Selasa, 16 April 2019

Berapa Usia Ideal Anak Masuk Sekolah Dasar?


sekolah dasar


Pada saat masuk kelas 1 SD, si bungsu membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi. Terutama ketika dibutuhkan keterampilan menulis. Berkali-kali ketinggalan pelajaran karena menulisnya lama.


Ketika menjemput, saya melihat si anak masih setia di tempat duduknya. Menyalin tulisan di papan tulis sambil bercanda dengan teman-teman yang sudah selesai menulis. Kalau begini caranya menulis, pasti tidak kunjung selesai.

Saya sempat ngobrol dengan wali kelasnya dan meminta anak saya duduk di bangku depan. Maksud saya agar si anak lebih konsentrasi. Ternyata keinginan saya tidak dikabulkan. Namun wali kelasnya memindahkan teman-teman si bungsu yang suka bercanda dan bermain. Ketika anak-anak seperti ini tidak duduk berdekatan, maka urusan menulis akan lebih cepat selesai.

Faktanya tidak! Disela-sela menulis, anak saya bisa mencoret-coret buku atau menggambar. Belum lagi dia mesti mengeja kalimat, mengingat-ingat dan menulis di bukunya. Sayangnya urusan ini menjadi berbelit-belit ketika teman-temannya ramai di depan kelas. Tulisan di papan jadi terhalang mereka. Sebagian anak merasa bosan, sudah selesai menulis dan tidak ada kegiatan lain. Kemudian mencari perhatian dan bermain. Sementara anak saya dan beberapa temannya masih tertatih-tatih menulis.

Di kelas satu yang merupakan peralihan masa bermain dan belajar yang sesungguhnya menjadi hal yang sulit bagi sebagian anak. Masalahnya bukan melulu masalah usia yang belum mencukupi untuk masuk sekolah dasar. Anak saya berusia 6 tahun 8 bulan ketika masuk SD.

Karena sekolah swasta, usia asal sudah 6 tahun lebih dan lolos tes, insyaallah bisa masuk. Saya menganggap usia si bungsu sudah cukup untuk masuk SD. Anak sudah mampu calistung sederhana. Secara fisik sudah siap. Tapi sayangnya untuk mental atau psikologis masih dipertanyakan...

Meski anak saya masuk sekolah dasar sebelum usia 7 tahun, saya menyarankan untuk memasukkan anak di usia 7 tahun karena beberapa hal berikut (saya sarikan dari kompas):

1. Fisik
Tubuh anak sudah siap untuk untuk menerima pelajaran dari pagi hingga siang. Termasuk siap ketika berada di kelas tanpa bermain-main. Gerak motoriknya juga sudah lebih baik.

2. Psikologis
Anak sudah bisa berkonsentrasi saat pelajaran sekolah. Anak juga sudah mengerti kapan waktunya bermain.

3. Kognitif
Anak sudah mampu membaca, menulis dan berhitung sehingga sanggup mengikuti pelajaran sekolah.

4. Emosi
Di usia ini anak lebih mandiri dan tidak tergantung orang lain, siap berkomukasi dengan baik.

Masalah kemandirian ini berbeda-beda levelnya tiap anak. Ada anak yang karena terpaksa akhirnya mandiri. Ada juga yang karena sudah waktunya mandiri atau mandiri karena keinginannya. Ah.... kemandirian memang harus dilatih agar anak sanggup menghadapi tantangan di zamannya.

Selama enam bulan pertama di kelas 1 sekolah dasar adalah masa-masa terberat bagi anak saya. Tentu saja masalah adaptasi. Yang katanya pelajarannya susah, enakan di TK, dsb. Anak-anak membutuhkan dukungan untuk membiasakan diri dengan sekolah barunya.

Bagi saya usia bisa jadi memegang peranan penting. Namun kondisi dan situasilah sedikit atau banyak akan membentuk karakter anak. cepat beradaptasi atau lambat!

Anak sulung saya masuk sekolah dasar ketika usia 6 tahun 4 bulan. Pada usia 3 tahunan, si sulung sudah saya masukkan sekolah. Karena waktu itu saya sedang hamil dan si anak butuh teman. Saya merasa lebih baik dia berada di sekolah daripada bersama saya yang cuma bisa gegulingan di kasur. Beruntung sekali ketika saya lihat si anak menikmati sekolahnya, yang cuma main-main. Lha, anak kecil kok!

Kalau kalian tim mana? 7 tahun atau kurang dari 7 tahun? Komen, dong!

Terima kasih.

^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Info: F untuk komen dengan akun facebook dan B untuk komen dengan akun blogger. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES