Belanja di Pusat Oleh-Oleh Solo Javenir, Mudah dan Lengkap
Minggu, 01 September 2019
16 Komentar
Assalamualaikum,
Di hari terakhir saya di Solo, setelah capek muter-muter akhinya saya menyerah di Javenir. Sudah blusukan di pasar Jongke pula. Sudah mampir di tempat makan murah dan enak dekat Universitas Muhammadiyah Solo. Mendadak saya malu duduk dekat mbak-mbak mahasiswi yang pagi-pagi wajahnya sudah glowing. (Abaikan!) Tapi saya masih memendam keinginan untuk membeli oleh-oleh. Terbayang toko oleh-oleh Solo terdekat dan cukup lengkap dengan tempat menginap adalah Javenir.
So, saya meminta suami untuk berburu oleh-oleh lagi. Sayang sekali, dia butuh waktu untuk istirahat sebelum pulang ke Tuban. Justru anak-anak yang disuruh menemani saya pergi.
Baca juga Menginap di Lor in Solo Hotel.
Baca juga Menginap di Lor in Solo Hotel.
Sejak datang di Solo, saya sudah melihat Javenir karena lokasinya di depan Lor ini Solo Hotel, tempat kami menginap. Hanya butuh jalan kaki keluar hotel dan menyeberang jalan. Tapi menyeberang jalan ini susah banget. Kendaraan hilir-mudik seperti tiada habis. Nyali saya mendadak menciut kalau berhadapan dengan fakta ini.
Di pintu masuk dan keluar parkir Lor ini Solo Hotel ada bapak-bapak satpam yang selalu siaga. Saya panggil dan minta tolong untuk membantu saya menyeberang jalan. Dengan ramah si bapak satpam di pintu keluar ini meminta saya untuk pergi ke satpam pintu masuk. Katanya para tamu hotel dapat kupon diskon dari Javenir.
Saya dapat dua kupon, masing-masing bertuliskan diskon 10%. Dua!! Mungkin ini ada kerjasama dari pihak Javenir dan hotel-hotel disekitarnya. Kemudian si bapak satpam memanggil satpam Javenir untuk bersiap-siap memantau kendaraan di jalan raya. Ini untuk menyeberang dengan selamat saja butuh dua satpam, ckckc....
Toko Oleh-Oleh Modern dan Lengkap
Sebelum masuk ke Javenir saya bisa melihat cafe yang berada di satu sisi halaman. Cafe dengan model terbuka sehingga pengunjung dengan bebas menikmati sausana jalan. Jadi bisa sekalian makan dan belanja oleh-oleh di satu tempat.
Kemudian kami masuk ke Javenir ketika ramai pembeli. Saya berkeliling dulu, untuk memastikan barang apa saja yang bisa saya bawa pulang dengan budget yang saya miliki. Ingat, barusan belanja di pasar Jongke.
Javenir memang didesain untuk belanja bermacam-macam barang khas Solo dan sekitarnya di satu tempat saja. Jadi tidak perlu keliling di banyak tempat apalagi yang butuh banyak waktu. Duh, kebayang capeknya. Belum lagi kalau kita masih ada kegiatan lain. Double capek!
Barang-barang ditata dengan rapi sesuai dengan jenisnya. Pengunjung bisa memilih sendiri barang yang diinginkan. Tempatnya nyaman berAC dan pelayannya ramah.
Cukup belanja di satu tempat, pengunjung bisa membeli buah tangan seperti kain batik, baju, kaos, tas, sandal, cinderamata, hiasan rumah, mug, makanan, minuman, dsb. Ini sangat menguntungkan buat kita yang memiliki waktu sempit untuk belanja. Saya jadi tak kuat menahan iman. Dipilih-pilih dan beli saja biar cepat selesai belanjanya. Tapi mana mungkin. Saya sudah mengelilingi semua rak kecuali bagian kain. Tidak kuat dengan harganya. Cukup melihat kain batik yang dipajang, sekilas saja.
Di dekat pintu masuk itu banyak pernak-pernik, mulai tas, gantungan kunci, hiasan dinding, message oil, sabun, lulur dan teman-temannya. Pengen beli lulur, tapi ingat di rumah masih ada. Si bungsu apalagi. Ketika mengambil barang dia ijin, boleh tidak. Lihat dulu harganya, lalu buat apa di rumah. Ibu sok bijak, eaaa....
Akhirnya saya cuma melihat-lihat saja di bagian pernak-pernik itu. Lebih baik kembali ke tujuan awal mencari oleh-oleh berupa makanan. Yes, disini banyak snack, mulai kletikan, cokelat, aneka minuman bubuk, serundeng, banyaklah macamnya. Cuma karena ini di toko oleh-oleh secara kualitas dan tempat lebih bagus daripada di pasar sehingga harga jualnya juga diatas rata-rata.
Jangan ditanya mana snack yang enak, ya. Saya memilih makanan berdasarkan feeling saja. Tentu setelah membaca nama makanan dan bahan-bahannya. Saya berpikir sederhana saja, kira-kira orang yang ingin saya kasih lebih suka makanan manis atau gurih. Kalau dua-duanya suka sih gampang. Apalagi kalau doyan makan, langsung comot dan masukkan ke dalam keranjang belanjaan.
Tips belanja agar tidak lapar mata, bawa uang cash saja. Jumlah uang sesuai dengan kebutuhan. Jika belanja secukupnya, saya tidak merasa bersalah telah mengeluarkan sejumlah uang. Tujuannya sudah jelas, membeli oleh-oleh untuk kerabat. Eman kan, kalau belanja karena diburu oleh rasa penasaran.
Disini saya happy banget bisa menemukan intip ukuran kecil-kecil. Sayang sih foto- foto snack banyak yang ngeblur, tidak bisa di posting disini. Bisa buat oleh-oleh buat kerabat. Ada snack lainnya yang bisa saya ambil juga. Lumayan buat icip-icip orang rumah. Sementara anak-anak yang tidak familiar dengan snack disini berkata, “Ini apa?”
Untuk kaos, menurut saya harganya cukup terjangkau. Dibagian atas hanger sudah terpampang dengan nyata ukuran dan nominalnya. Contohnya untuk kaos dewasa mulai harga 70 ribuan (Rp 76.000, Rp 78.000 ini termasuk yang ada kerahnya). Jadi buat yang ragu-ragu beli atau tidak, bisa mikir cepat.
Karena kaos yang dijual ini sebagai oleh-oleh, jadi ada ciri khas berupa motif batik. Tapi banyak juga yang tidak. Yang polos biasanya ada tulisan Solo atau gambar yang memiliki ciri khas dari kota Solo. Kalau memakai kaos tersebut kelihatan kan kalau habis dari Solo, hihi...
Untuk baju tersedia bermacam-macam pilihan. Sayangnya tidak banyak seperti di pusat perbelanjaan. Contohnya di kios batik, tentu saja banyak pilihan jenis, model dan bahan. Tapi kalau sekedar ingin membeli oleh-oleh, saya rasa disini sudah komplit.
Meskipun mendapatkan dua kupon diskon, saya hanya bisa menggunakan satu saja untuk setiap pembelian. Disini saya agak menyesal karena baru tahu info diskon ini saat menjelang check out hotel. Mungkin jika di lobby ada semacam info tentang ini, tamu hotel tidak perlu bingung mau mencari toko oleh-oleh. Atau mungkin saya saja yang tidak tahu. Apalagi buat yang baru pertama kali ke Solo dan tidak memiliki pengalaman atau info yang memadai. Tinggal menyeberang (jangan lupa sesuaikan budget ya), bisa menikmati nasi liwet dan kawan-kawannya, sekaligus bisa belanja oleh-oleh Solo di Javenir.
Happy shopping!
^_^
wah.. bisa jadi salah satu tempat referensi oleh-oleh kalo lagi ke Solo nih... makasih atas sharingnya bu..
BalasHapusSama-sama.
HapusSaya udh lm bgt ga kw Solo mbaa.. Bs jd tpt cari oleh" nih...sy kangen ama serabis Solo Notosuman... Mantabbb
BalasHapusYah, aku gak sempat makan serabi Notosuman.
HapusArtikel2 tentang Solo selalu bikin aku auto-ngeklik Mbaaaa :D
BalasHapusSemogaaaa akhir thn ini aku dapat rezeki ngetrip sekeluarga ke Solo
--bukanbocahbiasa(dot)com--
Semoga diberi kelancaran rejeki buat ngetrip ke Solo.
HapusHotel kerja sama dengan javaner wah hebat tu ,sehingga dapat discon 10 persen.
BalasHapusSaya orang solo, baru tahu itu jenis wedang solo, jadi malu nih.
Aku beli sekoteng disini.
HapusSaya juga pernah nginap di lor in dan langsung dapat rekomendasi ke pusat oleh2 di sana, lumayan juga dapat diskon, hotelnya juga sangat bagus dan nyaman
BalasHapusAku suka hotelnya. Lokasi strategis, mau beli oleh-oleh,tinggal nyebrang.
Hapusaku sih nginepnya di Syariah Hotel mba belakang Lor IN wkwkwk dan Javenir dulunya ga di sebrang Lor In dulu aku masih pake taksi bentar, tahun 2016 pas ke Solo lagi eh dah pindah depan Lor in seneng banget belanja terusss emang bagus dan harganya juga murah di Javenir
BalasHapusOh, Javenir ini pindahan ya. Enak lokasi sekarang ya mbak.
Hapusnoted, kalau ke Solo lagi mau kesini. Yang aku tahu kalau beli2 cuma ke pasar klewer aja soalnya hiihihii
BalasHapusPasar banyak loh, tetep menggoda iman kalau belanja sih.
HapusHarga kaos 70ribuan ok banget tuh mba... Solo yogya emg apa2 semua harga bersahabat banget yah
BalasHapusStandar ya harga segitu.
Hapus