat banyak tanaman minyak kayu putih, ladang jagung yang disela-selanya ada tanaman cabe. Aduh rasanya pengen nyomot, tapi bukan punya saya!

air mancur


Daerah Tuban memang banyak batu kapurnya. Jadi sepanjang jalan itu saya takjub dengan lubang-lubang bekas galian tambang kapur yang dibiarkan menganga. Bahkan ada yang menyerupai goa-goa kecil. Sayangnya saya tidak sempat berhenti dan memotret.

Kemudian hutan jati yang teduh milik Perhutani menyambut kedatangan kami di Grabagan. Udara mulai terasa sejuk meski panas bener. Perjalanan masih jauh. Sebagai patokan adalah kantor kecamatan Grabagan. Disamping kantor itu ada jalan beraspal. Ikuti jalan itu hingga tiba di tower TVRI. Jalannya sempit, berliku dan agak mendaki.

Beruntung kami memutuskan naik motor, jadi mudah mencapai lokasi. Tempat parkir sudah ada meski masih berupa tanah ala kadarnya.

Saya agak ragu ketika maps menunjukkan lokasi menara TVRI. Mana mungkin ada tempat wisata disini. Toh, pintu gerbangnya digembok rapat. Saya maupun suami sempat mau pulang saja. Tapi kami masih penasaran. Kami berjalan disamping, “Mungkin disekitar sini. Atau di belakang.”


taman


Sayang banget, belum ada petunjuk yang memudahkan pengunjung untuk mencapai tempat wisata ini. Minimal begitu memasuki gapura kecamatan Grabagan ada petunjuk tempat wisata Puncak Tapan Andongsari. Kemudian dari kantor camat juga ada petunjuk.

Semoga ada pihak terkait (desa) yang membaca tulisan ini. Aamiin.

Note:

Sebaiknya naik motor karena jalannya sempit.

Buka pukul 08.00 – 05.00

Tiket masuk:

Rp 2.000

Parkir motor:

Rp 2.000

Taman Bunga, tempat favorit 

taman bunga

Begitu masuk melalui pintu gerbang, saya segera mencari taman bunga seperti yang banyak beredar di sosial media. Iya, bunga kecil-kecil berwarna kuning yang mengingatkan saya pada masa kecil. Ketika saya masih suka mengambil bunga-bunga milik tetangga dan orang lain di sepanjang jalan yang saya temui.

Karena fokus pada bunga, saya langsung bisa menemukannya. Di lokasi ini jalan berpaving memudahkan pengunjung untuk menjelajahi semua tempat. Naik turun tak masalah karena cuma sedikit kok anak tangganya. 

Eits, kalau mau foto-foto tolong diperhatikan ya, jangan sampai menginjak tanaman. Saya sempat melihat beberapa tanaman rusak karena terinjak. Pasti menyenangkan kalau memiliki foto diantara bunga-bunga bermekaran. Sayang untuk mendapatkannya, pasti pengunjung harus masuk ke tengah bunga. Akibatnya tanaman rusak.

taman bunga


Sebenarnya bunga-bunga disini tidak langsung bergerombol menjadi satu. Ada celah-celah jika memang ingin foto di tengah bunga. nah, disitulah pengunjung bisa berpijak. Kasihanilah tanaman yang sudah dirawat namun tiba-tiba rusak begitu terinjak manusia.

Note:

Jangan menginjak tanaman

Ada beberapa gazebo ditengah bunga-bunga. Rasanya tenang berada disini. Jauh dari hiruk-pikuk kota yang banyak asap kendaraan dan serba ingin cepat. Saya memilih untuk berkeliling dahulu sambil menghirup udara segar.

Angin berhembus kencang. Bunga-bunga yang kecil bergoyang mengikuti terpaan angin. Sementara daun-daun pohon besar bergesek melantunkan irama alam. Udara terasa sejuk meski sebenarnya sudah siang.

Karena kami berada di bukit, pemandangan dibawahnya terlihat kecil. Rumah-rumah penduduk masih jarang. Ada juga beberapa rumah yang berdekatan. Banyak ladang jagung dan cabe. Selebihnya adalah bukit-bukit yang menghijau. Suara pengajian terdengar begitu jelas. Mungkin dekat sini. Tapi saya lihat dari atas tidak ada keramaian. Baru ketika kami pulang dan tersesat menuju rumah warga yang menggelar pengajian.

Ini diluar ekspektasi saya. Saya pikir hanya ada taman bunga saja. Selesai foto dan pulang!  Ternyata tidak. Berada disini seolah bukan di Tuban. Sepanjang yang saya tahu, daerah Tuban gersang dan panas. Namun disini berbeda. Suasananya tenang, udara segar membuat saya lebih damai.


musholla


Puncak Tapan Andongsari sudah ada sejak setahun yang lalu dan semoga terus berbenah. Tempat wisata ini dilengkapi dengan fasilitas lainnya yang dibangun  dan dikelola oleh desa Andongsari:


  • Musholla
  • Toilet
  • Warung
  • Wastafel umum
  • Tempat bermain anak
  • Gazebo dan bangku
  • Spot selfie


Yang menarik di tempat ini adalah bunga-bunga yang bermekaran. Saya tidak tahu jenis-jenis bunganya. Kalau yang berwarna ungu itu bunga kertas. Dulu pernah menanam ini jadi masih hafal. Lainnya, lewat. Tapi saya takjub, bunga-bunga bisa berkembang biak dengan baik disini.

Meski (jangan kaget) kalau ada juga beberapa petak bunga yang ditanam sudah mulai mengering, menghitam dan menua. Mungkin sudah waktunya regenerasi. Bunga-bunga juga perlu dirawat sehingga tumbuh dan menyenangkan.

spot selfie


Untuk spot selfie, sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Setiap tempat wisata disediakan agar menarik kaum muda-mudi. Saat ini ada 3 tempat yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Model love masih populer disini.

Dua diantaranya sudah saya coba. Terakhir, saya agak kaget ketika ada seorang laki-laki mendekati kami saat sedang asyik foto-foto. Kemudian menyodorkan tiket tanpa bicara. Bukannya tadi sudah membayar tiket masuk? Kok disini masih ditarik tiket. Saya tanya-tanya kalau untuk naik spot selfie harus membayar lagi.

Untuk foto spot selfie itu kita harus merogoh Rp 2.000 per orang.

Harganya memang murah. Kami bisa foto sepuasnya. Selama tidak aa yang mengantre di bawah. Tapi mungkin ada baiknya dikomunikasikan di loket masuk tadi. Biar jelas sejak awal.

spot selfie


Setelah puas berkeiling lokasi, saya mampir di warung warga. Ada dua warung disini. Semuanya menjual minuman dan makanan ringan. Saya membeli gorengan (bakwan dan tempe mendoan). Masing-masing gorengan Rp 1.000. Kemudian saya memilih tempat duduk disamping wastafel.

Tadi ditawari ibu penjualnya yang masih digoreng di wajan. Saya pikir pasti masih harus menunggu. Ternyata gorengan saya sudah adem. Ya sudah, masih enak dimakan dengan cabe rawit yang fresh. Seger, krius,krius cabenya. Sepertinya baru dipetik. Tidak terasa habis berapa tadi. Untuk menghilangkan rasa pedasnya, saya minum air mineral dari rumah.

Jalan berdua bersama suami, rasanya agak aneh, ya. Mungkin karena selama ini saya selalu pergi bersama anak-anak. Meski rewel, usil dan bertengkar sepanjang jalan rasanya seru saja kalau ada mereka. Kalau berdua seperti ini senyap.



Jadi sudah ada rencana buat weekend? Cerita dong di kolom komentar!

Happy traveling!

^_^



You May Also Like

6 Comments

  1. Ya ampun Maaak... murah banget biaya masuknya. Tempat secantik itu. Wow! Kalo saya betah banget lama2 di sana.

    BalasHapus
  2. Wah wah ini perlu di coba, viewnya keren banget

    BalasHapus
  3. pasti udaarnya segar dan sejuk ya mbak, suka kalau ke tempat yang adem

    BalasHapus
  4. Wisata alam yang murah meriah banget ni mba...sama di jogja juga lagi musim model taman bunga gini...malah kmrn aku liat di tempat yang gersangpun skrng banyak berdiri taman2 bunga baru.. ya agak maksain sbnrnya..krn aku liat, bunga2nya juga jadi kurang cantik. Nggak cocok sama udaranya mungkin

    BalasHapus
  5. Bunga, bunga everywhere... spot selfie kayaknya udah jadi keharusan ya Mbak
    Tempatnya pas Mbak buat kencan tanpa anak-anak hihi..

    BalasHapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Info: F untuk komen dengan akun facebook dan B untuk komen dengan akun blogger. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!