Wisata Kereta Uap di Heritage Loco Tour, Cepu




Assalamualaikum,

Naik kereta api tut..tut...tut... Siapa hendak turut...

Berada di Heritage Loco Tour membuat saya teringat akan lagu anak-anak diatas. Gambaran kereta api pada zaman dahulu dengan uap yang mengepul hitam dan suara berisik ketika kereta melaju. Ya, kereta yang merupakan moda transportasi yang merakyat.

Baca juga Mengenal Dunia Migas di Migas Cepu Edupark.

Rumah orang tua saja dekat dengan rel kereta api. Setiap kereta melintas saya pasti hafal getarannya. Beberapa kali saya pernah naik kereta api. Yang paling berkesan saat rekreasi SD. Keretanya dengan jendela-jendela terbuka membuat angin masuk cuma-cuma. Mata bisa memandang jauh sawah, ladang, lahan kosong dan jalanan. Bagi anak zaman old ini sudah "wow".

Nah, di Heritage Loco Tour, kita bisa melihat beberapa model kereta api di masa lalu. Jadi sudah berusia sangat tua. Namun tampak masih kokoh karena secara rutin ada petugas yang merawat (membersihkan). Beberapa masih beroperasi untuk wisata jarak dekat.

Kereta dan Bangunan Tua




Lokasi parkir kendaraan roda empat ada di depan gerbang masuk. Luas juga tapi sepi. Hanya ada satu mobil disini. Saya ragu-ragu untuk mendekat Heritage Loco Tour. Suasananya sangat berbeda dengan tempat-tempat wisata dengan tema kereta api yang pernah saya kunjungi. Seperti museum kereta api Ambarawa, atau museum lainnya. Jenis wisata museum yang biasa-biasa, rata-rata tidak begitu menarik pengunjung. Pengunjung tetap ada, tapi minim.

Pintu gerbang tertutup rapat. Digembok dari luar. Mana mungkin ini tempat wisata yang katanya menyediakan tour kereta api?

Bagi saya, kurang menyakinkan kalau ini disebut tempat wisata. Tampak dari depan adalah gerbang yang ala kadarnya dengan tulisan "Welcome to Heritage Trainz Loco Tour". Gerbang masuk ini terdiri dari dua pintu.



Di dalamnya ada bangunan tua (di dekat sini banyak rumah dinas yang tua pula) dengan pohon-pohon besar. Kalau saya katakan bangunan tua itu identik dengan gaya bangunan zaman dulu dan kurang terawat. Beberapa bahkan terlihat dibiarkan dengan semak belukar yang menemani. Kemudian ada gerbong-gerbong kereta dan lokomotif yang berada di rel.

Tapi suami saya berkeras hati untuk mendekati Heritage Loco Tour. “Tadi ada orang di dalam. Pasti ada pintu entah dimana buat masuk.”

Benar sih. Saya melihat ada anak kecil dan orang dewasa yang berada di dalam area ini. Tapi saya maupun suami tidak tahu letak pintu masuk selain dari gerbang. Duh, saya pengen langsung ke hotel saja daripada kesini demi memburu jejak-jejak masa lampau.




Kami berjalan mendekati gerbang yang tertutup. Ternyata, disamping gerbang ada pintu lagi. Semacam pintu samping. Tidak besar, tapi cukup untuk jalan masuk pengunjung. Saya mengajak anak-anak untuk melihat koleksi kereta api tua.

Pohon-pohon besar sepertinya sudah berusia puluhan tahun mungkin juga lebih membuat suasana disini nyaman. Tidak kepanasan sedikitpun. Semilir angin menemani para pengunjung agar lebih betah mengenang masa lampau bersama kereta api jadul.



Saya masih penasaran sebenarnya ini tempat wisata atau bagaimana. Mulai dari gerbang yang tertutup, kemudian loket masuk tak berpenghuni, hingga tak ada satupun petugas disini. Saya bisa puas keliling lokasi kecuali yang dipakai mas dan mbak untuk sesi pre wedding. Mau melihat sesi pemotretan mereka tapi takut masuk frame mereka. Dududu bisa jadi pemeran figuran dong!

Karena memang lokasinya tidak luas, sepanjang mata memandang, saya bisa merasakan aroma yang kuat. Masa lalu. Bukan saja keretanya yang tua, namun juga bangunan yang merupakan milik KPH Cepu. Entah memang bangunan seperti ini dibiarkan kuno atau memang sudah ada renovasi tapi tetap dengan gaya seperti ini. Entahlah, banyak rasa penasaran yang tak mampu mencari muaranya.

Arena Bermain dan Belajar



Pernah datang ke museum dan merasa kok begitu-begitu saja? Beberapa museum tampak suram dengan koleksi benda-benda yang berusia tua. Meski dirawat dengan baik, tetap saja menghadirkan suasana jadul. Hal seperti inilah yang membuat anak-anak sering tak tertarik. Meski dengan iming-iming wisata edukasi. Memang pengunjung bisa mempelajari jejak-jejak masa lalu dengan peninggalannya. Namun sesi hiburan selayaknya tetap diangkat agar pengunjung betah menjelajahi lokasi.

Memadukan sisi edukasi dan hiburan memang tak mudah. Heritage Loco Tour dilengkapi dengan beberapa spot selfie dan arena bermain. Anak-anak yang tadi menggerutu, “Kok cuma begini,” akhirnya bisa bermain-main sejenak.



Ada ayunan, kereta kelinci, tangga-tangga untuk selfie, spot love, dsb. Menarik juga buat anak-anak yang bete kalau cuma buat lihat kereta saja. Tapi kereta kelincinya saya lihat hanya satu gerbong saja. Entah dimana lainnya.



Naik kereta api di Heritage Trains Loco Tour

Baca juga Grand Mega Resort, Blora.

Jangan membayangkan gerbong kereta jadul itu jelek dan kotor. Gerbong kereta berwana hijau ini tampil beda. Memang body sudah tua tapi perabotnya sudah berganti. Jelas dong! Ada bangku dan kursi jadul. Sisi jadul lebih kuat meski yang dipakai bukan barang jadul. Modelnya saja yang jadul.

Dilengkapi dengan kipas angin, gerbong ini menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh. Tadinya saya ingin naik dan ambil foto, tapi beberapa pengunjung betah banget duduk di dalamnya. Percakapan demi percakapan tak kunjung usai. Akhirnya saya melipir.



Puas melihat kereta api, saya berjalan pulang. Saya lihat di bangunan utama ada seorang ibu yang berjualan makanan dan minuman. Saya menyapanya dan bertanya seputar Heritage Loco Tour. Sayang, si ibu tidak tahu banyak tentang tempat ini. Justru meminta saya untuk bertanya kepada pegawai Perhutani.

Jadi???

Wah, saya baru tahu ada pegawai PERHUTANI yang menjaga lokasi ini. Saya pikir tempat ini tak terurus karena saya bisa nyelonong saja. MASUK GRATIS! Waktu itu kami berkunjung di hari Sabtu pagi hingga dhuhur. Pengunjung tak banyak, sehingga terlihat sepi. Kalau dilihat dari luar tempat ini seperti tak terurus dengan baik.

Namun setelah ngobrol sebentar dengan si ibu pegawai KPH ini saya mulai mengubah pandangan saya. Katanya ada banyak rombongan PAUD, TK dan SD yang berkunjung kesini. Selain itu banyak juga keluarga atau rombongan lain yang ingin menikmati sensasi naik kereta tua.



“Tadi barusan ada rombongan keluarga dari Semarang yang ikut tur kereta,” kata si ibu.

“Jadi sekarang tidak ada? Sudah selesai jadwal keretanya? Bagaimana caranya naik kereta?” Saya diburu rasa penasaran.

“Masih bisa. Kalau mau, bisa membayar Rp 450.000 untuk sekali jalan. Disini-sini saja kok. Tapi harus pesan dulu.”



Kalau mau memesan kereta, nanti ditulis di papan ini. Ada tabel jadwal keberangkatannya, siapa pemesannya, petugasnya, dsb. Sayapun mengangguk-angguk sambil membayangkan naik kereta uap yang melewati pedesaan. Sawah, hutan, kampung di desa....Rasanya seperti apa ya?

“Ibu....ayo!” teriak anak-anak yang sudah berada di mobil.

Sayup-sayup saya mendengar adzan dhuhur berkumandang. Mungkin dekat sini ada musholla atau masjid. Suara adzan adalah panggilan sayang dari Yang Kuasa, pembatas aktivitas duniawi. Saya menghela nafas. Harusnya dari tadi saya ketemu ibu petugas KPH biar bisa bicara banyak hal. Tapi... ya sudahlah. Dengan sangat terpaksa saya harus mengakhiri obrolan. Padahal masih banyak pertanyaan yang berputar-putar di kepala dan meminta jawaban.


Untuk jadwal dan harga paket tur kereta api sebaiknya menghubungi pihak   setempat. Karena saya melihat di pengumuman yang ditempel ini tidak sama dengan yang disebutkan si ibu. Apalagi tercantum tiket masuk Rp 5.000. Sementara saya sekeluarga bisa masuk dengan gratis. Bahkan ketika saya katakan saya masuk gratis, tetap tidak ditagih si ibu. Bisa jadi orang-orang disini juga gratis. Entah kalau dipakai untuk pemotretan, pre wedding. Bagaimanapun juga saya berterima kasih bisa mengenal Heritage Loco Tour ini, gratis!

Jam buka:

Pukul 08.00 – 16.00

Happy traveling!

^_^




34 Komentar untuk "Wisata Kereta Uap di Heritage Loco Tour, Cepu"

  1. Wah cepu migas ya mba? Cepu tuh kampung halaman ku mbak hehe. Aku pernah foto di kereta jadul yang warna hijau itu tapi dulu jaman aku SMA sekitar tahun 2012an lah yaa, masih belum jadi tempat wisata. Cuman kebun, banyak pohon besar-besar, ada kereta jadulnya seperti yang difoto atas itu. Nah agak kedalem, ada perkampungan rumah warga.

    Papahku pernah coba masuk kedalam kereta hijau itu waktu petang, sore jelang malam. Beliau bawa kamera slr coba foto ruangan dalam dari kereta itu. Dan pas di foto, cekrek, selesai. Begitu di cek di laptop rumah, hasil fotonya di tempat dalam kereta hijau itu ada bayangan genderuwo. Persis menyerupai genderuwo warnanya putih bayang-bayang seperti asap tapi membentuk genderuwo dan ada badannya. Agak mistis bukan hehehe

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Rutenya pendek. Deket2 situ, kata petugasnya.

      Hapus
  3. Sebetulnya menarik sebagai edukasi mbak, mungkin melihat dari cerita mbak nur tidak terawatnya faktor konsep yang dipakai wisata hanya sebatas kunjungan rombongan dan keluarga kecil. Yang bikin penasaran ada loko uap sembari keliling, ini obyek buat ngevlog bagus mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bakal seru kalau bisa naik kereta uap. Sayang aku terlambat tahu. Keburu mau pulang.

      Hapus
  4. Penasaran sama tempatnya. Ini masih dalam kota Cepu kan ya? Kalau misalnya liburan ke Cepu, dan mau ke sini, penginapan dan hotel sebaiknya di pusat kota atau yang dekat-dekat sini? Ada grab atau go-car kah di Cepu? Makasih infonya ya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak Nieke,

      Banyak hotel dan resort bagus di Cepu, mbak. Banyak pilihannya, dan ada yang berdekatan. Meskipun Cepu ini kecamatan, namun ramai juga. Kalau menurut saya lebih baik nyari hotel di Cepu saja. Untuk liburan misalnya tempat wisata bisa main di Heritage Loco Tour ini dan pesan wisata loco tour, atau ke Migas Cepu Edupark (ada reviewnya di blog ini) dan wisata kuliner terutama sate Blora. Di Cepu juga ada sate Blora, tapi kemarin saya ke Blora untuk mencicipi sate ayam. Lainnya ada lontong tahu, rawon dsb.

      Ojek online sudah ada di Cepu.

      Hapus
  5. Menarik sekali untuk wisata edukasi anak TK bahkan anak SD seperti anak sy pasti sukaa. Teduh banget lokasinya. Tapi sy gagal fokus sama yg lagi foto prewed mbak.. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah...orang prewed sekarang nyari suasana yang gak biasa.

      Hapus
  6. Wah, jadi penasaran nih. Saya belum mampir ke Cepu, lho. Cuma pernah lewat doang. Kalau Blora dan Bojonegoro sih pernah ada proyek di situ. Pengin nyobain naik kereta tuanya.

    BalasHapus
  7. Wahhh vintage dan syarat akan sejarah nih tempatnya mbak.
    Kami jadi penasaran pengen kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meskipun bersejarah kayaknya kurang dalam hal perawatan, pelayanan dan promosi.

      Hapus
  8. Wah bagus nih Heritage Loco Tour. Aku ke Cepu cuma lewatin doang hehehe...Ga tau kalau ada tempat wisata bersejarah kayak gini. Dari foto2 gerbang keretanya mengingatkan aku pada Museum Kereta Ambarawa... Asik ya anak2 suka berkunjung ke sini jadi nambah wawasan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereta2 kuno mirip yang di Ambarawa ya mbak.

      Hapus
  9. Sebagai pecinta kereta Api Saya jadi kepengen kesini. Menarik juga melihat Dan naik locomotif dan gerbong jadul. Tapi baca diatas ada yg foto serem, kok jadi ikutan serem ya?? Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah, asal kita nggak aneh2 aja sih. Selama aku disana gak ada yang serem. Waktu kunjungan pagi sampai dhuhur.

      Hapus
  10. Kupikir masih jalan kereta wisata Cepu, ternyata udh engga yah. Apalagi di pengumuman ada tulisan, "Maaf kami tidak menerima penawaran". Bingung juga...
    Pernah dari Blora naik mobil ke Cepu, lewat di bawah jembatan KA udah lapuk, relnya ngegantung. Kata supir, itu tadinya jalan u KA wisata, tapi udh engga lagi. Mungkin itu ya, relnya udah engga aman. Sayang yah...Kalo ga kaaan seru, keliling hutan jati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kata ibu penjaganya masih jalan. Hari itu sebelum kedatangan kami, ada satu keluarga pengunjung yang naik kereta. Kalau sehari-hari memang jarang yang naik.

      Hapus
  11. wah asyiknya menjelajah loco tour
    Kalau ke sana, aku pasti pengen trip naik gerbong jadul, soalnya belum pernah naik kereta uap... hmm, tapi ada minimal penumpang ya...

    BalasHapus
  12. Aku baru tau ada wisata kereta uap di Cepu. Kemungkinan memang kurang promosi, jadi nggak banyak yang tau. Jadi mbak Nur gagal naik kereta di sini ya? Harganya lebih murah dari yang ada di Ambarawa atau Solo. Terima kasih ya sudah share infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku kayaknya kurang dirawat dan renovasi. Promosi juga kurang.

      Btw aku kurang tahu sih harga tiket KA yang di Ambarawa.

      Hapus
  13. waah coba dibuat seperti di Ambarawa ya...supaya Cepu jadi tujuan obyek wisata juga..
    seru deh naik kereta uap di Ambarawa .., ada bau2 asapnya gitu..
    pengen ke Cepu, selama ini cuma tau sebatas kota migas aja

    BalasHapus
  14. Kalau aku baca kok sepertinay kurang terawat ya? Berkunjung ke tempat seperti ini memang harus didampingi guide kalau menuritku, jadi ada yang bisa menjelaskan, nggak cuma melihat kereta-kereta tuanya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pikir malah gak buka, gak kelihatan ada petugasnya. Eh ketika mau pulang baru tahu ada petugasnya.

      Hapus
  15. Sejak SD saya tahu nama Kota Cepu ini soalnya ada dalam pelajaran IPA. Ternyata banyak hal menarik di Cepu yang bisa dieksplor ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepu merupakan kecamatan di Blora. Lebih dikenal Cepu ya.

      Hapus
  16. Wisata edukasi kayak gini memang cocok banget buat anak sekolah. Iya, kulihat sekilas dari luar keretanya seperti gak terurus banget, wajar karena memang keteta tua. Tapi pas lihat di dalamnya ya kok rapih bener, jadi lebih betah lihat di dalamnya Mba hehe..

    BalasHapus
  17. Mba, itu beneran 450.000 sekali jalan? ��
    Aku baru pernah ke museum kereta Ambarawa aja euy, itu aja norak banget, ahaha. Tapi emang terlihat lebih rapi ya di museum Ambarawa ��

    BalasHapus
  18. wahh seru bisa jalan-jalan naik kereta uap.. coba aja di medan ada seperti ini juga.. pasti udah tour juga nih..

    BalasHapus
  19. dulu aku pernah kerja di blora dan pernah diajak main ke cepu sama bosku. takjub sama perjalanan ke cepu yang lewat hutan jati. Dulu pun sudah dengar ada stasiun lama di sana tapi ga pernah nengok gimana isinya

    BalasHapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel