Mencicipi Segarnya Lontong Balap Songo Limo Gresik

lontong balap songo limo gresik

 

Assalamualaikum,

Suatu hari saya stalking instagram kuliner Gresik dan berharap menemukan menu yang berbeda dari sehari-hari. Kebetulan, pandangan saya berhenti di sebuah foto yang memuat gambar Lontong Balap Songo Limo Gresik.

Apa sih yang tidak ada di Gresik? Kuliner dari daerah lain banyak. Meski tidak sama persis, tapi cukup bisa mengobati rasa kangen. Seperti saya yang pengen banget makan gudeg dan di GKB ada rumah makan dengan menu ini. Senang bukan!

Kangen lontong balap, mampir saja di Lontong Balap Songo Limo Gresik

Sebenarnya setelah stalking instagram kuliner Gresik saya tidak langsung berangkat ke Lontong Balap Songo Limo. Saya mesti menunggu jadwal suami longgar biar bisa mengantar kesini.

Beberapa minggu kemudian...

“Jadi nggak makan lontong balap?”

“Beneran mau kesana?”

Iya.”

Saya girang dong. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana makan lontong balap di era new normal ini. Saya belum pernah makan di rumah makan. Kalaupun pengen biasanya pesan online saja. Atau datang ke tempatnya dan minta makanan dibungkus saja.

Jujur saya kangen bisa menikmati makanan di tempatnya tanpa rasa takut. Seperti dulu! Di beberapa rumah makan merampingkan jumlah meja dan kursi atau dengan memberikan tanda silang pada kursi-kursi tertentu sehingga tidak berdekatan. Namun di tempat-tempat lainnya masih banyak yang tidak menghiraukan aturan pemerintah ini. Kumpul-bareng teman-teman sambil makan dan minum seperti dulu.

Review Lontong Balap Songo Limo Gresik

 

lontong balap songo limo gresik

 

Tempat

Lontong balap itu enaknya dimakan ketika hangat. Kalau makan di tempat, bukan hangat lagi tapi masih panas sudah dihidangkan. Ditemani sate kerang dan minuman segar.

Disini pembeli bisa memesan lontong balap dengan lontongnya atau tidak. Tapi yang namanya lontong balap ya dengan lontongnya. Kalau tidak rasanya tidak lengkap saja. Biasanya orang yang memesan lontong balap tanpa lontong itu sudah menghabiskan satu porsi dan masih pengen nambah. Jadinya nambah satu porsi tanpa lontong biar tidak terlalu penuh di perut.

Siang itu saya tiba di lokasi. Ramai. Hampir semua kursi penuh. Mungkin karena bertepatan dengan jam makan siang dan waktu istirahat jadi banyak karyawan yang makan siang disini.

Saya menghampiri penjualnya dan memesan dua bungkus lontong balap. Antreannya bikin malas. Orang-orang yang makan di tempat seperti biasa didahulukan daripada kami yang pesan bungkus. Yang baru datang langsung ngomong kepada penjualnya dan segera meracik lontong balap di atas piring.

Giliran saya kapan?

Setelah semua pembeli yang duduk dilayani barulah penjualnya melayani orang-orang yang pesan bungkus.

Sayang sekali, yang melayani bagian lontong balap cuma seorang. Bisa dibayangkan ketika tempatnya ramai, makin lama saja dilayani. Saya pasrah. Tapi kalau benar-benar masih lama, saya bakalan ngomong lagi ke penjualnya biar segera dilayani.

Sambil menunggu pesanan saya memperhatikan area sini. Di depan rumah makan ini ada burung di dalam sangkar. Kemudian tempat air dan sabun untuk mencuci tangan.

Meja dan kursi berjajar rapi. Satu meja bisa dipakai untuk 4 orang. Bahkan bisa lebih jika pelanggan banya. Tinggal mengambil kursi dan bergabung disitu. Jadi disini aturan untuk tidak berdekatan itu tidaklah dipakai. Semuanya berlangsung seperti biasa.

Jika pembeli sudah pergi, pelayan segera mengambil piring dan gelas kotor. Kemudian membersihkan mejanya. Sekilas, satu ruangan ini memang ramai. Pembeli datang silih berganti. Bahkan di depanpun masih ada dua meja. Satu meja penuh dengan pelanggan, sedangkan meja satunya hanya diisi satu pelanggan. Saya mengambil satu kursi disini dan menggeser sedikit menjauh agar tidak berhadapan dengan pelanggan yang sedang makan.

Orang sebelum saya, pesannya kok banyak. Sudah gitu masih nambah lagi. Belum lagi ada orang yang mau membayar. Jadi satu orang ini melayani pembeli (menyiapkan lontong balap), disusul orang lain yang mengantarkan ke meja-meja pelanggan. Setelah selesai barulah giliran saya.

Saya agak ragu ketika membeli lontong balap dibungkus seperti ini. Saya khawatir makanannya sudah tidak berbentuk lagi karena beberapa makanan seperti lontong dan lento bakal terendam kuah. Ternyata tidak teman-teman! Ketika meracik lontong balap yang dibungkus, penjualnya memisahkan hampir semua isi lontong balap. Taoge, lontong dan lento dibungkus jadi satu. Kemudain sambalnya ditaruh di plastik terpisah. Jadi satu sama lain tidak terkontaminasi dalam hal tekstur dan rasa.

Tapi kalau tidak makan selagi hangat jadi kurang berselera. Ah ternyata itu bukan masalah rumit. Jarak tempat ini dan rumah dinas dekat. Sekitar 10 menit sudah tiba di rumah. Lontong balap masih aman.

Lontong Balap Songo Limo Gresik, Segar

Lontong balap terdiri dari lontong, taoge, lento, tahu, sambal dan kuah.  Teman-teman yang pengen menambah tahu atau lontong yang masih utuh bisa, loh. Jangan lupa untuk memberitahu penjualnya.

Lontong balap Songo Limo ini sepintas mirip dengan lontong balap di Surabaya. Ada taoge yang menggunung lalu disiram kuah bening kecoklatan  yang manis gurih. Makanan dengan kuah yang banyak seperti ini rasanya segar. Untuk sambalnya tidak terlalu pedas. Tapi kalau tidak pakai sambal sama sekali rasanya kurang nendang sih. Memang ini sudah sepaket.

Satu porsi lontong balap ini pas untuk ukuran perut saya. Meski saya awalnya merasa lontongnya cuma sedikit, tapi sungguh ketika semua bercampur sudah membuat perut saya super kenyang. Yang banyak memang taogenya

Harga Lontong Balap Songo Limo Gresik:

Lontong balap: Rp 12.000

Sate kerang: Rp 2.000

Degan : Rp 6.000

Parkir mobil: Rp 5.000

Parkir sepeda motor : Rp 2.000

Lokasi:

Jl. Tri Darma Karangturi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Karena lokasinya di Kawasan Industri maka kendaraan harus masuk dan bayar parkir. Tapi sebenarnya parkir di depan juga tidak masalah. Saya lihat banyak kendaraan roda empat yang parkir disitu.

Buat teman-teman yang pengen makan lontong balap, ini rekomendasi saya, Lontong Balap Songo Limo. Cuma kalau kalian lagi di Gresik saja, ya. Di masa pandemi ini, jangan lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan.

^_^  

Note: Kunjungan bulan September 2020. Harga maupun tempat bisa berubah sewaktu-waktu. 

 

 

Nur Rochma Assalamualaikum. Mengasah ilmu, berbagi rasa, asa dan cerita lewat tulisan. Happy reading! ^_^

1 Komentar untuk "Mencicipi Segarnya Lontong Balap Songo Limo Gresik"

  1. Saya belum pernah makan lontong balap. Di sini ga ada yg jual.
    Oh ya kenapa namanya lontong balap ya mbak?

    BalasHapus
Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel