Jumat, 08 Februari 2019

Wisata Bahari Pantai Karang Jahe Rembang



pantai karang jahe


Sempat terpikir mau mampir di Pantai Karang Jahe dulu sebelum berangkat ke Semarang. Mumpung satu jalur. Tinggal belok kanan, sampai deh. Tapi... tanggung juga. Tujuan libur akhir tahun kami adalah Semarang. Takutnya nanti kesiangan atau kesorean disana. Ya, sudah pulangnya saja. Suami saya setuju. Saya ingatkan suami supaya tidak kebablasan.


Oke, keinginan ke Pantai Karang Jahe ditunda dulu. Tapi saya masih memikirkan juga. Jangan-jangan nanti gagal. Atau kalau kebablasan biasanya malas balik lagi. Ah, lupakan dulu.

Ketika urusan liburan ke Semarang sudah usai, saya menagih janji. Jadi, tetap ya bisa mampir ke Pantai Karang Jahe. Jalurnya gampang karena ini memakai jalur pantura. Lalu di depan jalan masuknya sudah ada petunjuk menuju pantainya. Waktu itu ada beberapa polisi yang berjaga bersama warga. Mungkin untuk mengurai arus lalu lintas yang padat dan memudahkan pengunjung yang hendak masuk dan menyeberang jalan.

pantai karang jahe


Saya datang ke pantai siang hari. Terbayang panasnya. Tapi kalau tidak jadi mampir, eman. Karena satu jalur itulah, mending mampir sekalian buat mengisi blog yang seminggu ini baru saya update. Saya lagi stuck saja. Bukan tidak ada ide, namun saya lagi ingin ada jeda dengan dunia maya.

Memasuki Pantai Karang Jahe terlihat deretan pohon mangrove yang kokoh dan lebat diterpa angin laut. Pengunjung sedang ramai karena bertepatan dengan libur sekolah. Orang tua, muda, semuanya menikmati angin sepoi-sepoi. Bahkan banyak yang tak peduli dengan sengatan sinar matahari.

Mendadak saya ingat, kok tidak memakai topi saja ya. Aha, jangan khawatir karena ada kios yang menjual topi. Tapi kemudian saya mengurungkan keinginan tersebut. Ah, bisa-bisa beli topi untuk sekali pakai. Entahlah, sudah beberapa kali ini kalau main ke pantai saya suka lupa membawa topi lebar. 

***

pantai karang jahe


Kami parkir di tempat yang teduh. Suasana disini mengingatkan saya pada pantai-pantai di kampung halaman. Iya, pohon mangrove menjadi background pantai yang membawa banyak manfaat. Selain bermanfaat untuk mencegah abrasi dan erosi pantai, mangrove sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis binatang, dan berperan dalam menstabilkan daerah pantai.

Di bawah mangrove ini banyak warung-warung lesehan. Yang pengen melepas dahaga dengan minum degan bisa duduk santai disini. Jangan takut kepanasan. Dibawah pohon mangrove itu rindang. Plus di depannya masih terbuka payung-payung besar. Sementara di dekat tempat parkir ada banyak warung lagi.

Karena masih kenyang, kami memilih untuk bermain saja. Kami menyewa motor trail Rp 50.000 per 30 menit. Terserah mau dipakai kemana saja asal masih di lokasi wisata. Satu motor ini bisa untuk tiga orang. Tapi saya melihat ada yang menggunakan untuk 4 orang (satu keluarga). Pokoknya asal masih muat saja, sih.

motor trail


Saya naik bersama suami dan si bungsu. Memang tidak ada boncengannya. Tapi si bapak pemilik motor meyakinkan kalau motornya masih muat. Ya iyalah! Bahkan buat saya yang pakai rok. Anggap saja seperti sedang dibonceng motor sama suami.

Waktunya menjelajahi Pantai Karang Jahe. Rasanya seperti anak muda saja. Eh, jangan ngebut ya pak suami. Takut rok kecipratan air. Beneran kecipratan sampai jilbab juga.

Motor bergerak ke arah timur menyusuri batas pantai, berpapasan dengan sesama pengendara motor trail dan kereta. Saya sebenarnya kurang tahu kendaraan ini disebut apa disini. Hiasannya lumayan menyegarkan mata. Untuk pengunjung yang suka naik beramai-ramai, kendaraan seperti ini cocok.

Kami sudah keliling pantai dan berniat untuk mengembalikan motor saja. Tapi begitu tiba di depan bapak pemiliknya, justru kami disuruh muter-muter lagi karena masih ada waktu 10 menit.

motor trail

ayunan


Rasanya seru naik motor trail keliling pantai. Untungnya sinar matahari tidak terlalu panas seperti saat kami datang tadi. Karena tiba-tiba mendung. Sempat gerimis juga. Tapi masih tidak masalah kok.

Lanjut saja menyusuri pantai ke arah barat. Niatnya sampai batas lokasi wisata. Namun disini tidak ada yang menarik. Sepanjang mata melihat hanyalah pantai yang membentang. Kalau tadi banyaklah pemandangannya. Seperti tempat-tempat untuk berfoto, ayunan bahkan saya bisa melihat anak-anak yang kegirangan mandi bola di laut. Kemudian ada persewaan pelampung. Orang tua bisa berenang bareng anak.

Ombak saat itu masih bersahabat dengan kami. Para pengunjung masih betah bermain di laut. Debur ombak menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tapi tetap saja kalau anak-anak yang berenang disini, orang tua harus waspada. Fokus pada anak.

pantai karang jahe


Kalau sudah bicara tentang renang, anak bungsu saya suka. Tapi karena stok baju bersih sudah tidak ada, tidak ada jatah baju lagi untuk basah-basah. Baju renang juga sudah dipacking, bagasi sudah penuh muatan. Kalau mau bongkar lagi kok ya berat rasanya. Saya malas menuruti permintaannya. Melihat saja sebentar.

Air laut disini agak kecoklatan. Bukan karena tercemar atau apa. Tapi memang seperti itu. Mirip juga dengan pantai-pantai di daerah saya. Mungkin di beberapa tempat, pantai di laut utara pulau Jawa seperti ini. Sementara pasirnya bisa dikatakan lumayan bersih. Anak saya yang doyan main pasir. Tapi karena cuaca yang makin mendung dan gerimis yang terus-menerus akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Secara keseluruhan, wisata bahari Pantai Karang Jahe ini cocok untuk keluarga. Karena banyak permainan yang ditujukan untuk anak-anak. Sedangkan yang remaja atau dewasa bisa memilih untuk menyewa kendaraan. Lumayan bikin kaki tidak pegel.


pelampung


Buat pengabdi foto, bisa memilih beberapa tempat seperti ikon love, Pantai Karang Jahe dan jembatan sampai di ujung. Biar mirip seperti anak muda, saya pengen foto di tepi jembatan. Candid. Tapi di jembatan yang berpasir ini saya eman dengan rok saya. Bakal lengket dong. Jadinya foto sambil jongkok, huhu...

Untuk fasilitas umum disini sudah tersedia banyak toilet. Tapi saya tidak sampai masuk. Jadi saya tidak bisa cerita lebih banyak.

jembatan pantai karang jahe


Tiket masuk:
15.000 

Saya hanya membayar itu saja. Saya rasa ini murah ya. Dibandingkan dengan apa yang saya dapatkan disini. Tapi kalau mau naik trail, kendaraan atau pakai pelampung siap-siap merogoh isi dompet.

Yang pengen bermain di Pantai karang Jahe bisa melihat maps disini ya. Happy traveling!

^_^



Comments
10 Comments

10 komentar:

  1. Kayaknya bagus ya, sudah lama banget nggak ke pantai utara. Terakhir ke acara makan2 dekat pantai (lupa namanya) di semarang,, baunya amis :)

    BalasHapus
  2. Pohon mangrovenya tinggi dan rindang. Kalau saya kesana pastinya betah. rela berbasah-basahan atau kepanasan tidak memperdulikan membawa baju serep tidaknya hehehe. Spotnya mantap dan menarik sekali.

    BalasHapus
  3. dekat pantai ada hutan pinusnya, asyik banget

    BalasHapus
  4. Senengnyaaa akhirnya main ke pantai karang jahee ya mbaak ☺️ Alhamdulillah bsa liburan sejenak sama keluarga, pengen cobain motor trailnyaa mbak wkwkw belum pernah soalnya. 😁😁😁

    BalasHapus
  5. wahh keren juga pantainya mbak buat bersantai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan

    BalasHapus
  6. Duduk2 di pinggir pantai, memandang lautan lepas, asiknya. Eits jangan lupa pake alas ya duduknya, nanti ndak kena litelbondi... Hehehe

    BalasHapus
  7. Jadi kepengen mantai lalu makan ikan Bakar. Asik juga kayaknya

    BalasHapus
  8. Dulu pas pertama kali main ke Pantai Karang Jahe, aku surprise nemu pantai cantik begini di Pantura. Pantainya luas, buat leyeh2 jg asik, & pengunjungnya nggak terlalu rame.

    BalasHapus
  9. Seru banget mba, naik motor trail menyusuri tepian pantai. Nggak semua pantai ngasih hiburan seperti ini kayaknya.

    BalasHapus
  10. Yang namanya menikmati pantai berasa banget pikniknya karena keseringan melihat rutinitas kantor haha

    BalasHapus

Taraa! Akhirnya tiba disini. Terima kasih Anda telah membaca blogpost ini. Info: F untuk komen dengan akun facebook dan B untuk komen dengan akun blogger. ^_^

Mohon maaf, jika ada link hidup, anonymous atau broken link akan saya hapus!

COPYRIGHT © 2017 · LOVELY MOM | THEME BY RUMAH ES