Tergoda Menu Ndeso di Pondok Tempe Penyet Bu Trisno, Bojonegoro



menu penyetan


Assalamualaikum,

Ketika saya masih tinggal di Bojonegoro tahun 2006, saya suka dengan menu masakan Bu Trisno. Pertama karena lokasinya satu jalan dengan rumah dinas, jadi saya bisa dengan mudah membeli makan disini. Kedua, lidah saya memang cocok dengan masakan disini. Pedas dan asinnya pas.


Jadi, ketika ada urusan dan kesempatan ke Bojonegoro, tanpa berpikir panjang, saya mampir saja disini. Soal rasa sudah tahu, tidak perlu mencoba lagi. Jalannya juga masih hafal. Sekalian nostalgia.

Pengalaman terakhir kesini adalah bulan Januari. Bangunan warungnya masih sama. Tidak ada yang berubah baik perabot maupun warna catnya. Aduh, kalau mau direnovasi mentok disini, kecuali mau dibuat lantai dua. Lokasinya di pertigaan jalan Dr. Cipto no.2 Bojonegoro. Jadi posisinya mepet dipojokan. Pas banget dengan trotoar karena memang warungnya kecil dan sempit. Tidak ada tempat parkir. Yang mau parkir kendaraan harus ditepi jalan.

pondok tempe penyet bu trisno

Buka mulai pagi. Tapi jangan tanya pukul berapa tepatnya, ya. Anggap saja ketika jam makan pagi pada umumnya. Warung buka hingga siang hari. Kebetulan waktu itu saya dan suami datang ketika sudah lewat jam makan siang. Memang jam berapa sih?


Kalau saya, jam makan siang adalah ketika perut sudah lapar.

Saya datang setelah pukul 13.00. Di warung ada 4 meja yang terisi pelanggan. Jarak antar bangku dan meja ini berdekatan. Warungnya kan kecil, semua serba mepet. Meskipun demikian warung ini selalu ramai. Sejak saya mengenal pertama kali hingga saat itu, pelanggan masih setia menikmati menu disini.

pondok tempe penyet bu trisno


Memang kalau sedang ramai pembeli dan cuaca panas, rasanya pengen cepat-cepat ngadem. Di jam makan selalu ramai. Sayangnya, warung sederhana ini hanya menyediakan satu ruang dengan kipas angin. Dua pintu terbuka. Dari ruangan ini, pembeli bisa melihat dan memilih menu yang tersedia di etalase. Beberapa menu tidak dipajang disini. Tapi kita masih bisa melihat dapurnya dan melihat proses menggoreng ikan yang kita pesan.

Sebaiknya ketika datang, pembeli segera memesan menu yang diinginkan. Jangan duduk menunggu si mbak pelayan datang. Iya kalau sepi, kalau sedang ramai pasti kehadiran pembeli diabaikan. Setelah memesan, barulah duduk santai menunggu pesanan. Untungnya, selama makan disini, pelayanannya cepat.

Tergoda Menu Ndeso

penyetan wader


Sesuai namanya, menu unggulan adalah penyetan, seperti lele, ayam, wader, dsb. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba menu lainnya. Ada aneka sayur seperti sayur bayam, asam, botok, pepes, dsb. Menu-menu seperti ini selalu cepat habis. 

Siang itu, saya kebagian sayur bayam. Lainnya sudah habis. Tapi kalau botok masih ada. banyak yang habis kalau sudah siang. Kalau si mbak bilang karena mereka buka sejak pagi. Masakannya sudah ready sejak pagi, kalau sampai siang ya siap-siap saja kehabisan.

Sayur bayam disini disebut jangan menir. Jangan artinya sayur. Jangan menir ini kuahnya agak butek karena ada jagung yang dihaluskan secara kasar. Masih terlihat butiran jagung yang dijadikan bumbu. Diuleg bersama bumbu dapur lainnya. Soal rasa, tetap sedap.

sayur bayam (jangan menir)


Jangan menir ini mengingatkan saya akan masakan tempo dulu. Disaat saya masih kecil, ibu suka memasak jangan menir dengan lauk ikan pindang goreng. Tidak ada yang protes mengapa sayur bayamnya butek.

Saya saja kalau memasak sayur bayam cenderung bening dengan bumbu praktis (cuma diiris-iris saja). Di warung-warung sini juga demikian. Jangan menir semakin langka.

Selain sayur bayam, saya memesan lele dan wader penyet. Untuk minuman tidak banyak variasinya. Saya memilih teh hangat sementara suami memilih jeruk hangat. Jeruknya bukan jeruk buah melainkan jeruk nipis.

Setiap menu penyetan selalu dilengkapi dengan sambal dan lalapan (timun, taoge, daun kemangi). Taoge ini jarang saya temukan di tempat penyetan. Lebih sering timun, kubis, daun kemangi, terong dan kacang panjang. Lauk yang saya pilih adalah lele, sedangkan suami memilih wader. Wadernya ukuran besar dan digoreng dengan tepung. Renyah dan gurih beradu dengan pedasnya sambal.

lele penyet


Menu yang saya pesan ini terasa aneh kalau makannya dicampur-campur. Merusak rasa. Jadi, saya makan penyetan saja. Semangkuk sayur tetap saya makan tanpa nasi. Sementara buat suami saya, apa saja masuk. Mau sayur diaduk sama penyetan ya ayo saja!

Saya melihat piring suami jadi penuh. Bagaimana nanti kalau nasinya membengkak gara-gara tercampur dengan kuah sayur bayam. Biarkan dia menikmati makan siangnya. Begitu juga saya. Kuah bayam lebih terasa kalau dimakan sendirian, tanpa tercampur dengan aneka menu yang kami pesan.

Penyetan ini ditaruh di cobek kecil. Isinya ikan, dua iris tempe, sambal dan lalapan. Kalau wader dapatnya banyak. Tadinya saya pikir dapat wader yang imut-imut. Ini kalau digoreng lebih crispy, bisa dimakan seluruh tubuhnya. Tapi karena ini wadernya besar (menurut saya sih besar), jadi kepalanya ditinggalkan.

Total pembayaran menu makan siang kami adalah Rp 58.000, untuk makan 2 orang. Terdiri dari 2 nasi, 1 wader penyet, 1 lele penyet, 2 sayur bayam, teh dan jeruk hangat. Dengan rasa yang tidak berubah dari zaman pertama kali saya mencicipi menu disini, saya rasa harga tersebut masih terjangkau.

^_^


Nur Rochma Assalamualaikum. Mengasah ilmu, berbagi rasa, asa dan cerita lewat tulisan. Happy reading! ^_^

4 Komentar untuk "Tergoda Menu Ndeso di Pondok Tempe Penyet Bu Trisno, Bojonegoro"

  1. Bikin lapeeeer ini mba. Itu sayur bayamnya mirip banget Ama yg slalu dibikin mamaku, juga mba asisten yg skr. Kuahnya butek Krn pake jagung :D. Dr dulu aku slalu suka bayam ya begitu :p. Dan samaaa, aku ga prnh mau dicampur Ama lauk lain. LBH enak dimakan terpisah, supaya rasa kuahnya ga rusak :D.

    Wadernya pgn iiih. Tp iya sih terlalu gede. Dari foto jg kliatan. Aku LBH seneng yg kecil supaya bisa dimakan semua sampe kepala2 :D.

    BalasHapus
  2. Kalau aku paling suka penyetan tempe atau tahu gitu, kalo ikan ntah kenapa kurang suka, baik ikan laut ataupun ikan air tawar.

    Ngga terlalu mahal juga ya, 58 ribu untuk dua porsi, karena aku juga pernah makan bakso sama teh botol doang 30 ribu semangkok nya.😂

    BalasHapus
  3. duh salahnyasaya baca ini saat lagi tertunda makan siang karena lagi ada urusan. Duh auto ngiler

    BalasHapus
  4. duh itu ikan yg kecil2 ikan apa ya, duh pakai sambal pastinya enak banget

    BalasHapus
Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel