Belanja Batik di JMP (Jembatan Merah Plaza) Murah? Kenalan Dulu dengan Pemilik Kiosnya!



jmp

 Assalamualaikum,

Belanja dengan harga murah seringkali menjadi daya tarik pembeli. Contohnya saya. Sayangnya saya tidak selihai ibu saya dalam hal merayu para bakul. Ibu selalu memiliki alasan kuat untuk menurunkan harga meski tidak ada tulisan diskon! Kadang saya merasa mana mungkin sih. Namun yang terjadi kemudian adalah si majikan luluh. Ibupun mendapatkan harga miring. Termasuk di kios-kios JMP (Jembatan Merah Plaza).

Saya ingat ketika masih sekolah pernah beberapa kali diajak orang tua belanja di JMP. Orang tua memiliki sebuah usaha di kampung. Jadi sering belanja kain di JMP. Setelah ikut belanja yang cukup menguras energi, saya sering mendapatkan hadiah. Kadang sepatu, baju, dsb. Mumpung kesini, sekalian saja belanja keperluan saya.

Adakah yang penasaran bagaimana sih bisa belanja di JMP dan mendapatkan harga murah?

Itu tidak mudah, Fergusso!

Pengalaman membuktikan, untuk bisa mendapatkan harga grosir, harga murah, harga miring whatever you named it, ternyata membutuhkan proses. Ada yang cepat beradaptasi dengan para bakul, ada pula yang sebaliknya. Butuh jatuh bangun meyakinkan para bakul bahwa saya adalah bakul juga di kampung. Jadi barang yang dibeli untuk dijual lagi bukan dipakai sendiri. Dengan alasan inilah para bakul sadar, dan tidak mengambil banyak keuntungan. Tetap saja mereka untung banyak!



Katakanlah ada kain batik yang menurut saya bagus, ternyata harganya mahal. Ada juga yang pasang harga pas. Ada juga yang untuk menyatakan harga saja, pelayannya harus bertanya kepada majikannya. Entahlah. Apakah harga untuk pembeli A dan B bisa berbeda? Atau si pelayan yang tidak kunjung hafal daftar harga barang dagangan.

Kadang ada barang yang sama tapi di kios lain ternyata bisa lebih murah. Nah, kalau bakul atau pedagang, pasti ingin mendapatkan harga semurah-murahnya namun barang bagus. Bukan pedagang juga suka yang seperti ini. Tapi kalau pedagang kan untuk dijual kembali di daerahnya. Sehingga mendapatkan selisih harga yang lumayan yang dianggap sebagai laba.

Tekstil...oh tekstil dari lantai 1 hingga 4

Sebagian besar kios di JMP itu menjual tekstil, bisa berupa kain, baju, sprei, selimut, dsb. Semua hal yang berkaitan dengan bahan dasar kain ada di JMP. Semuanya bisa dijumpai dari lantai 1 hingga 4. Kalau lantai 4 ini kios-kiosnya tidak seramai yang dibawah. Mungkin karena disini sebenarnya lebih banyak tempat bermain anak-anak dan food court. Buat menghibur anak-anak yang ikut orang tuanya belanja, boleh banget mengajak mereka bermain disini. Ada persewaan motor untuk anak, loh. Anak-anak bisa keliling tempat ini sepuasnya. Jangan lupa bayar dulu.

Dari mulai masuk dari pintu manapun di lantai satu pasti ketemu baju-baju yang sedang ngetrend saat ini. Penjual baju hingga aksesoris ada di kios-kios maupun cuma lapak sempit di bagian tengah mall.



Lantai paling atas adalah pujasera dan tempat bermain anak.

Yang cuma ngelapak tanpa kios ini biasanya baju-baju casual. Kualitasnya tidak kalah dengan yang di kios. Harganya sudah pasti. Biasanya di satu deretan baju sudah ditulis harga. Deretan lainnya juga demikian. Jadi pembeli tidak perlu menghabiskan waktu untuk menanyakan harga. Tapi kalau teman-teman memang pintar menawar, silakan dijajal saja kemampuannya. Siapa tahu dapat diskon.

Meski memang sudah dicantumkan harga, saya suka saja menawar. Rasanya ada yang kurang jika belum menawar disini. Kalau beruntung, bisa dapat diskon minimal 5 ribuan. Apalagi kalau beli dua biji. Biasanya dapat juga potongan harga. Lumayan, bukan?

Kata siapa belanja di JMP murah?



Masalahnya disini tidak ada patokan harga. Untuk kain celana misalnya, bisa jadi di toko A lebih murah daripada di toko B. Ya selisih sedikit, sangat berati juga. Demikian juga jika ingin berburu kain batik. Baik batik cap, printing maupun tulis, ada semuanya disini. Tinggal pilih batik dari daerah mana, motif, jenis kain dan batik. Harga menyesuaikan dengan barang.

Kalau ingin belanja batik, cobalah untuk naik ke lantai 2. Selain kain batik ada juga bermacam-macam baju batik. Lengkap dengan harga yang bervariasi.

Murah atau mahal itu relatif. Ada orang yang merasa mengeluarkan uang Rp 100.000 untuk satu buah atasan wanita termasuk murah. Ada juga yang merasa enteng mengeluarkan Rp 500.000 untuk selembar batik tulis  dengan beberapa warna. Jadi semuanya relatif.

Namun jika teman-teman belanja di kios baju yang brandnya sudah dikenal secara luas, maka harga yang ditawarkan sudah pasti. Tidak ada tawar-menawar. Kecuali sedang promo. Misalnya belanja dua kerudung dapat diskon 20%. Kalau yang seperti ini, di setiap outletnya pasti sama.



Yang mesti disyukuri adalah kemampuan kita untuk mengelola kebutuhan dan keinginan terhadap masalah baju itu sesuai dengan budget. Bukan karena terdorong diskon gila-gilaan, trend maupun nafsu belanja. Belanja banyak atau sedikit itu tetap sesuai dengan koridornya masing-masing.

Untuk bisa belanja murah:
  • Belanja ketika ada promo
  • Pintar menawar
  • Kenal dan akrab dengan pemiliknya (sudah langganan)

Pengalaman saya ketika pertama kalinya belanja batik, pelayan maupun majikannya sama-sama tidak mau menurunkan harga. Jadi saya kudu mengeluarkan jurus rayu merayu. Itupun tidak banyak membantu. Setelah beberapa kali belanja di kios yang sama, akhirnya pelayan dan majikan mulai mengenal saya dan bersedia memberikan harga murah.

Pernah juga ketika saya membeli dress batik, pelayannya mengatakan, “Untuk dijual lagi nggak?”

Saya hanya membeli satu potong baju, masak sih harus berbohong. Karena kalau untuk dijual kembali, pelayan kios pasti akan memberikan potongan harga. Entah berapa persen, tapi selisih inilah yang dikatakan sebagai laba.

Ada juga plaza textile yang menjual aneka kain. Tempatnya lebih luas daripada kios-kios. Pelayannya banyak dan cepat tanggap ketika ada pembeli. Sayangnya harga disini dijamin pasti. Tidak boleh ditawar.

Masalah tawar menawar itu kadang orang merasa lebih bahagia jika berhasil mendapatkan harga dibawah yang ditawarkan. Namun saya lebih suka harga yang dipatok pasti. Tanpa perlu menaikkan harga agar pembeli berkesempatan menawar. Saya rasa tawar-menawar itu terjadi karena penjual mematok harga yang tidak wajar.

Nah, sebenarnya harga barang di JMP itu murah tidak?


Kalau baju-baju yang di lapak lantai satu saya rasa masih wajar sih. Meski sudah dipasang harga masih bisa ditawar asal kita belanja lebih dari satu. Itu juga kalau lagi beruntung. Kalau tidak, ya harga pas.

Sementara yang di kios-kios, ya pintar-pintarnya kita menawar. Dari beberapa kios yang pernah saya datangi seperti itu semua. Entah harganya sudah dinaikkan lalu ditawarkan kepada pembeli. Selanjutnya pembeli menawar harga tersebut. Kalau cocok diambil kalau tidak ya goodbye!

Bahkan pedagang yang sudah saya kenal saja masih ada tawar-menawar. Sungguh, masalah harga ini bikin pusing kepala! Mau tak mau kita harus membiasakan diri untuk menawar. Meski sudah kenal dan akrab dengan penjualnya. Apakah memang ini sudah kebiasaan atau bagaimana ya?

jmp

Masalahnya untuk belanja kain itu tidak ada harga pasaran. Misalnya kain batik tulis Madura, harga terendah sekian. Begitu tiba di sebuah kios batik Madura, kita sudah memiliki info harga sehingga bisa membandingkan. Jika harga di kios mahal, coba saja menawar sesuai dengan harga yang kita ketahui.

Tidak seperti produk rumah tangga, harga kain bisa berbeda karena banyak hal. Namun jika kita sudah berusaha mencari harga pasaran itu akan lebih baik daripada tidak tahu sama sekali. Bagaimanapun juga pembeli pasti suka membeli dengan harga murah. Entah untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali.

Yang pandai menawar bisa jadi dapat harga murah. Sebaliknya, orang awam bisa saja terjebak dengan bujuk rayu penjual. Bahwa kain ini bla... bla..bla. Sehingga harga yang ditawarkan tidak bisa turun. Kembali lagi pengalaman adalah sebaik-baik guru. Bagaimana seseorang mengenali jenis-jenis kain dsb akan mempermudah transaksi jual beli.

Parkiran JMP.


Happy shopping!

^_^


4 Komentar untuk "Belanja Batik di JMP (Jembatan Merah Plaza) Murah? Kenalan Dulu dengan Pemilik Kiosnya!"

  1. Wah, aku gak pandai menawar. Kalau sudah kenal sama yang jual malah gak enak hati. Biasanya nunggu dikasih diskon aja, hahaha. Paling betah tuh aku lihat-lihat kain atau baju gitu. Suka banget bikin dress, terutama batik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga gak pandai nawar mbak. Asal aja sih. Sambil berharap si bakul menurunkan harga

      Hapus
  2. Batik-batiknya cantik dan alus, jadi pengen ditawarin semua.
    Makasih mbak, jadi tau tempat asik buat belanja batik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau disini kudu pinter pilih barang. Kalau bisa sekalian nawar.

      Hapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel