Review Kereta Api Agro Bromo Anggrek dan Kertajaya



stasiun pasar turi


Assalamualaikum

Dalam dua tahun terakhir ini saya sering naik kereta api. Sebelum memesan tiket biasanya saya dan suami mencari info tentang kondisi kereta api. Tapi kalau budget mepet ya sudahlah, naik kelas apapun ayo saja. Yang penting bisa pergi dan pulang dengan selamat.

Rencana kami berkunjung ke Jakarta sebenarnya sudah sejak 3 atau 4 bulan yang lalu. Tapi untuk pemesanan tiket justru terkesan mendadak. Tidak sampai satu minggu. Padahal kami berempat. Muncul rasa khawatir kalau tidak mendapatkan bangku berdekatan.

Tidak kunjung membeli tiket itu karena kami mau mencari promo tapi tidak kunjung ada. Saya meminta suami untuk segera pesan tiket saja. Bagaimanapun kami harus berangkat ke Jakarta. Masalah budget, diluar perkiraan sih. Pertimbangan kami karena bersama orang tua jadi kudu diperhatikan. Apalagi saya memiliki masalah dengan tulang belakang. Saya sedikit khawatir dengan perjalanan yang cukup lama ini (hampir 9 jam). Dengan alasan tersebut akhirnya suami memesan tiket kereta api eksekutif.

stasiun pasar turi


Karena perjalanan ini bukan di masa liburan sekolah, maka saya sepakat ketika suami pesan kereta malam. Kereta Agro Bromo Anggrek dengan jadwal keberangkatan hari Kamis pukul 20.00, dari stasiun Pasar Turi, berhenti di stasiun Jatinegara hari Jumat pukul 04.42.

Alhmadulillah perjalanan dari Tuban ke Surabaya (mampir di Gresik sebentar) cukup lancar. Jadi kami yang berangkat pukul 16.00 masih bisa bernafas lega ketika memasuki stasiun.

Kereta yang kami tunggu sudah tiba. Kami bergegas masuk ke gerbong 8. Masih ada waktu setengah jam yang bisa kami manfaatkan untuk sholat Isya’ di mushola stasiun. Mushollanya bersih, rapi dan beralaskan karpet. Tempat wudhu terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Fasilitas Kereta Api Agro Bromo Anggrek Surabaya - Jakarta

KA eksekutif Agro Bromo Anggrek

Naik kereta api sekarang sudah makin nyaman. Pembelian tiket secara online memudahkan penumpang untuk mencari tempat duduk. Jika rombongan bisa duduk berdekatan. Kami memilih bangku sebelah kanan. Bapak mertua dan suami satu deret. Sedangkan saya dan si bungsu di belakangnya. Dengan cara seperti ini komunikasi jadi mudah. Kalau sewaktu-waktu membutuhkan sesuatu tinggal ngomong, bisik-bisik juga masih terdengar.

Secara umum, fasilitas di kereta eksekutif Agro Bromo Anggrek yang sama dengan kereta lain adalah adanya colokan untuk mencharge gawai. Tidak perlu rebutan karena masing-masing kursi mendapat jatah colokan. Diatas tempat colokan ada tempat buat menaruh botol minum atau gawai penumpang. Asal muat saja sih.

KA eksekutif Agro Bromo Anggrek


Selain itu semua gerbong dilengkapi dengan toilet yang bersih. Untuk hiburan ada layar LCD. Beberapa video Polapike menjadi tontonan kami. Selebihnya adalah iklan pariwisata dan kereta api.

Di kursi kereta eksekutif ini setiap penumpang mendapatkan bantal dan selimut. Setiap kursi bisa ditarik ke belakang ketika hendak tidur. Sayangnya bantal ini tidak saya pakai. Saya lebih suka pakai bantal leher. Selimut saya pakai ketika tidur. Biar lebih nyaman saja. walaupun tidak pakai juga tidak terlalu masalah. AC di kereta biasa saja. Tidak adem.

Setiap bangku depan dan belakang memiliki jarak yang cukup lega. Kaki saya masih bisa bergerak dengan leluasa. Apalagi ada tempat untuk sandaran kaki. Makin nyaman posisi kaki. Tidak terlalu menggantung dan bikin pegal.

meja lipat di KA Agro Bromo Anggrek


Yang menarik, di setiap kursi ada meja yang bisa dibuka dan dilipat. Jadi penumpang bisa menaruh makanan dan barang bawaan lainnya di atas meja. Kalau sudah selesai tinggal dilipat, masuk ke sandaran tangan di kursi.

Tiket Agro Bromo Anggrek Surabaya – Jakarta

(harga pada waktu saya naik kereta)

Rp 500.000,00

Kereta hanya berhenti di 3 stasiun yaitu stasiun Tawang, Cirebon dan Jatinegara. Perjalananpun jadi lebih cepat dibandingkan kereta biasa.

Fasilitas Kereta Api Kertajaya Jakarta - Bojonegoro

KA Kertajaya


Setelah 3 hari di Jakarta, kami pulang naik kereta ekonomi premium Kertajaya, dari stasiun Senen hari Minggu pukul 14.00, tiba di stasiun Bojonegoro pukul 24.00. Di kota saya tidak ada stasiun. Jadi kalau mau naik kereta mencari stasiun terdekat mulai di Babat, Lamongan, Bojonegoro hingga Surabaya. 

Lagi-lagi karena memesan tiket yang mepet, akhirnya kami mendapat gerbong 12 dari 14 gerbong. Di gerbong ini kami bisa duduk berdekatan. Untuk menuju gerbong tersebut di stasiun Senin lumayan pegal juga. Eh, jadi olah raga. 

Sebenarnya mau mencari jadwal kereta eksekutif tapi kurang cocok waktunya. Dengan jadwal kereta Kertajaya tersebut, hari Senin, anak saya bisa masuk sekolah. Masih ada waktu untuk tidur lagi sepulang dari stasiun Bojonegoro.

Tanpa membandingkan dengan kereta api eksekutif, kita pasti sudah bisa menebak fasilitas kereta ekonomi ini seperti apa. Jelas berbeda, dong. Kalau di kelas eksekutif ada sandaran buat kaki, selimut dan bantal, meja lipat, maka di kelas ekonomi ini tidak akan dijumpai. Kalau mau bantal bisa sewa ketika ada petugas kereta lewat dan menawarkan kepada para penumpang.

kereta api ekonomi premium kertajaya


Kalau gerbong keretanya sih menurut saya sama. Hanya saja jumlah kursi di satu gerbong kelas eksekutif itu 50, sedangkan di kelas ekonomi 80. Bisa dibayangkan kalau jarak kursi depan dan belakangnya berdekatan. Akibatnya kaki saya jadi cepat pegal karena menggantung.

Kalau kursinya sama, bisa ditarik ke belakang ketika ingin bersantai datau tidur. Tapi karena jarak antar kursi mepet, saya hanya menarik sedikit karena takut mengganggu penumpang di kursi belakang saya.

kereta api kertajaya


Kebiasaan kami kalau naik kereta itu suka membawa bekal makanan. Berangkat saya membuat nasi kotak untuk dimakan di kereta. Pulangnya dibuatkan bulik nasi bungkus. Masing 4 porsi lengkap dengan sendoknya. Namun saya juga membeli snack dan minuman di kereta. Contohnya kopi untuk bapak mertua. Di kereta eksekutif harga per gelas Rp 15.000 sedangkan di kelas ekonomi harganya Rp 11.000.

Kalau mau irit, penumpang bisa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Jangan lupa sampahnya ditaruh di plastik sampah ketika ada petugas lewat. Petugasnya bisa lewat berkali-kali loh. Saya tidak sampai menimbun sampah di kereta. Dengan begitu tempat duduk dan sekitarnya bersih dan nyaman.

nasi kotak


Tiket Kereta Api Kertajaya Jakarta – Bojonegoro:

Rp 245.000,00

Jadi, fasilitas di di kelas eksekutif maupun ekonomi menyesuaikan harga tiket. Saya tetap bisa tidur nyenyak kecuali ada ketika ada suara penumpang balita yang sedang ngoceh dan menjerit. Kereta Kertajaya tetap melaju dengan cepat dan smooth. Karena berhenti di setiap stasiun yang dilewati jadi perjalanan lebih lama daripada kereta eksekutif.

Semoga bermanfaat, ya.

^_^

10 Komentar untuk "Review Kereta Api Agro Bromo Anggrek dan Kertajaya"

  1. ABA ini kalau kata anak-anak RF itu sultannya kereta hehehe
    penomoran keretanya aja nomor 1 jadi fasilitas sebandinglah
    apalagi yang kelas luxury ya. kereta kelas argo sing ada lawan hehe

    klo kertajaya ini jadi premium ya, dulu padahal masih PSO, sekarang PSO sudah pada hilang semua.
    Tapi mending kertajaya ini sih dapatnya premium daripada GBMS ya hadap hadapan
    Lebih cepat juga kan soalnya lewat utara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang hadap-hadapan nggak nyaman. Tapi kalau sama keluarga gak apa sih. Apalagi bangkunya tegak, duh punggung cepet pegel.

      Hapus
  2. Kl ekonomi premium masih nyamanlah ya ketimbang ekonomi biasa karena dudukan 2 - 2 seat perbaris dan fasilitas stopkontak masing-masing. Kl ekonomi biasa duduknya berhadapan dengan 2 - 3 seat dengan fasilitas stopkontak hanya 2 jadi ya musti gantian tp aku pribadi kl budget yg ga mumpuni untuk naik eksekutif lebih milih ekonomi biasa sih, karena bisa bisa numpang kaki buat selonjoran hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, yang premium ini lebih nyaman dari yang biasa.

      Hapus
  3. wah, saya sampai saat ini belum pernah naik kereta api.. umpama ditambah nge-vlog malah bagusan mbak reviewnya.. hehe pengen naik bojonegoro - yogyakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pernah nganter anakku naik dari Jombang ke Yogya, ekonomi premium.

      Hapus
  4. Itu hrga tiket masing" buat per orang ya mbak Nur wk wk.. Ya iyalahhh ..Maklum udah lama bangeeeeet ga naik kereta... Dulu saat anakku msih kecil banget. Sekarang udh remaja 😁 dan ga pernah lagi naik kereta

    BalasHapus
  5. Iya bener mba Rochma, kalau naik kereta terus ga bawa bekel. Duh rasanya bakalan jajan mulu. Terutama kalau godaan pop mie lewat x))

    BalasHapus
  6. sekaarng mah enak ya naik kereta, aku sukanya naik kereta

    BalasHapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel