3 Tempat Yang Harus Kalian Ketahui di Menara Pandang Kaliurang


taman menara pandang


Assalamualaikum

“Buat apa ke menara pandang? Buat apa?”

Saya masih tidak mengerti mengapa saya harus ikut berhenti disini. Kenapa tidak langsung ke destinasi yang saya inginkan, mumpung suasana masih bersahabat. Tidak cerah, tapi sedikit kelabu.


Tanpa perlu bertanya kepada google, bayangan saya akan sebuah menara usanglah yang melintas. Bangunan tinggi menjulang dan ya kita bisa melihat apa saja di bawahnya. Kalau seperti itu saja, tidak keren! Tapi apa boleh buat ketika suami keukeuh mampir di tempat ini.

Tidak terlalu ramai. Mungkin masih pagi atau memang sehari-hari pengunjungnya segini saja. Tapi ini musim liburan loh! Tempat parkir tidak penuh oleh pengunjung. Satu dua kendaraan roda empat berhenti, yang lain keluar. Di lokasi ini ada panggung seni saat merayakan pergantian tahun, yang didukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Saya mengedarkan pandangan sambil membaca semua tulisan di warung-warung. Gorengan! Saya memutuskan untuk membeli mendoan sebagai pengganjal perut selama di sini. Bebas membawa makanan dan minuman merupakah kebahagiaan pengunjung seperti saya. Sayangnya, kebebasan seperti ini menjadi bumerang. Bungkus makanan dan minuman terserak, padahal sudah disediakan tempat sampah.

Selama di menara pandang ini apa saja yang bisa kita ketahui? Minimal untuk memperkaya wawasan bukan sekedar cuci mata. Menurut saya ada 3 tempat menarik yang wajib kita ketahui. Tak butuh waktu lama, kita bisa keliling lokasi ini.

1. Menara Pandang

menara pandang kaliurang


Ini adalah tempat wajib buat pengunjung. Bangunan dua lantai ini tampak menjulang dari tempat parkir. Saya bergegas mendekatinya, naik ke tangga sampai di lantai atas. Tersedia beberapa bangku untuk pengunjung. Jika mengajak anak kecil harus benar-benar diawasi.

Kalau saya membaca di beberapa situs web, katanya dari menara pandang ini terlihat gunung Merapi. Itulah tujuan dibuat menara pandang, untuk melihat pergerakan gunung yang masih aktif ini, bukan begitu? Parahnya, saya kurang tahu darimana bisa terlihat. Saya sudah naik sampai lantai teratas menara pandang dan tak saya temukan. Sejauh mata memandang, hanya ada bukit-bukit yang  menghijau yang ditemani semak belukar. Mungkinkah tertutup kabut? Atau saya yang salah memilih tempat. Ah, pandangan saya hanya fokus dengan satu bukit yang oleh anak saya disebut gunung. Jelas bukan! Ini terlalu kecil untuk disebut sebuah gunung.

Suhu udara agak dingin. Sebungkus mendoan isi 10 biji, saya bagi bersama anak-anak dan suami. Sebotol air mineral sebagai penutup makan mendoan. Anggap saja sebagai penggugur lemak, minyak yang nyangkut di tenggorokan.

menara pandang kaliurang


Setelah menikmati mendoan dan air mineral, saya keliling menara pandang dan merasa hanya begitu saja. Akhirnya saya memutuskan untuk menuruni menara lalu kembali ke parkiran. Anak-anak masih senang dengan tanah lapang disini. Berlarian adalah salah satu cara untuk menyalurkan energi mereka.

Wisata menara pandang ini sebenarnya luas. Sayangnya tidak semua tempat dimaksimalkan. Seperti playground yang saya rasa sudah lama bertahan ditengah musim kemarau dan hujan. Terlihat dari cat yang memudar. Juga rumput-rumput liar yang memenuhi lokasi.

menara pandang kaliurang


Saya berhenti sejenak di tanah lapang. Di depannya ada tanah yang berundak. Di situ rumput tumbuh dengan subur. Oh ya, disini banyak bangku buat pengunjung.

Bagi saya meski tempat ini jauh diluar ekspektasi, tapi senang saja bisa menghirup udara segar dan sejuk dataran tinggi. Mata juga bisa memandang dengan leluasa, tanpa dibatasi tembok atau bangunan tinggi. Memang hal remeh seperti ini harus selalu disyukuri.

bukit


Setelah anak-anak merasa puas, kami memutuskan untuk pulang saja. Eits, tunggu dulu, sepertinya ada taman yang menarik disini. Pengunjung yang datang bersama keluarga atau teman atau siapapun itu lebih banyak berada disini daripada naik ke menara pandang seperti kami. Apalagi yang membawa balita, malas kan naik turun tangga seperti itu.

2. Taman Gardu Pandang

Dilihat dari kejauhan Taman Gardu Pandang ini menarik. Konsepnya sederhana, tangga dan taman. Karena lokasinya lebih rendah daripada tempat saya tadi, jadinya banyak tangga. Dimana-mana ada tangga. Melingkar dengan tanaman pucuk merah ditengah-tengahnya. Daun-daun pucuk merah merupakan sebuah perlawanan warna. Hijau dan merah di bagian atas tanaman membuat suasana meriah. Banyak pengunjung yang memanfaatkan daun-daun pucuk merah sebagai background foto mereka. seolah sedang bersembunyi diatara daun-daun yang memerah.

gardu pandang kaliurang


Sementara di bawah tulisan Gardu Pandang ada tangga yang dibuat simentris. Dari jauh, taman ini terlihat cantik. Mungkin mirip labirin kecil. Tapi tidak membingungkan. Cuma satu putaran. Jadi, bukan labirin juga. Apapun namanya, taman ini menjadi penawar segala rasa yang telah mendekam di hari.
Karena taman ini berada dibawah, maka untuk menghubungkan dengan tempat lainnya dibuatlah jembatan. Yang menarik itu bentuk jembatan yang melengkung dan berundak. Dilihat dari bawah tampak sedikit melengkung. Taman dibawahnya tampak seperti berada di lembah. Sementara itu kalau saya lihat dari jembatan biasa saja. Tangganya biasa, tidak naik banget. Cuma kalau jalan tetap harus waspada.

Dari semua tempat di Menara Pandang ini yang paling menarik adalah taman Gardu Pandang. Meski naik turun tangga tetap diburu pengunjung. Semoga saja semua taman yang ada selalu dirawat demi membuat kenyamanan pengunjung.

taman gardu pandang



jembatan



3. Ruang Lindung Darurat Kaliurang (bungker)

 

Sebagai orang pantai, saya tidak mengenal bungker untuk tujuan perlindungan saat perang ataupun saat bencana alam. Jadi, ketika berkunjung ke menara pandang Kaliurang ini saya benar-benar tahu seperti apa bentuk bungker. Cuma tampak depan saja.


Sebelum pulang, kami melintasi ruang lindung darurat Kaliurang. Andai tidak ada tulisannya, saya pasti akan mengabaikan tempat ini. Karena ketika kami sedang berjalan, pandangan akan tertuju pada jalan yang berundak (tangga). 



bungker

Bangunan yang dibangun di bawah tanah ini biasa disebut bungker. Pintunya seperti sebuah pagar, bentuk jaring, bercat hijau, kecil dan sempit. Dari luar, tertutup. Tapi pengunjung tetap bisa melihat dan menerka-nerka suasana di dalamnya. Gelap! Di tempat ini saya bisa bercerita kepada anak tentang fungsi bungker sebagai tempat berlindung. Ya, saya berusaha menghadirkan edukasi tentang tempat-tempat yang kami kunjungi.

Tertarik untuk berkunjung ke Menara Pandang Kaliurang dan melihat tempat-tempat diatas? Atau ada yang mau menambahkan tempat lain di Menara Pandang yang harus dikunjungi? Silakan tulis di komen ya.

Setiap membuka galeri foto, saya seolah menangkap udara segar, bebas. Hmmm...sesuatu yang semakin susah diperoleh jika tinggal di perkotaan. Oh ya, tiket masuknya murah loh. 

Tiket masuk:

Rp 2.000

Parkir kendaraan roda empat:

Rp 5.000

Tersedia fasilitas umum seperti toilet dan musholla.


***

Sejujurnya, beberapa tempat yang saya kunjung di sekitar Merapi ini ternyata taman-taman, seperti di Merapi Park dan Taman Kaliurang. Pengen lebih jauh lagi meniti tempat-tempat lainnya di sekitar Merapi, namun cuaca saat itu sedang tidak mau bersahabat.

Happy traveling!

^_^
Nur Rochma Assalamualaikum. Mengasah ilmu, berbagi rasa, asa dan cerita lewat tulisan. Happy reading! ^_^

3 Komentar untuk "3 Tempat Yang Harus Kalian Ketahui di Menara Pandang Kaliurang"

  1. Bagus mb, banyak undakan undakannya, cocok buat yg hobi jepret2 kayak aku
    Trus pas bgt emang sambil nyemil mendoan #perbaikan gizih hihi

    BalasHapus
  2. Aku pernah kesituuu ..., tapi entah bener atau salah lokasinya,soalnya kalau dilihat di foto bangunannya kok berbentuk bangunan gedung ya 🤔 ?.

    Kalau dulu lihat dan naiknya gardu pandang dari bangunan kayu gitu, kak ...
    Dan jalanannya belum di semen kayak gitu, masih trek alami dan jalurnya bikin ngos-ngosan 😄

    BalasHapus
Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel